Home / SUARA WI / HABITUASI KETAATAN

HABITUASI KETAATAN

HABITUASI KETAATAN

 

Memilih diam dengan penuh penghayatan pada galibnya bisa menjadi cara terbaik untuk melatih kesabaran. Begitulah kira-kira para perumus kesabaran menggambarkan sikap dan caranya agar tidak terjebak oleh kenyinyiran dan kesembronoan dalam mengutarakan prasangka menjadi tindakan yang tak berguna. Begitu juga dengan karunia nikmat pikiran dan perasaan, apakah selalu kita gunakan semua itu secara berteraturan untuk kebenaran maksud sebagai rasa terima kasih kita kepadaNya? Sementara, pada kenyataan yang tak bisa kita pungkiri, pikiran dan perasaan kita sendiri yang tak ubahnya samudra keinginan dan hasrat itu senantiasa berombak tanpa jeda.

Sesungguhnya kita memang selalu tak akan pernah sanggup untuk mengatasi dan mengendalikan diri sendiri yang penuh dengan keanekaragaman hasrat dan keinginan bila tak mendapat pertolongan dari DZAT yang begitu luar biasa menjadikan kita bisa.

Maka habituasi ketaatan untuk bisa menjalankan semua perintahNya tidak lain adalah untuk membuat kita menjadi makin terlatih agar bisa lebih sabar dalam mengendalikan diri dari semua maksud apapun. Sebagai sebuah ikhtiar yang harus terus dijaga kesinambungannya, habituasi ketaatan akan merontokkan ketidakteraturan dan kesembronoan tindakan kita. Habituasi ketaatan akan menghadirkan sensitivitas yang mumpuni untuk bisa mendengar bisikan hati atas mana yang baik dan buruk. Prasangka sebagai sumber tindakan harus terus kita sepuh dengan ikhtiar kebaikan seperti yang diajarkan Nabi.

Selamat menghayati pertanda hari yang diberikan Tuhan sejak Subuh hingga usainya hari nanti. Semoga kita terus berada di barisan kebaikan yang tak pernah lekang digerus waktu. Insyaallah.

 

CukupWibowo | Kopajali, 25 Agustus 2019
 

Check Also

TENTANG MENULIS KREATIF || Catatan ringan Cukup Wibowo

TENTANG MENULIS KREATIF Catatan ringan Cukup Wibowo Selalu saja pertanyaan klasik itu muncul dan berulang, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *