Home / SUARA WI / AKTUALISASI DAN HABITUASI : “MERUBAH IDE MENJADI SESUATU YANG TERUKUR”

AKTUALISASI DAN HABITUASI : “MERUBAH IDE MENJADI SESUATU YANG TERUKUR”

AKTUALISASI DAN HABITUASI

"MERUBAH IDE MENJADI SESUATU YANG TERUKUR"
Oleh : Haeli,. S.E., M.Ak (Widyaiswara BPSDMD NTB)

Pelatihan dasar bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar-CPNS) diberikan kepada semua CPNS sebagai bentuk kewajiban selama masa percobaan, untuk persiapan memasuki kultur baru di birokrasi dengan memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional. Peraturan Lembaga Administrasi Negara (PERKALAN) No. 12/2018 tentang pelatihan dasar calon pegawai negeri sipil mensyaratkan bahwa pelatihan ini akan menghasilkan ASN yang mampu membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalime dan kebangsaan sehingga menjadi pribadi unggul, bertanggungjawab, profesional serta penguatan kempotensi teknis bidang. Hal inipun sejalan dengan tuntutan Undang-undang No 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara bahwa fungsi ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik dan perekat dan pemersatu bangsa.

Output yang diharapkan dari pelaksanaan diklatsar CPNS untuk menghasilkan ASN yang kompeten sebagai pelayan masyarakat yang berkarakter dan profesional bersanding lurus dengan struktur kurikulum yang dilaksanakan pada semua proses pembelajaran Latsar CPNS yang terbagi dalam 2 bagian yaitu kurikulum pembentukan karakter dan kurikulum penguatan kompetensi teknis bidang tugas. Kedua kurikulum ini tertransformasi ke dalam tahapan pembelajaran yang terbagi dalam empat tahapan (agenda). Agenda I merupakan proses pembelajaran yang berfokus pada materi pembentukan sikap perilaku bela negara. Agenda II tentang nilai-nilai dasar ASN yaitu menggali sedalam-dalamnya dengan menemukan nilai-nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA) di tempat kerja sesuai perspektif mata diklat. Berikutnya adalah agenda III mempelajari tentang bagaimana kedudukan dan peran ASN dalam negara kesatuan Republik Indonesia yang terdiri materi pembelajaran terdiri dari mata diklat Whole of Government (terbentuknya suatu kesadaran koordinatif, kolaborasi dan integrasi dalam pelayanan publik), Pelayanan Publik sebagai satu paradigma, dan Manajemen ASN (kebijakan yang mengatur urusan kepegawaian di Indonesia). Dan agenda ke IV yang menjadi ikon pelatihan dasar pola baru yaitu agenda pembelajaran habituasi. Proses pembelajaran dalam agenda ini sangat menarik untuk dibahas karena dalam agenda IV para peserta mampu merubah ide menjadi sesuatu yang bisa terukur dengan melakukan sesuatu kebiasaan yang bermanfaat mempunyai nilai inovasi atau kebaruan pada unit organisasi tempat tugas.

Habituasi adalah suatu proses pembiasaan pada atau dengan sesuatu penyesuaian/perubahan di lingkungan kerja, penciptaan situasi atau kondisi (Persistence life of situation) tertentu untuk membiasakan diri berperilaku sehingga terbentuk karakter diri melalui proses internalisasi yang melahirkan kebiasaan dan kenyamanan baru. Seperti air yang menetes secara kontinu (habit) meski lembut, pelan dan ringan namun mampu membentuk cadas keras dan indah bernama stalactite dan stalagmite.

Agenda pembelajaran habituasi merupakan serangkaian kegiatan pembelajaran peserta latsar CPNS yang menurut PERKALAN 12/2018 dapat diterjemahkan menjadi beberapa tahapan yaitu :

  1. Tahap mensitesakan substansi mata pelatihan dalam sebuah rancangan aktualiasasi.
  2. Tahap Pembimbingan, pada tahap ini peserta didampingi oleh coach dan mentor.
  3. Melaksanakan seminar rancangan aktualisasi.
  4. Melaksanakan aktualisasi di tempat kerja dan menyusun laporan aktualisasi.
  5. Bagi peserta Golongan III melakukan analisis dampak apabila nilai-nilai dasar ASN tidak diterapkan dalam pelaksanaan tugas jabatan.
  6. Melaksanakan seminar aktualisasi.

Kemampuan yang harus dikuasai peserta pada pembelajaran ini yaitu pada kualitas penetapan isu dan jumlah kegiatan untuk mengatasi permasalahan/isu, proses ini dilakukan melalui :
1. Environmental Scanning yaitu Peduli terhadap masalah dalam organisasi dan mampu memetakan isu melalui hubungan kausalitas.
2. Problem Solving yaitu mampu mengembangkan dan memilih alternatif serta mampu menentukan aktor-aktor terkait.
3. Analysis yaitu pemilihan isu yang dapat ukur melalui keterkaitan isu dengan mata diklat (Manajemen ASN, Pelayanan Publik dan Whole of Government) dengan melihat tugas dan fungsi dalam organisasi sesuai Sasaran Kerja Pegawai (SKP) dan analisa jabatan.

Pelaksanaan aktualisasi sebagai sebuah intervensi Agenda habituasi, berikut adalah pertanyaan pemandu dalam merancangnya:

  1. Isu apa yang peserta temukan?
  2. Kegiatan “kreatif” apa yang digagas untuk memecahkan isu?
  3. Bagaimana tahapan kegiatan yang perlu dilakukan dalam menyelesaikan isu secara terukur (buat schedule)
  4. Apakah hasil kegiatan atau tahapan kegiatan benar-benar memberikan dampak terhadap penyelesaian isu?
  5.  Apa yang akan diaktualisasikan dalam proses pelaksanaan kegiatan dalam rangka penyelesaaian isu?
  6. Bagaimana cara mengaktualisasikannya?
  7. Bagaimana membuktikan bahwa telah terjadi aktualisasi dalam pelaksanaan kegiatan.

Maka benang merahnya untuk menjaga konsistensi pelaksanaan proses pembelajaran habituasi peserta dapat merumuskan isu yang disusun dalam kalimat “pernyataan” secara singkat, jelas, fokus serta memuat lokus. Menetapkan kegiatan yang akan dilakukan secara tepat untuk mengatasi isu, dapat diukur dengan memberikan bukti atau output yang dihasilkan apakah sudah berdampak pada perbaikan dalam pelayanan publik. Apakah treatment yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan di unit organisasi sudah tepat dan dapat diukur hasilnya. Ketepatan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan ibarat obat mujarab yang resepkan seorang dokter kepada pasiennya. Obat tepat, dosis tepat (terukur) untuk penyakit yang tepat. Semoga bermanfaat

 
Refrensi : Undang-undang No 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara; PERKALAN 12/2018 tentang pelatihan dasar calon pegawai negeri sipil; Catatan penulis selama mengikuti Training Of Trainer (TOT) Latsar CPNS di LAN Samarinda Tahun 2018;

 

Check Also

URGENSI PERAN WIDYAISWARA DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI BAGI APARATUR SIPIL NEGARA || Oleh : HAELI., S.E., M.Ak (Widyaiswara)

URGENSI PERAN WIDYAISWARA DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI BAGI APARATUR SIPIL NEGARA Oleh : HAELI., S.E., M.Ak …

One comment

  1. Edy sutriawan

    Semangat pantang mundur agen perubahan birokrasi bangsa

     

Tinggalkan Balasan ke Edy sutriawan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *