Home / eko prasetyo

eko prasetyo

PELANTIKAN & PENGUKUHAN KEPENGURUSAN DPD APWI

“APWI NTB Hendaknya Berfokus Pada Sinergi, Inovasi, dan Teknologi Informasi Pada Pengembangan SDM di NTB”

 

Kehadiran Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat sangat strategis bila dikaitkan dengan misi yang diemban oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya pada misi yang kedua, yaitu bersih dan melayani terutama pada sisi sumber daya manusianya. Keberadaan APWI NTB tentu diharapkan makin bisa meningkatkan fungsi dan peran widyaiswara dalam menghasilkan SDM yang profesional, demikian Dr. Ir Hj. Siti Rohmi Jalilah, M.Pd, Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam sambutan yang disampaikannya secara lansung di acara Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus DPD APWI NTB Periode 2020-2024, Kamis 20 Januari 2022 bertempat di Wisma Tambora BPSDMD Provinsi NTB.

            Menurut Wagub, APWI penting untuk berfokus pada 3 hal. Pertama, Agar seluruh SDM yang diberi pelatihan bisa bersinergi satu sama lain. Banyak pekerjaan yang tidak terselesaikan dengan baik karena tidak dikerjakan secara sinergis dan kolaboratif. Yang kedua adalah pentingnya inovasi di zaman sekarang. Khusus di NTB, setelah diterpa oleh bencana gempa, kemudian pandemi, senyatanya pemerintah bisa berjalan dengan kondisi bencana. Semua ini tidak akan bisa berjalan lancar kecuali dengan kesanggupan untuk terus melakukan inovasi. Yang ketiga, pesan Wagub, perlu terus dikembangkan melek teknologi. Karena dengan teknologi semua urusan bisa efektif dan sekaligus bisa menjangkau wilayah lebih luas. APWI NTB, harap Wagub hendaknya bisa merealisasikan semua itu untuk kemajuan daerah menuju NTB Gemilang.

            Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APWI, Dr. Budiarso Teguh Widodo, M.E. dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual dari Jakarta, mengatakan saat ini dengan kehadiran Permen PAN-RB Nomor 42 Tahun 2021 tentang Jabatan Fungsional Widyaiswara, telah mengubah secara mendasar peran strategis profesi widyaiswara ke depannya. Menurut Budiarso, widyaiswara tidak lagi fokus hanya pada kegiatan Dikjartih ASN serta Evaluasi dan Pengembangan Diklat, namun sekarang menjadi pelaksana teknis fungsional di bidang pelatihan, pengembangan pelatihan, dan penjaminan mutu pelatihan di lembaga penyelenggara pelatihan, dalam rangka pengembangan

kompetensi pada lembaga penyelenggara pelatihan. Itu sebabnya, diperlukan semacam Arsitektur Organisasi Profesi APWI dengan Empat Atap sebagai Sasaran Utama Profesi Widyaiswara, yaitu Pengembangan Kompetensi Profesi Widyaiswara, Peningkatan Kualitas Pelatihan, Pengembangan Pelatihan, dan Penjaminan Mutu Pelatihan Untuk Peningkatan Kompetensi ASN, Standardisasi dan Sertifikasi Profesi; serta Penelitian & Pengabdian Masyarakat.

            Budiarso, yang mengenakan pakaian adat saat menyampaikan sambutannya itu, berpesan kepada pengurus DPD APWI yang baru saja dikukuhkannya, untuk segera bisa menyusun dan melaksanakan berbagai program kegiatan yang kreatif, produktif, dan inovatif, sehingga dapat mendukung proses transformasi dan rebranding profesi dan organisasi profesi widyaiswara, terutama dalam meningkatkan kompetensi profesi ASN sesuai dengan tuntutan stakeholders dan perubahan era digital (disrupsi) untuk mewujudkan SDM Unggul menuju Birokrasi Berkelas Dunia.

            Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPD APWI NTB, Ir. H. Akhmad Makchul, M.Si, usai dilantik dan dikukuhkan menyampaikan pada tahun 2022. telah merencanakan untuk melanjutkan program pendampingan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kelanjutan program ini, ungkap Makchul dimaksudkan untuk makin mengoptimalkan kinerja organisasi melalui peningkatan kompetensi aparatur yang telah berjalan baik di tahun sebelumnya.

            Program lainnya, urai Makchul, adalah rencana melakukan pendampingan untuk mengawal program-program strategis daerah dan nasional, serta menginisiasi terbentuknya lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat (LPPM - APWI) agar dapat terwujudnya wadah kerjasama antar lembaga dalam pelaksanaan pelatihan dan bimtek bagi anggota DPRD kabupaten/kota maupun berbagai kegiatan sosio- kultural dengan stakeholder lainnya.

            Kehadiran Kepala BPSDMD Provinsi NTB, Ir Lalu Hamdi, M.Si dan Koordinator Wilayah IV Regional Bali dan Nusa Tenggara, Dr H. Lalu Sajim Sastrawan, SH, MH dalam balutan busana adat Nusantara saat mendampingi Wagub seakan melengkapi pemandangan menarik saat menyaksikan semua pengurus yang juga berbusana adat dalam prosesi pelantikan yang dilakukan secara virtual oleh Ketua Umum DPP APWI.

 

URGENSI MANAJEMEN WAKTU || Dr. H. PRASETYA UTAMA

Sebulan lagi tahun 2021 akan berlalu dan tahun 2022 sebentar lagi insya Allah kita songsong dengan  cerah cemerlang. Bagi kita tidak ada yang beda dalam pergantian tahun. Yang harus beda adalah sejauh mana diri kita semakin baik dari waktu ke waktu. Memang pergantian tahun sangat baik untuk dijadikan instrospeksi atau evaluasi diri. Tetapi, alangkah lebih baik pula bila kita selalu melakukan instrospeksi  atau evaluasi diri setiap hari, bahkan setiap saat.

Waktu adalah kehidupan itu sendiri. Siapa yang menyia-nyiakan waktu seharusnya menyesal, karena berarti ia telah menyia-nyiakan kehidupannya. Dan sesungguhnya kewajiban itu lebih banyak dari pada waktu yang tersedia.

Ada  hal yang penting kita lakukan agar memiliki keunggulan dalam hidup ini yaitu masa yang akan datang harus lebih baik dari sekarang dan kemarin. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka termasuk orang-orang yang merugi” (HR Dailami)  

Karakteristik waktu

Waktu mempunyai karakteristik khusus yang istimewa. Kita wajib mengerti secara sungguh-sungguh dan wajib mempergunakannya sesuai dengan pancaran cahayanya. Di antara karakteristik waktu adalah sebagai berikut:

  1. Cepat habis. Waktu itu berjalan laksana awan dan lari bagaikan angin, baik waktu senang atau suka ria maupun saat susah atau duka cita. Apabila yang sedang dihayati itu hari-hari gembira, maka lewatnya masa itu terasa lebih cepat, sedangkan jika yang dihayati itu waktu prihatin, maka lewatnya masa-masa itu terasa lambat. Namun, pada hakikatnya tidaklah demikian, karena perasaan tersebut hanyalah perasaan orang yang sedang menghayati masa itu sendiri. Kendati umur manusia dalam kehidupan dunia ini cukup panjang, namun pada hakikatnya umur manusia hanya sebentar, selama kesudahan yang hidup itu tibalah saat kematian. Dan tatkala mati telah merenggut, maka tahun-tahun dan masa yang dihayati manusia telah selesai, hingga laksana kejapan mata yang lewat bagaikan kilat yang menyambar.
  2. Waktu yang telah habis tak akan kembali dan tak mungkin dapat diganti. Inilah ciri khas waktu dari berbagai karakteristik khusus waktu. Setiap hari yang berlalu, setiap jam yang habis dan setiap kejapan mata yang telah lewat, tidak mungkin dapat dikembalikan lagi dan tidak mungkin dapat diganti.
  3. Modal terbaik bagi manusia. Oleh karena waktu sangat cepat habis, sedangkan yang telah lewat tak akan kembali dan tidak dapat diganti dengan sesuatu pun, maka waktu merupakan modal terbaik. Modal yang paling indah dan paling berharga bagi manusia. Keindahan waktu itu dapat diketahui melalui fakta bahwa waktu merupakan wadah bagi setiap amal perbuatan dan segala produktivitas. Karena itulah, maka secara realistis waktu itu merupakan modal yang sesungguhnya bagi manusia, baik secara individu (perorangan) maupun kolektif atau kelompok masyarakat.

Suatu kerugian yang sangat besar bila kita tidak dapat memanfaatkan waktu dengan baik dan optimal apalagi dengan kondisi saat ini pandemi covid-19 yang tidak tahu kapan akan berakhir. Allah berfirman :

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran” (QS Al Ashr : 1-3)

Dari surat itu kita dapat mengambil  kesimpulan bahwa, sukses tidaknya seseorang sangat ditentukan oleh sejauh mana ia mampu memanfaatkan waktu yang dimilikinya.

Mendahulukan yang lebih utama (Put The First Thing First)

Berbicara tentang manajemen waktu, mari  kita semua mengingat kembali 7 (tujuh) kebiasaan manusia yang sangat efektif yang biasa dikenal dengan “The Seven Habits of Highly Effective People” yang ditulis oleh Dr. Steven R.Covey., salah satu kebiasaan tersebut adalah “Put The First Thing First” (mendahulukan yang lebih utama).

Matriks pada tabel di bawah ini menggambarkan beberapa sikap yang harus kita miliki dalam menggunakan waktu dan aktivitas kesehariannya.

  URGENT/MENDESAK NOT URGENT/TIDAK MENDESAK
IMPORTANT/PENTING CRISIS (Kuadran I) QUALITY (Kuadran II)
NOT IMPORTANT/TIDAK PENTING DECEPTION (Kuadran III) WASTE (Kuadran IV)

 

Quadran Crisis (Krisis), Mendahulukan atau mementingkan sesuatu setelah keadaan mendesak. Tindakan demikian dapat digolongkan tindakan represif atau reaksioner. Dalam banyak kasus tindakan demikian seringkali terlambat dan selalu dijawab dengan jawaban klasik “lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali”. Biasanya hasil tidak akan maksimal karena dilakukan dalam keadaan tergesa-gesa dan tanpa ada time schedule sebelumnya. 

Quadran Quality (berkualitas), kuadran ini merupakan kuadran ideal bagi seorang profesional  mementingkan sesuatu yang penting diperhatikan dan diprioritaskan meskipun saat itu berada diperlukan. Hal ini bisa dilakukan dengan membuat time schedule yang baik sehingga setiap kegiatan yang akan kita lakukan sudah terjadwal sehingga output yang dihasilkan optimal. Hal ini tentu sangat beda bila melakukan kegiatan penting tetapi dilakukan dengan tergesa-gesa atau ngegas kemungkinan besar ouput yang dihasilkan tidak optimal.

Quadran deception, dewasa ini banyak orang yang mengikuti kegiatan bermanfaat, tetapi kehadirannya tidak memberi manfaat terhadap kegiatan tersebut. Dengan sendirinya kegiatan itu sesungguhnya tidak bermanfaat bagi kegiatan itu dan bagi dirinya, ia tertipu dengan apa yang dilakukan selama ini.

Quadran waste, Kegiatan sampah. Sebagian besar orang pada sisi ini banyak melakukan kegiatan yang sesungguhnya membuang-buang waktu atau melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat. Misalnya : menonton tv secara berlebihan, bermain ponsel seharian, tidur seharian, dan lain-lainnya. Kebiasaan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat tersebut sebaiknya dikurangi dan dihilangkan karena masih ada banyak hal bermanfaat lainnya yang dapat kita lakukan.

Matriks di atas paling tidak bisa dijadikan panduan atau pedoman melakukan aktivitas yang penting dan tidak penting. Sebagaimana dalam Hadis Rasulullah SAW,

“Manfaatkan yang 5 (lima) sebelum datang yang 5 (lima) hal, yaitu: mudamu sebelum tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu senggangmu sebelum kesibukanmu dan hidupmu sebelum matimu (HR Al Baihaqi dari Ibnu Abbas)

Kiat mengelola waktu secara efektif

Dalam manajemen waktu, tentunya perencanaan merupakan salah satu hal yang penting, paling tidak ada 6 (enam) hal yang harus kita perhatikan, yaitu: :

  1. Niat yang Kuat

Niat sama artinya dengan motivasi yang kuat. Tanpa adanya niat, kita tidak akan pernah berhasil dalam beramal. Tahun, bulan, atau hari tidak akan pernah menjadi tahun, bulan, atau hari yang berprestasi, jika kita tidak berniat untuk mengisinya dengan amal terbaik dan niat seorang muslim adalah melakukan amal ibadah setiap waktu karena Allah swt. Jika itu yang kita lakukan, semuanya akan memiliki nilai ibadah.

  1. Memiliki Tujuan yang Jelas

Tanpa adanya tujuan yang jelas, kita tidak akan fokus melangkah. Makin tidak jelas tujuan dan waktu pencapaiannya maka peluang gagalnya rencana kita akan makin besar. Dan tujuan kita melakukan amal ibadah dalam mengisi waktu-waktu kita adalah berharap ridha Allah swt.

Pelajari pula teknik membuat rencana dan segera membuat rencana yang matang dan teruji. Buat program dalam bentuk rencana harian, mingguan, dan bulanan.

Di sini penting pula memahami skala prioritas, mana yang harus didahulukan, dan mana pula yang bisa ditunda, mana yang harus di kerjakan, mana pula yang tidak. Dr. Yusuf Al-Qardhawi dalam Fikih Prioritas, mengungkapkan urutan amal yang terpenting diantara yang penting. Patokannya :

-Sangat Penting dan Sangat Mendesak dikerjakan pada urutan Pertama.

-Tidak Penting dan Sangat Mendesak dikerjakan pada urutan Kedua.

-Sangat Penting dan Tidak Mendesak dikerjakan pada urutan Ketiga.

-Tidak Penting dan Tidak mendesak dikerjakan pada urutan Keempat.

  1. Buat Rencana Cadangan

Kita pun harus selalu siap dengan segala kemungkinan tak terduga. Kita merencanakan, tapi Allah yang menentukan. Karena itu, buat rencana B dan C sebagai rencana cadangan jika rencana utama mengalami kegagalan. Insya Allah kita tidak akan kehilangan waktu untuk panik.

  1. Rencana atau Program Harus Realistis, Terukur, dan Adil

Hindari membuat rencana yang terlalu tinggi, tidak realistis, dan terlalu sulit dicapai. Program kita pun harus adil dan seimbang. Sebab kita harus menunaikan banyak hak, di mana setiap hak menuntut pemenuhan. Ada hak Allah, hak keluarga, dan hak akal, hak tetangga, hak badan, hak diri.

  1. Disiplin dalam Rencana.

Sehebat apapun program dan rencana, tidak akan berarti sama sekali jika kita tidak disiplin melaksanakannya. Karena itu, jangan tergiur oleh kegiatan, kesenangan spontan, atau apa saja yang akan menjauhkan kita dari rencana yang telah disusun.

Dari penjelasan-penjelasan di atas terkandung hikmah  bagaimana kita sebagai muslim harus menata waktu dengan sebaik-baiknya. Allah swt. telah menunjukkan kepada kita dengan penataan waktu shalat, perjalanan siang dan malam yang sudah tertata dengan baik dan terencana. Itu semua menjadi petunjuk bagi kita bagaimana harus menata waktu ini dengan satu perencanaan dan pelaksanaannya dilakukan dengan sungguh-sungguh. Selain itu, melakukan introspeksi atau evaluasi diri sesudah pelaksanaannya, yaitu evaluasi diri atas apa yang telah kita lakukan.

Dan satu-satunya pilihan adalah hari ini harus lebih baik dari pada hari kemarin, bahkan kalau bisa sekarang harus lebih baik dari pada hari kemarin dalam hal apapun.

Wallahu a’lam bisshawab.

 

PENUTUPAN LATSAR CPNS KABUPATEN BIMA TAHUN 2021

Hallo Sobat NTB Gemilang & Insan BerPIKIR..
Kabupaten Bima - Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Lingkup Pemerintah Kabupaten Bima tahun 2021 resmi ditutup oleh Asisten 1 Setda Kabupaten Bima H. Putarman, S.E. Mewakili Bupati Bima tertanggal 2 Desember 2021.
Dalam sambutannya, Asisten 1 Setda Kabupaten Bima H. Putarman, S.E. berpesan "Setelah menjadi bagian dari Korps ASN maka harus bisa beradaptasi dan yang penting adalah disiplin. Artinya kita harus mampu mengaktualisasikan secara utuh materi yang telah diperoleh selama Latsar". Tidak lupa juga Bapak Asisten 1 memberikan motivasi kepada para peserta Latsar agar memahami dengan baik dan wajib mematuhi seluruh regulasi yang mengatur PNS mereka.
Sebagai pihak penyelenggara juga tidak luput hadir dalam acara tersebut, terutama Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Ir. Lalu Hamdi, M. Si dalam sambutannya menyampaikan kegiatan Latsar tidak dilakukan dengan sistem tatap muka, tetapi memastikan sistem daring tidak akan mengurangi kualitas diklat dalam membentuk/penguatan karakter kebangsaan dan membentuk PNS yang berkompeten dan profesional.
Akselerasi Transformasi ASN, BerAKHLAK Jadi Komitmen Bersama Pimpinan dan Seluruh ASN. “BerAKHLAK ini menjadi fondasi dasar bagi ASN untuk mewujudkan kerja yang profesional dan melayani" menjadi pesan diakhir sambutan Kepala BPSDMD Provinsi NTB.
 

PENUTUPAN LATSAR CPNS KOTA BIMA TAHUN 2021

Hallo Sobat NTB Gemilang & Insan BerPIKIR..
Kota Bima - Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Lingkup Pemerintah Kota Bima tahun 2021 resmi ditutup oleh Walikota Bima Bapak Lutfi, S.E. didepan Kantor Walikota Bima tertanggal 2 Desember 2021.
Dalam sambutannya, Walikota Bima menyampaikan selamat kepada para peserta yang Lulus Latsar CPNS tahun 2021 ini, dan berharap kepada para ASN agar kiranya bijak dalam bermedia sosial, kedepannya mudah-mudahan Pegawai Negeri Sipil dapat menjalankan tugasnya secara profesional.
Sebagai pihak penyelenggara juga tidak luput hadir dalam acara tersebut, terutama Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ir. Lalu Hamdi, M.Si. beserta jajarannya. Kepala BPSDMD Provinsi NTB mengucapkan selamat kepada para peserta, dan berterima kasih kepada Pemerintah Kota Bima yang sudah percaya serta berpartisipasi dalam mengembangkan sumber daya manusia ASN melalui BPSDMD Provinsi NTB pola kerja sama dengan BKPSDM Kota Bima.
 

INOVASI KARYA PRAJA 2021

Hallo Sobat Gemilang dan Insan berPIKIR..
Inovasi Karya Praja adalah sebuah kegiatan yang dinisiasi oleh Bidang Evaluasi Pelaporan dan Kerjasama yang mencoba menghimpun kembali hasil inovasi - inovasi para alumni Latsar CPNS melalui aktualisasinya ditempat kerjanya masing - masing.
Kegiatan yang berlangsung hari Senin 22 November 2021 di Wisma Tambora BPSDMD Provinsi NTB dibuka secara resmi oleh Kepala BPSDMD NTB Ir. Lalu Hamdi, M.Si dan dihadiri oleh unsur pejabat eselon 3 dan 4, juga para tamu undangan dari BKDPSDM dan BKPP Kabupaten/Kota serta para Mentor Peserta.
Dalam sambutannya Kepala BPSDMD NTB berharap bahwa kegiatan ini bukan hanya sekedar untuk mencari juara semata namun bisa menjadi wadah untuk mengekspose inovasi - inovasi yang tercipta, tidak hanya pada level alumni Latsar CPNS saja..namun juga bisa merambah pada hasil inovasi di level Latihan Kepemimpinan baik itu manjerial ataupun teknis. Hasil yang di harapkan juga bahwa dari sini akan muncul hasil atau produk inovasi yang akan menjadi sumber atau cikal bakal bagi inovasi daerah. Tentu untuk memenuhi kriteria inovasi daerah sendiri ada beberapa persyaratan dan regulasi yang sudah ditetap sehingga suatu produk/ide gagasan itu bisa dikatakan inovasi daerah.
Kepala Bidang Evapol dan Kerjasama H.Saiful Islam dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah uji coba yang dilaksanakan dalam upaya pembinaan para alumni Latsar dengan mengekspose hasil karya aktualisasi mereka dalam bentuk Lomba/Kompetisi. Kegiatan yang berlangsung satu hari ini diikuti oleh perwakilan 5 (lima) kabupaten/kota dan 1 perwakilan provinsi dengan dewan juri yang berasal dari Bappeda Provinsi NTB, Biro Organisasi Setda NTB, dan Unsur Widyaiswara BPSDMD NTB.
Dalam kegiatan tersebut tampil sebagai Peringkat 1 (satu) Nurul Ahdiah, S.Kep.Ns dari Kabupaten Dompu, Peringkat 2 (dua) Ghina Dyah Purbowati, S.Farm dari Kabupaten Lombok Tengah dan Peringkat 3 (tiga) Irwan Taufiqurrahman, S.Pd yang berasal dari Kota Mataram. Selanjutnya para pemenang diberikan Piagam Penghargaan dan bingkisan sebagai sebuah reward.
Sebuah ungkapan mengatakan bahwa jika kita ingin menang dalam perkembangan zaman maka kita harus mampu berinovasi namun jika kita tidak mau berinovasi maka kita akan tergilas oleh zaman itu sendiri.
Semoga kedepannya kegiatan ini bisa terlaksana lebih baik lagi dan menghasilkan inovasi - inovasi yang besar serta mampu mengangkat marwah BPSDMD NTB . Tentu saja dukungan dari pimpinan dan semua pihak yang terlibat didalamnya akan menjadi penentu kesuksesan giat ini.
Selamat kepada para pemenang dan jangan pernah menyerah apalagi berhenti untuk selalu berinovasi.
Bravo BPSDMD NTB.
 

ORASI ILMIAH DAN PENGUKUHAN WIDYAISWARA AHLI UTAMA

Hallo Sobat Gemilang dan Insan Berpikir...
Jakarta, 4 November 2021
Orasi ilmiah dan pengukuhan Widyaiswara Ahli Utama periode IV Tahun 2021 di Lembaga Administrasi Negara RI Jakarta, berlangsung selama dua hari, 3 s.d 4 November 2021. Orasi ilmiah diikuti 10 orang Widyaiswara Ahli Utama yang berasal dari Kementerian dan Pemerintah Daerah. Peserta orasi (orator) dari Provinsi NTB, Ir. H.Akhmad Makchul, M.Si. Widyaiswara pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi NTB, menyampaikan orasi dengan judul Pola Koordinasi Kelembagaan Dalam Penataan Ruang Kawasan Senggigi NTB.
Kawasan Senggigi menjadi lokasi studi karena kawasan tersebut adalah salah satu dari 18 kawasan strategis provinsi yg merupakan kawasan parwisata unggulan yg mengalami peningkatan cukup pesat di Indonesia, sejak kawasan ini ditetapkan sebagai kawasan strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dalam Rencana Induk Kepariwisataan Nasional (RIPNAS) dan Kawasan Strategis Provinsi (KSP) dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi NTB terjadi peningkatan aktivitas pembangunan, seiring dengan meningkatnya minat investor dalam pengembangan usaha sektor pariwisata sebagai salah satu sektor andalan dalam peningkatan ekonomi wilayah.
Implikasi dari berkembangnya kawasan tersebut adalah munculnya berbagai permasalahan antara lain konflik pemanfaatan ruang yang mengancam kesinambungan di kawasan tersebut,oleh karena itu,koordinasi dan keterpaduan antar lembaga,khususnya lembaga pemerintah yang terkait dalam pengelolaan sumber daya kawasan tersebut sangat di perlukan. Untuk itu, salah satu alat kendali kebijakan pembangunan untuk mengintegrasikan dan menyelaraskan berbagai sektor terkait di kawasan Senggigi adalah melalui penataan ruang wilayah yang serasi selaras dan berkesinambungan.
Terhadap konflik yg terjadi, dalam penelitian tersebut difokuskan pada 2 hal utama yaitu apa faktor-faktor yg menyebankan terjadinya konflik pemanfaatan ruang dan konflik kewenangan, serta bagaimana cara mengatasinya. Selanjutnya, dirumuskan apa kebijakan dan pola koordinasi kelembagaan yg ideal dalam penataan ruang sehingga dapat mengatasi konflik pengelolaan Sumberdaya di kawasan Senggigi.
Itulah yang fokus penelitian yg dilakukan Ir. Akhmad Makchul. M.Si dalam Karya Tulis Ilmiahnya. Dalam acara Orasi Ilmiah dan pengukuhan Widyaiswara Ahli Utama hari ini Kamis 4 November 2021 di LAN RI jakarta.
Mengingat masih dalam suasana covid maka acara orasi berlangsung sangat terbatas dan dihadiri oleh Majelis Orasi yakni ;
1. Dr. Muhammad Taufiq DEA (Deputi Bidang Kebijakan Bangkom ASN LAN RI- selaku Ketua Majelis )
2. Dr. Aris Widianto (Deputi Bidang Mutasi Kepegawaian BKN sebagai anggota)
3. Dr. Muhammad Haniv Ak.M.ST (Deputi Kerjasama Antar lembaga DPP.APWI sebagai anggota) serta
4. Drs Ir. LALU HAMDI, M.SI ( Kepala BPSDM Prov.NTB/lembaga Diklat)
Penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pemerintah dalam penerapan pola koordinasi dlm pengelolaan kawasan strategis dengan menerapkan model kolaboratif. Namun, keberhasilan kolabirasi sangat ditentukan oleh leadership dan komitmen dari pihak-pihak yg terkait.
Harapan supaya hasil penelitian ini tidak hanya sampai konsep dan model diatas kertas, tapi perlu diimplementasikan secara real dalam mengatasi konflik pengelolaan sumberdaya wilayah pada kawasan-kawasan strategis lainnya. Kata Dr. Muhamad Taufik, DEA selaku Ketua Majelis.
Sementara Kepala BPSDMD NTB (Ir. Lalu Hamdi, M.Si )dalam penyampaian sangat mengapresiasi atas Karya Tulis Ilmiah Ir.Akhmad Mackhul. M.Si, Hasil penelitian ini sangat relevan dan bermanfaat untuk NTB. Pola pengelolaan yg direkomendasikan dikawasan Senggigi ini, menjadi model untk diterapkan dikawasan lain di NTB.
Untuk itu dokumen ini perlu disosialisasikan pada pemangku kewenangan/TKPRD NTB agar dikonsolidasikan dngan pihak terkait dalam pengelolaan kawasan2 lain. Penelitian ini merupakan refleksi dari amanat Undang undang bahwa dalam pengelolaan kawasan (RTRW/RZWP3K) wajib mengitegrasikan antar lembaga (pusat, daerah) antar dunia usaha/masyarakat, antar ekosistem darat dan laut serta antar ilmu pengetahuan dan prinsip manajemen.
 

KUNJUNGAN ROMBONGAN STUDI TIRU OLEH BPSDMD PROVINSI JAMBI

Hallo Sobat NTB Gemilang & Insan BerPIKIR...
Rabu, 3 Nopember 2021, BPSDMD Provinsi NTB menerima Kunjungan Rombongan Studi Tiru dari BPSDM Provinsi Jambi. Rombongan tersebut diterima oleh Sekretaris BPSDMD Provinsi NTB, Bapak Muhamad Husni, S.Sos, M.Si bersama para pejabat Administrator dan Pengawas serta Perwakilan Widyaiswara lingkup BPSDMD Provinsi NTB. Rombongan berjumlah 7 (tujuh) orang yang dipimpin langsung oleh Kepala BPSDM Provinsi Jambi, Bapak H. M. Iskandar Nasution, S.H, M.Si yang didampingi oleh pejabat administrator Pengawas dan Pelaksana. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka Studi Tiru terkait Penyusunan Dokumen Akreditasi Lembaga dan Akreditasi Program. Kunjungan tersebut dilaksanakan selama 2 (dua) hari yaitu dari tanggal 3 s.d 4 Nopember 2021.
Ada 2 (dua) tujuan utama yang ingin diperoleh BPSDM Provinsi Jambi melalui kunjungan ini, yaitu: 1) memperoleh pengalaman dan informasi (Sharing Informations and Experiences) terkait penyusunan Dokumen Akreditasi yang sudah dilakukan oleh BPSDMD Provinsi NTB sesuai aturan akreditasi yang baru, yaitu Peraturan Kepala LAN Nomor 13 Tahun 2020 tentang Akreditasi Pelatihan. 2). menggali keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh BPSDMD Provinsi NTB untuk dapat dijadikan sebagai praktek terbaik (Best Practice) sehingga dapat diadopsi oleh BPSDM Provinsi Jambi.
Dasar pertimbangan dipilihnya BPSDMD Provinsi NTB sebagai Lokus dari Studi Tiru Akreditasi ini adalah mengingat BPSDMD Provinsi merupakan satu-satunya Lembaga Penyelenggara Pelatihan Pemerintah sebagai perwakilan dari Instansi Pemerintah Daerah yang ditunjuk oleh Lembaga Administrasi Negara untuk dilakukan Penilaian Akreditasi dengan Sistem Akreditasi yang baru bersama 2 (dua) instansi lainnya yaitu 1 (satu) instansi perwakilan dari kementerian dan 1 (satu) instansi lagi perwakilan dari Lembaga Negara pada Tahun 2020.
Adapun keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh BPSDMD Provinsi NTB yang dapat dijadikan praktek

terbaik

adalah sebagai berikut: a). Adanya Sistem Pengelolaan Pembelajaran (Learning Management System/LMS) Mandiri yang ke depannya diharapkan dapat memfasilitasi penyelenggarakan pelatihan Teknis dan Pelatihan Fungsional bagi ASN baik di Lingkup Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten/Kota se-NTB dengan pola pembelajaran Blended Learning dan/atau full-e learning. b). Adanya Jurnal eletronik “BESTARI” yang dimaksudkan sebagai Media bagi ASN di Nusa Tenggara Barat dalam memberikan kontribusi pemikiran bagi kemajuan NTB ke depannya. Jurnal ini juga menjadi satu Inovasi Instansi dalam mendukung Inovasi DaerahTahun 2021 ini. c). Status BPSDMD Provinsi NTB yang sudah terakreditasi sebagai Lembaga Penyelenggara Pelatihan dan Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa serta Tempat Uji Kompetensi Pengadaan Barang/Jasa. Atas capaian tersebut, BPSDMD Provinsi NTB ditetapkan juga oleh LKPP sebagai Tempat Uji Kompetensi Pengadaan Barang/Jasa Mandiri pada Tahun 2019 dan pada tahun 2020 memperoleh penghargan dari LKPP sebagai “Lembaga Pelatihan dan Pelaksana Ujian PBJ Berprestasi pada ajang “Indonesia Government Procurement Award”.

 

DIKLAT PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAH TINGKAT DASAR MODEL BLENDED LEARNING

Hallo Sobat NTB Gemilang dan Insan BerPIKIR..
Senin tgl 25 Oktober 2021 Diklat Pengadaan Barang dan Jasa dibuka oleh Perwakilan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi NTB yaitu Kepala Bidang SKPK. Diklat PBJ tingkat dasar dilsksanakan dengan Model Blanded Learning, diikuti oleh 30 peserta dari beberapa OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB. Pelaksanaan Diklat dilaksanakan 10 hari dari tgl 25 Oktober sd 5 November 2021, dilanjutkan dengan uji sertifikasi yg akan dilaksanakan tgl 10 November 2021.
Tujuan dilaksanakan Diklat PBJ ini agar peserta bisa mengendalikan serta neminimalkan permasalahan yg akan muncul dikemudian hari. Dalam sambutannya Kepala Bidang SKPK BPSDMD berpesan supaya PPK dan Panitia agar berhati-hati dalam setiap proses pelelangan, selalu menjaga amanah dan kepercayaan dalam melaksanakan tugas. Kepada Narasumber kiranya dapat nemberikan bimbingan yg tepat dan jelas agar proses diklat dapat berjalan dengan sebaik-baiknya.
 

ORASI ILMIAH DAN PENGUKUHAN WIDYAISWARA AHLI UTAMA

Hallo Sobat NTB Gemilang dan Insan BerPIKIR...
Orasi ilmiah dan Pengukuhan Widyaiswara Utama periode III Tahun 2021 di Lembaga Administrasi Negara RI Jakarta, berlangsung selama dua hari, 28 s.d 29 September 2021, sekaligus pengukuhan tanggal 29 september. Terdapat 10 orang Widyaiswara Ahli Utama yang melakukan Orasi Ilmiah, yang berasal dari beberapa Provinsi dan Kementerian Lembaga, sementara dari Provinsi NTB Dra. Baiq Rusniyati, MM, Widyaiswara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi NTB, dengan Judul orasi : (Evaluasi Program pelatihan Pegawai Negeri Sipil Provinsi NTB) Acara Orasi berlangsung sangat tertutup dan dihadiri oleh Majelis Orasi yakni ;
1. Dr. Muhammad Aswad, M.Si (LAN RI)
2. Drs. Teguh Widjinarko, MPA( MENPAN)
3. Dr. Lalu Halendri Wijana, SE.Ak.MM.CA (APWI) serta
4. Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si (Lembaga Diklat).
Pengembangan Kompetensi Profesi Widyaiswara tidak hanya pada Pendidikan pengajaran dan pelatihan tetapi dikembangkan kepada evaluasi dan penjaminan mutu, kata Ketua majelis orasi Kapus Pembinaan Jabatan Fungsional pengembang Kompetesi ASN (Bapak Dr. Muhammad Aswad, M.Si.)
Sementara Sekda NTB dalam penekanannya,Merekomendasi untuk pemda NTB terkait hasil evaluasi yg dilakukan, segera buat usulan untuk menjadikan BPSDMD sebagai, Centre of exelent ,penelitian yang sangat bermanfaat untuk penyelenggaraan peningkatan pelatihan secara berkelanjutan, semoga kedepan tetap diterapkan pelatihan secara Distance Learning walau pendemi sudah berakhir. Selamat bu Baiq Rusniyati.l, MM atas kesuksesan sebagai WI Utama dan telah melakukan penelitian yang sangat bermanfaat bagi LAN selaku lembaga pembina, maupun bagi BPSDMD NTB sebagai lembaga pelatihan terakreditasi.
Jakarta - Selasa, 28 september 2021