Home / eko prasetyo (page 10)

eko prasetyo

Strategi Pengambilan Keputusan Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Pada Sekretariat Daerah Kabupaten Maros

Strategi Pengambilan Keputusan Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Pada Sekretariat Daerah Kabupaten Maros

 

Baharuddin
Widyaiswara Ahli Utama

Keywords: ahp, mpe, pengembangan kompetensi sdm, strategi pengambilan keputusan, swot

Abstract
Upaya untuk mewujudkan pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), harus mampu menerapkan strategi pengambilan keputusan yang tepat. Strategi merupakan instrumen penting bagi organisasi dalam mengambil keputusan untuk mewujudkan pengembangan kompetensi SDM yang profesional. Permasalahan penelitian ini secara umum bagaimana strategi pengambilan keputusan pengembangan kompetensi SDM pada Sekretariat Daerah Kabupaten Maros. Pendekatan yang digunakan pada tulisan ini yaitu menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan jenis penelitian option survey yaitu penelitian menggambarkan pandangan dari berbagai pendapat secara naratif atau tekstual dan analisis. Teknik analisis data melalui persepsi responden, yang selanjutnya dilakukan analisis strategi menggunakan analisis SWOT, kemudian AHP untuk menilai kriteria keputusan yang dipilih dan MPE untuk penetapan ranking keputusan yang akan diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengambilan keputusan pengembangan kompetensi SDM yang tepat adalah strategi diversifikasi. Strategi ini merupakan situasi di mana organisasi menghadapi berbagai ancaman, namun masih memiliki kekuatan dari segi internal (kompetensi SDM), maka Sekretariat Daerah Kabupaten Maros harus menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang menghadapi ancaman dengan cara strategi diversifikasi. Penilaian atas kriteria yang menentukan keputusan pengembangan kompetensi SDM dari hasil analisis hirarki proses dipilih enam kriteria yang menjadi layak untuk dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan untuk pengembangan kompetensi SDM. Mulai dari kriteria peningkatan pendidikan dan pelatihan, motivasi kerja, regulasi pengembangan SDM, dukungan kebijakan, lembaga kediklatan dan anggaran. Penetapan ranking keputusan pengembangan kompetensi SDM yang dapat dijadikan keputusan penentu sesuai hasil metode perbandingan eksponensial adalah keputusan pengalokasian anggaran untuk pengembangan kompetensi SDM. Anggaran sebagai prasyarat utama dan diperlukan untuk memperlancar dan mempermudah setiap kegiatan penyelenggaraan diklat yang diikuti pegawainya.

 

Analisis Efektifitas Lembaga Kerja Sama Bipartit dalam Pencegahan Perselisihan Hubungan Industrial di Perusahaan

Analisis Efektifitas Lembaga Kerja Sama Bipartit dalam Pencegahan Perselisihan Hubungan Industrial di Perusahaan

 

Much Zamhari
pusdiklat SDM Ketenagakerjaan Kemnaker

Keywords: hubungan industrial, lks bipartit, perselisihan hubungan industrial

 

Abstract

Analisis efektifitas Lembaga Kerja Sama (LKS) Bipartit dalam pencegahan perselisihan Hubungan Industrial di perusahaan, tujuan penelitian ini untuk menggali faktor - faktor yang menyebabkan LKS Bipartit tidak efektif mencegah perselisihan Hubungan Industrial di perusahaan. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan data dikumpulkan melalui wawancara yang mendalam kepada pihak pengusaha, Pekerja/ Buruh , Serikat Pekerja / Serikat Buruh dan Pegawai Mediator Hubungan Industrial baik di daerah maupun di Kementerian Ketenagakerjaan. Beberapa temuan yang didapat dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan belum efektifnya LKS Bipartit mencegah perselisihan Hubungan Industrial di Perusahaan meliputi faktor mental pengusaha dan pekerja/buruh atau serikat pekerja/serikat buruh yang belum peduli dengan terbentuknya LKS Bipartit di Perusahaan; kualitas kepemimpinan SDM baik yang duduk dalam kepengurusan Serikat Pekerja / Serikat Buruh maupun dalam LKS Bipartit; Serikat Pekerja/Serikat Buruh merasa tertandingi dengan keberadaan LKS Bipartit di Perusahaan; dan kurangnya jumlah Mediator Hubungan Industrial di setiap kabupaten/kota dan propinsi. Hasil Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan Dinas Tenaga Kerja baik di Kabupaten/ Kota atau Propinsi dalam melakukan pendekatan kepada pelaku proses produksi barang dan jasa (Pengusaha, pekerja/buruh, serikat pekerja/serikat buruh dan Pemerintah) dalam memasyarakatkan LKS Bipartit di Perusahaan.

 

SOSIALISASI PENTINGYA PENGGUNAAN MASKER & PEMBAGIAN MASKER OLEH BPSDMD NTB

SOSIALISASI PENTINGYA PENGGUNAAN MASKER & PEMBAGIAN MASKER OLEH BPSDMD NTB

 

 

Hallo Sobat NTB Gemilang, Menindaklanjuti surat Sekretaris Daerah perihal penugasan OPD untuk pengurangan resiko penyebaran covid-19 melalui pemakaian masker, Senin tanggal 11 Maret 2020 Badan Pengembanagan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi NTB terjun langsung ke lapangan untuk mensosialisasikan penggunaan masker kepada masyarakat yang belum menggunakan masker. Dalam kesempatan ini BPSDMD NTB melakukan sosialisasi dan pembagian masker di daerah Gerimax tepat di depan Ex Lombok City Center. Kegiatan ini langsung di damping oleh ibu Sekretaris BPSDMD NTB ibu GUSTI AYU PARIATNI, S.E. Beliau turut serta membagikan dan mensosialisasikan pentingnya penggunaan masker kepada para pengendara yang melintas.


Informasi yang ada saat ini mengindikasikan bahwa dua cara utama transmisi virus COVID-19 adalah percikan (droplet) saluran pernapasan dan kontak. Percikan saluran pernapasan dihasilkan saat seseorang batuk atau bersin. Setiap orang yang berada dalam kontak erat (dalam radius 1 m) dengan orang yang menunjukkan gejala-gejala gangguan pernapasan (batuk, bersin) berisiko terpapar percikan saluran pernapasan yang kemungkinan dapat menyebabkan infeksi (infeksius). Percikan juga dapat jatuh ke permukaan benda di mana virus tetap aktif; oleh karena itu, lingkungan sekitar terdekat dari orang yang terinfeksi dapat menjadi sumber penularan (penularan kontak).


Penggunaan masker adalah salah satu langkah pencegahan yang dapat membatasi penyebaran penyakitpenyakit saluran pernapasan tertentu yang diakibatkan oleh virus, termasuk COVID-19. Namun, penggunaan masker saja tidak cukup memberikan tingkat perlindungan yang memadai, dan harus dilakukan juga langkah-langkah lain. Terlepas dari apakah masker digunakan atau tidak, kepatuhan maksimal dalam menjaga kebersihan tangan dan langkah-langkah PPI lainnya sangat penting untuk mencegah penularan COVID-19 dari orang ke orang.


Sebagai langkah awal, kota Mataram ditunjuk sebagai pilot project pada 32 titik lokasi yang meliputi pasar, terminal, dan titik-titik keramaian lainnya. Hal ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan pemakaian wajib masker ini awalnya dilaksanakan di Kota Mataram sebagai pilot project. Pelaksanaan dan penegakan disiplin mulai diberlakukan mulai Kamis, 14 Mei 2020, jika masyarakat tidak memakai masker maka akan dikenakan sanksi.

 

SILATURAHIM KEPALA BPSDMD NTB DENGAN WIDYAISWARA

SILATURAHIM KEPALA BPSDMD NTB DENGAN WIDYAISWARA

 

Suasana Silaturahim Kepala BPSDMD NTB dengan Para Bapak Ibu Guru Bangsa

Hallo sobat NTB Gemilang, Rabu 06 Mei 2020 Kepala BPSDMD NTB saat ini Bapak Ir. Werdha Magma Ardhi., MT berkesempatan untuk silaturahim menyambangi Widyaiswara BPSDMD NTB. Pertemuan kemarin diawali dengan saling memperkenalkan diri. Kepala BPSDMD yang baru bukanlah sosok baru bagi sebagian besar Widyaiswara, karena pernah dalam tugas yang sama saat di lingkungan struktural.
Namun begitu, pertemuan yang diisi dengan perkenalan itu tak urung menjadi penting maknanya karena bagi Kaban apa yang sudah berjalan baik antara manajemen dan widyaiswara bisa saling melengkapi apa yang menjadi kebutuhan masing-masing. "Kita ingin antara manajemen dan widyaiswara itu bagaikan ikan dan air," ujar Ir. Werdha Magma Ardhi., MT, yang akrab dipanggil Pak Ardhi.

suasana silaturahim yang penuh dengan rasa kekeluargaan

Dalam kesempatan yang sama DR H L Sajim Sastrawan, SH, MH memaparkan secara panjang lebar tentang apa yang selama ini menjadi kesulitan yang dihadapi oleh widyaiswara serta impian untuk mewujudkan peran penting BPSDMD Provinsi NTB sebagai penghasil sumber daya ASN, khususnya ASN di NTB yang terampil dan berkemampuan. Dalam pertemuan silaturahmi yang penuh kehangatan itu banyak hal-hal yang disampaikan oleh para Widyaiswara kepada Kepala BPSDMD.

Didampingi oleh dua Kabidnya, Kaban mengutip ungkapan bijak, "Kalau kita menanam padi, setidaknya yang tumbuh rumput. Tapi kalau kita menanam rumput, tak akan pernah tumbuh padi."
Ungkapan bijak penuh pesan kebaikan itu sekaligus menjadi ungkapan penutup pertemuan yang tetap dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan dimana semua yang hadir mengenakan masker serta berjarak duduk.

 

“Terima Kasih Bapak Yiyit, Selamat Datang Bapak Ardhi” Pisah Sambut Kepala BPSDMD NTB

“Terima Kasih Bapak Yiyit, Selamat Datang Bapak Ardhi”
PISAH SAMBUT KEPALA BPSDMD NTB

 

Suasana hangat dan Kekeluargaan Pisah Sambut Kepala BPSDMD NTB.

Hallo Sobat NTB Gemilang, hari ini selasa tanggal 05 Mei 2020 menjadi momen pisah sambut Kepala BPSDMD NTB. Bapak yiyit sapaan akrab dari Bapak Tri Budiprayitno hari ini resmi mengakhiri jabatan beliau sebagai Kepala BPSDMD NTB, dimana beliau saat ini diberikan amanah untuk menjadi Kasat POL PP Provinsi NTB. Untuk posisi jabatan Kepala BPSDMD NTB saat ini diampu oleh Bapak Ardhi sapaan akrab dari Bapak Ir. Werdha Magma Ardhi., MT., sebelumnya beliau menjabat sebagai Kepala Bappeda Provinsi NTB sejak tahun 2019.

Bapak Tri Budiprayitno (kanan) & Bapak Ir.Werdha Magma Ardhi., MTP (kiri)

Momen pisah sambut ini sekaligus menjadi momen haru teruntuk keluarga BPSDMD NTB melepas Bapak yiyit untuk mengemban tugas di tempat yang baru. Dalam kesempatan ini bapak yiyit banyak menyampaikan permohonan maaf jika selama beliau mengemban tugas di BPSDMD NTB terdapat Ke khilafan baik secara lisan maupun Tindakan. Namun semata-mata semua ini beliau lakukan untuk kemajuan bersama BPSDMD NTB. Dalam masa bakti nya di BPSDMD NTB bapak yiyit banyak mengajak dan mengajarkan tentang arti kedisiplinan dalam bekerja untuk menjadi Instansi yang terbaik dalam memberikan pelayanan dan kontribusi untuk Provinsi NTB. Sebelum bertugas ditempat yang baru, bapak yiyit mengenalkan semua pejabat struktural beserta tupoksi masing dari pejabat tersebut kepada Kepala BPSDMD NTB saat ini bapak Ardhi.

Keluarga Besar BPSDMD NTB beserta Kepala Badan BPSDMD & Bapak Tri Budiprayitno

Selamat Datang Bapak Ardhi, ini yang kami ucapkan segenap keluarga besar BPSDMD NTB untuk menyambut kedatangan Pimpinan BPSDMD NTB saat ini yang di amanahkan kepada bapak Ardhi. Beliau merupakan sosok pemimpin yang baik dan memiliki etos kerja dan visi yang bagus untuk memajukan BPSDMD NTB, terlihat dari paparan dan kinerja beliau pada instansi sebelumnya. semoga dengan kepemimpinan bapak Ardhi BPSDMD NTB akan semakin lebih baik dalam berkontribusi mewujudkan NTB GEMILANG.

 

KEGIATAN BPSDMD NTB MENGAJI

KEGIATAN BPSDMD NTB MENGAJI

Marhabhan ya Ramadhan, alhamdulilah Ramadhan telah tiba semoga bulan Ramadhan tahun ini memberikan berkah kepada kita semua. Meskipun kondisi saat ini berbeda dengan ramadhan sebelumnya namun semangat dan niatan untuk beribadah tidak boleh surut dari sebelumnya. Tentunya dalam keadaan pandemic covid-19 ini menjadi perhatian lebih untuk masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan tahun ini. Kegiatan tarawih dan shalat berjamaah di masjid mulai dibatasi untuk mencegah penyebaran covid-19.

Bapak Tri Budiprayitno (Kepala BPSDMD NTB)

Dalam suasana Ramadhan ini BPSDMD NTB memiliki kegiatan rutin setiap pagi yang dilakukan sebelum memulai aktivitas bekerja. Kegiatan “BPSDMD NTB MENGAJI” ini merupakan kegiatan mengaji yang rutin dilakukan setiap pagi di lingkungan kerja BPSDMD NTB. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah seluruh pegawai karyawan karyawati BPSDMD NTB. Untuk yang bertugas sebagai pemimpin mengaji dilakukan secara bergiliran yang sudah diatur dalam jadwal mengaji. Kegiatan ini dilakukan di mushola BPSMD NTB. Tentunya kegiatan ini tetap memperhatikan protokol Kesehatan seperti menjaga jarak social distancing guna untuk mencegah penyebaran covid-19. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan minat membaca quran dapat ditingkatkan pada seluruh karyawan/karyawati BPSDMD NTB.

 

SUARA KEBENARAN || Oleh : Widyaiswara BPSDMD Prov NTB

SUARA KEBENARAN

Tak hanya aku, dirimu dan dirinya, tapi juga mereka pasti mendengar suara itu, suara dalam kesejatian gerak yang membuatnya tak bersuara. Ya, itulah suara kebenaran, suara yang selalu melintasi udara pikiran siapapun ketika hati dalam totalitas kejernihannya. Hanya karena kesembronoan, kelalaian, serta pengingkaran yang tak beralasanlah yang membuat suara yang berkumandang berulang-ulang itu hilang tak berjejak di pikiran.

Kebenaran itu serupa rumusan keharusan yang tak terbantahkan oleh argumentasi serasional apapun. Ia menjadi pedoman tindakan bagi siapapun tanpa terkecuali bila ingin mencapai kesimpulan yang baik dalam hidupnya. Meski begitu, banyak juga yang tak sanggup bahkan untuk sekedar meletakkannya sebagai ingatan akan cita-cita di pikiran.

Dan cita-cita, apakah ada yang melebihi kebaikan yang bermanfaat dari apapun atau siapapun? Kemuliaan sebuah cita-cita pada akhirnya memang soal kemanfaatan atau kebergunaan. Tak hanya bagi diri sendiri, melainkan juga bagi orang lain. Untuk apa kemewahan bila tak menjawab kesulitan yang sederhana? Untuk apa juga kecanggihan berpikir bila akhirnya hanya makin menciptakan jarak dari realitas?

Kita memang tak akan pernah berdiri sendiri dalam posisi ketika hubungan bertimbal-balik (simbiosis). Siapapun atau apapun, rasanya, tak akan pernah bisa lepas dari persinggungannya dengan yang lainnya. Karena satu sama lain adalah keniscayaan dalam suatu simbiosisme. Hanya apakah pertautan hubungan itu menempatkan kita pada hubungan saling menguntungkan (mutualisme), satunya untung dan satunya tak dirugikan (komensalisme), atau hanya satunya saja yang diuntungkan sementara satunya dirugikan (parasitisme).

Oleh karenanya, siapapun kita, dalam praktek persinggungan hubungan (simbiosis) seperti tergambar di atas, tak akan bisa keluar dari perasaan penyesalan di kesimpulan waktu nantinya bila tak mengindahkan setiap bisikan kebaikan yang tak lain adalah suara kebenaran, suara yang mengamanahkan tugas kemuliaan dalam kehidupan kita sebagai manusia.

Catatan : Cukup Wibowo

 

COVID-19 TAK MENGHALANGI SEMANGAT PESERTA SEMINAR HASIL AKTUALISASI CPNS KABUPATEN BIMA UNTUK UJIAN ONLINE MELALUI VIDCON

COVID-19 TAK MENGHALANGI SEMANGAT PESERTA SEMINAR HASIL AKTUALISASI CPNS KABUPATEN BIMA UNTUK UJIAN ONLINE MELALUI VIDCON

Pada hari Rabu yang lalu 15 April 2020 CPNS Kabupaten Bima melangsungkan ujian seminar hasil aktualisasi ditengah pandemi Covid-19, walaupun dengan keadaan wabah covid-19 saat ini ujian seminar hasil aktualisasi tetap dilaksanakan dengan menggunakan metode online, BPSDMD memfasilitasi kegiatan seminar hasil ini melalui Aplikasi Vidcon Provinsi NTB “SMEETON”.


Dr. Haji Lalu Sajim Sastrawan, SH.,MH. saat menguji peserta diklatsar CPNS Kabupaten Bima menggunakan vidcon "SMEETON"

Semangat para peserta begitu besar dalam menjalani ujian online ini walaupun masih ada beberapa kendala teknis yang terjadi. Kendala terbesar yang dialami adalah koneksi internet yang masih belum terlalu memadai untuk melangsungkan ujian online ini. Namun kendala seperti ini tidak menghalangi semangat para peserta dan panitia, ditengah kendala yang ada ujian tetap berjalan dengan sebagaimana mestinya.

 
Ujian online melalui vidcon sudah melalui uji coba terlebih dahulu sebelum dipustukan untuk menggunakan media online vidcon untuk melakukan ujian jarak jauh ini. Ujian seminar hasil aktualisasi ini dilakukan selama 2 hari, dimulai hari Rabu 15 April 2020 sampai dengan 16 April 2020. Terdapat 8 Kelompok yang mengikuti ujian online ini dengan melibatkan 8 Coach dari Widyaiswara BPSDMD NTB. Dengan penggunaan sistem vidcon online ini diharapkan kegiatan dapat berjalan dengan baik meski sedang berada pada kondisi menghadapi pandemi covid 19 ini.

 

URGENSI PERAN WIDYAISWARA DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI BAGI APARATUR SIPIL NEGARA || Oleh : HAELI., S.E., M.Ak (Widyaiswara)

URGENSI PERAN WIDYAISWARA DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI
BAGI APARATUR SIPIL NEGARA
Oleh :


HAELI., S.E., M.Ak (Widyaiswara)

Latar Belakang

Guru bangsa, status ini tidaklah berlebihan untuk disematkan pada Aparatur Sipil Negara yang memilih jalur pengabdian pada Jabatan fungsional Wisyaisawara. Karena sejatinya widyaisawara adalah gurunya para Aparatur Sipil Negara yang merupakan mesin penggerak birokrasi di Indonesia. Menjadi Widyaiswara tentu merupakan sebuah pilihan karir yang telah dipikirkan dengan cukup matang didasarkan pada minat, kemampuan serta passion yang sangat kuat. Seorang widyaiswara bukanlah guru biasa, karena yang dihadapi adalah peserta yang sudah bekerja di lingkungan birokrasi, sehingga dalam proses pembelajaranpun metode yang digunakan adalah metode andragogy (pembelajaran orang dewasa). Menjadi seorang widyaiswara tentu sudah siap dengan segala tantangan yang harus dihadapi, terutama terhadap tugas yang harus dilaksanakan.

A. Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara
Paradigma baru dalam pengelolaan pengembangan aparatur menuntut adanya pengembangan kompetensi, sesuai dengan amanat Undang-undang nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Pengembangan kompetensi ini dilakukan melalui berbagai pelatihan dimana peran guru bangsa sangat menentukan keberhasilan kegiatan program pengembangan kompetensi tersebut. Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah asset yang dituntut dan harus dikembangkan kompentensinya dalam menjalankan tugas dan fungsi di instansi masing-masing.
Setidaknya terdapat tiga kompetensi kunci yang wajib dimiliki oleh pegawai ASN, yakni kompetensi teknis, kompetensi manajerial, dan kompetensi sosial kultural. Kompetensi teknis diukur dari tingkat dan spesialisasi pendidikan, pelatihan teknis fungsional, dan pengalaman bekerja secara teknis. Sedangkan kompetensi manajerial yang diukur dari tingkat pendidikan, pelatihan struktural atau manajemen, dan pengalaman kepemimpinan. Sementara kompetensi sosial kultural diukur dari pengalaman kerja berkaitan dengan masyarakat majemuk dalam hal agama, suku, dan budaya sehingga memiliki wawasan kebangsaan. Upaya pengembangan kompetensi pegawai ASN dapat dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan, seminar, kursus, dan penataran yang diselenggarakan oleh lembaga kediklatan tingkat Provinsi maupun Nasional sehingga dapat digunakan sebagai salah satu dasar dalam pengangkatan jabatan dan pengembangan karier.
Hal paling utama sesungguhnya adalah output program pengembangan kompetensi mampu menghasilkan perubahan sikap dan perilaku, selain peningkatan pengetahuan dan keahlian sesuai dengan bidangnya sehingga dapat meningkatkan kapasitas dan kompetensi ASN, agar menjadi ASN yang profesional dan berdaya saing dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang bersih dan melayani.

B. Peran Widyaiswara dalam Pengembangan Kompetensi
Amanat Permenpan RB Nomor 22 tahun 2014 tentang jabatan Fungsional Widyaiswara dan angka kreditnya bahwa Widyaiswara adalah suatu jabatan fungsional yang mempunyai tugas pokok mendidik, mengajar, melatih dan melakukan evaluasi dan pengembangan diklat pada lembaga diklat pemerintah. Hal ini jelas menunjukkan bahwa Widyaiswara memiliki peran yang sangat strategis dalam keberhasilan penyelenggaraan pelatihan. Widyaiswara dituntut professional dalam mengelola kelas, menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga seorang widyaiswara dapat berperan sebagai fasilitator, motivator, insporator, inovator, dinamisator dan role models dalam bidang pendidikan dan pelatihan klasikal maupun non klasikal. Agar terjamin profesionalime maka Widyaiswara harus kompeten dalam bidangnya. Tantangannya adalah masih sering dijumpai keluhan tentang kinerja Widyaiswara antara lain tentang masih terbatas kegiatannya hanya pada kegiatan dikjartih, pemenuhan pengembangan unsur kompetensi dan dukungan pengembangan kapasitas personal Widyaiswara belum optimal, unsur pengembangan profesi widyaiswara belum maksimal dan yang paling menyedihkan adanya anggapan bahwa jabatan widyaiswara untuk memperpanjang masa pensiun.
Kualitas Widyaiswara sangat menentukan kualitas pembelajaran, kualitas pembelajaran menentukan kualitas ASN. Era 4.0 merupakan tantangan bagi Widyaiswara untuk lebih mengasah diri dalam menjalankan tupoksinya secara mandiri dan profesional. Widyaiswara harus mampu mengudate metode yang digunakan, bahan ajar, bahan tayang dan kemampuan dalam penguasaan teknologi informasi secara mandiri. Untuk menjawab ini maka sharing knowledge antar Widyaiswara sangat perlu dilakukan dengan membangun jejaring sebagai sarana berbagi ilmu berbagai pengalaman dan permasalahan yang berkaitan dengan pengembangan kompetensi dan profesi Widyaiswara secara mandiri baik di daerah maupun secara nasional.

C. Pembahasan
Memilih jabatan fungsional widyaiswara tentunya sudah siap dengan segala tantangan, widyaiswara berperan sangat penting dan strategis dalam keberhasilan program pengembangan kompetensi ASN terutama dalam menghadapi paradigma baru birokrasi dimana ASN adalah asset negara yang harus terus dikembangkan potensinya.
Peran widyaiswara dituntut semakin professional dalam menjalankan tugasnya hal ini sesuai dengan visi pemerintah untuk menciptakan birokrasi berkelas dunia. Ini tidaklah mudah karena yang dihadapi adalah birokrasi Indonesia dengan ciri-ciri yang sangat kental yaitu careless, mengerjakan yang rutin, silo/ego sectoral dan tertutup. Belum lagi catatan buruk tentang perjalanan birokrasi yaitu ease of doing business rangking 91 dari 189 negara, innovation index rangkin 87 dari 143 negara dan corruption perception index peringkat 90 dari 176 (tahun 2018).
ASN menjadi faktor kunci dalam pembangunan daya saing bangsa, peran Widyaiswra sangat strategis dalam program pengembangan kompetensi ASN. Widyaisawara yang professional dan kompeten dalam tugasnya merupakan penjamin mutu bagi lembaga kediklatan karena kualitas Widyaiswara sangat menentukan kualitas pembelajaran, kualitas pembelajaran menentukan kualitas ASN sesuai dengan tuntutan era industry 4.0.
UU ASN no 5/2014 mengamanatkan bahwa harus dilakukan pengambangan kompetensi asn ini diperkuat dengan PP Nomor 11/2017 bahwa hak pengembangan kompetensi ASN adalah 20 JP pertahun maka salah satu bentuk pengembangan kompetensi adalah melalui pelatihan dan tugas pokok Widyaiswara adalah melaksanakan DIKJARTIH kepada ASN melalui program-program pelatihan. Peserta pelatihan berhak mendapatkan pengajar terbaik dan WI dituntut secara kompetensi menjadi terbaik dibidangnya.

D. Kesimpulan
ASN sebagai asset dan factor kunci dalam menjalankan birokrasi berhak mendapatkan hak pengembangan kompetensi dengan tenaga pengajar/widyaiswara terbaik dibidangnya. Sebagai guru bangsa Widyaiswara dituntut professional dalam mengelola kelas, menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga seorang widyaiswara dapat berperan sebagai fasilitator, motivator, insporator, inovator, dinamisator dan role models, mengutip kata bijak Dr. Ajriani Munte Salak, M.Ed satu tindakan lebih baik dari 1000 buku/modul. Widyaiswara harus mampu mengudate serta sharing knowledge dengan membangun jejaring sebagai sarana berbagi ilmu berbagai pengalaman dan permasalahan yang berkaitan dengan pengembangan kompetensi dan profesi Widyaiswara secara mandiri baik di daerah maupun secara nasional. Mengakhiri tulisan ini dengan kutipan kalimat bijak “A teacher who is attempting to teach without inspiring the pupil with a desire to learn is hammering on cold iron.” ~Horace Mann artinya ”Seorang guru yang berusaha mengajarkan tanpa menginspirasi muridnya dengan keinginan untuk belajar adalah seperti memalu besi dingin”. Semoga bermanfaat **

[sdm_download id="9651" fancy="0"]