Home / eko prasetyo (page 4)

eko prasetyo

7 FAKTOR PENDUKUNG ETOS WIDYAISWARA || Oleh Dr. Prasetya Utama

7 FAKTOR PENDUKUNG ETOS WIDYAISWARA

Oleh : Dr. Prasetya Utama

Pasal 1 ayat (2) Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 22 tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Angka Kreditnya menyebutkan bahwa "Widyaiswara adalah PNS yang jabatannya mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak untuk melakukan kegiatan mendidik, mengajar, dan/atau melatih Pegawai Negeri Sipil (PNS)  dan melakukan evaluasi dan pengembangan Pendidikan dan Pelatihan  pada Lembaga Diklat Pemerintah".

Sebagaimana telah dijelaskan diatas bahwa, sebagai guru bangsa, widyaiswara memiliki peran sangat strategis dalam mendidik ASN agar memiliki karakter, kompetensi serta kualifikasi yang profesional dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya dalam pelatihan agar  berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan, maka seorang widyaiswara (komunikator) harus  melakukan komunikasi  yang   efektif   dengan  peserta  pelatihan.  Efektif  disini  tentu  saja mengacu  pada  prinsip  komunikasi  yang  efektif  dimana  pesan  yang  diterima sama   dengan   pesan   yang   dikirim.   Prinsip   ini   penting   karena   seorang widyaiswara harus mampu menyampaikan materi secara tepat pada peserta pelatihan.

Menurut pakar komunikasi Unpad, Prof.Onong Uchjana Effendy, menyatakan bahwa kemampuan komunikator sangat dipengaruhi oleh etos dan sikap komunikator (widyaiswara) itu sendiri.

Etos komunikator adalah nilai diri seseorang yang merupakan sinergi antara kognisi (Cognition), afeksi (affection), dan konasi (conation). Kognisi adalah proses memahami dengan pikiran, afeksi adalah perasaan yang ditimbulkan akibat rangsangan (stimulus) dari luar dan konasi adalah aspek psikologis yang berkaitan dengan upaya atau perjuangan.

Jadi, informasi atau pesan yang disampaikan widyaswara (komunikator) kepada peserta pelatihan akan efektif bila terjadi proses psikologis yang sama antara widyaiswara dengan peserta pelatihan. Dengan kata lain, informasi atau pesan yang disampaikan widyaiswara kepada peserta pelatihan itu sefrekuensi (in tune). Situasi komunikatif seperti itu terjadi bila terdapat etos pada diri widyaiswara.

Etos tidak timbul pada diri seseorang dengan sendirinya, tetapi perlu proses, latihan dan pembelajaran, pengalaman dan jam terbang widyaiswara. Ada beberapa faktor yang mendukung terbentuknya etos seorang widyaiswara:

1.Kesiapan (Preparedness)

Seorang widyaiswara yang mengajar di kelas harus menunjukkan kesiapannya di depan peserta pelatihan, baik kesiapan mental/spiritual, fisik maupun materi yang akan disampaikan.

Kesiapan ini akan tampak pada sikap dan gaya penyampaiannya yang meyakinkan. Tampak oleh peserta pelatihan penguasaan materi yang disampaikan yang selalu up to date, media pembelajaran yang lebih bervariasi, bobot spiritual yang menyertai setiap ucapan dan penampilan fisik yang penuh semangat.

Termasuk dalam era revolusi industri 4,0 dan pandemi covid-19  mengharuskan widyaiswara untuk beradaptasi serta mencari terobosan agar pengembangan kompetensi dapat terus  tidak hanya berkutat dalam lingkup kelas ajar, melainkan harus menguasai dan mengembangkan kemampuan literasi digital, metode pembelajaran yang beyond limit, dengan mengubah mindset dan tata kelola untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Karena saat ini kita dihadapkan pada beragam generasi yang ada di dalam organisasi, mulai dari generasi baby boomers, generasi X, generasi Y, hingga sebagian besar generasi milenial yang banyak mendominasi ASN. Dewasa ini kita sudah mulai dengan pergeseran metode atau cara kita melatih yang tadinya klasikal dengan biaya tinggi serta memerlukan sarana dan prasarana yang kadang memberatkan, kemudian bergeser kepada e-learning atau pembelajaran jarak jauh yang akan memberikan kesempatan lebih besar kepada ASN kita dari Mataram sampai Bima untuk dapat menikmati pelatihan-pelatihan dengan mudah.

Ada pepatah bahasa Arab : “ faqiidusysyaii’ laa yu’thi “  artinya orang yang tak memiliki, tak akan bisa memberi. Atau sebuah pemeo yang selalu dijadikan pegangan para orator “qui ascendit sine labore descendit sine honore “ yang artinya, siapa yang naik tanpa kerja, turun tanpa kehormatan. Maknanya, siapa yang naik mimbar tanpa persiapan yang matang, akan turun secara tidak terhormat.

Peserta pelatihan yang heterogen baik dari segi belakang pendidikan, ASN zaman milenial, pengalaman, budaya dan sebagainya akan menimbulkan “wabah mental” yang kadang-kadang bersifat kritis dan tajam. Jika seorang peserta pelatihan ada yang berteriak agar widyaswara yang sedang menyampaikan pembelajaran kemudian tiba-tiba diinterupsi karena statement yang disampaikan dianggap “:nyeleneh” menurut mereka, besar kemungkinan teriakan tersebut akan diikuti yang lainnya secara serempak dan serentak oleh karena itu diperlukan persiapan dan perencanaan  yang matang sebelum widyaiswara tampil di depan kelas.

2.Kesungguhan (seriousness)

Seorang widyaiswara yang berbicara membahas sebuah topik dengan menunjukkan kesungguhan, akan menimbulkan kepercayaan kepada peserta pelatihan kepadanya. Kesungguhan akan terlihat dari sikap dan bobot kalimat yang diucapkan.

Keseriusan tidak selalu identik dengan kekakuan yang menyebabkan suasana pembelajaran menjadi kaku dan tegang. Banyak orator atau motivator yang berhasil menyisipkan humor dalam ceramahnya, tetapi dengan hati-hati mereka menghindarkan diri dari julukan sebagai pelawak.

Humor yang proporsional, relevan dan benar kadang kala akan menambah kedekatan widyaiswara dengan peserta pelatihan, sebaliknya humor yang berlebihan, tidak relevan dan mengada-ada akan menimbulkan kesan ketidakseriusan yang menyebabkan peserta pelatihan tidak simpati kepada widyaiswara.

3.Keikhlasan (sincerity)

Seorang widyaiswara harus ikhlas dalam niat dan perbuatannya, bahwa apa yang diniatkan dan dilakukan semata-mata mengharap karena ridha Allah. Dan ini harus terlihat dalam ucapan dan sikap. Sebab, kadang kala ada seorang widyaiswara secara tidak sengaja yang nyerempet-nyerempet menyinggung soal coin dan point meskipun itu dilakukan dengan bentuk humor. Sikap tidak ikhlas memunculkan kesan negatif pada pikiran peserta pelatihan yang pada akhirnya mereka menolak setiap pesan yang disampaikan.

4.Kepercayaan (confidence)

Seorang widyaiswara senantiasa harus memancarkan sikap percaya diri. Sikap ini harus selalu muncul dengan penguasaan diri dan situasi secara maksimal. Ia harus selamanya siap menghadapi segala situasi. Meskipun ia harus menunjukkan sikap rasa percaya diri, jangan sekali-kali bersikap sombong dan takabur. Salah satu kesalahan Dewey pada waktu kampanye pemilihan presiden Amerika Serikat melawan Roosevelt adalah kesan bahwa, ia akan meraih kemenangan. Sikap takabur itulah akhirnya menyebabkan masyarakat lebih memilih Roosevelt. Intinya seorang widyaiswara harus berpenampilan “low profile high product ”.

Rasa percaya diri merupakan perpaduan antara sifat shiddiq (selalu benar), amanah (dapat dipercaya), tabligh (selalu menyampaikan/tidak menyembunyikan) dan fathonah (cerdas). Sifat-sifat inilah menjadi faktor kesuksesan dakwah Nabi Muhammad SAW.

5.Ketenangan (poise)

Peserta pelatihan akan menaruh kepercayaan kepada widyaiswara yang tenang dalam penampilan dan dalam menguraikan kata-kata. Ketenangan yang ditunjukkan seorang widyaiswara akan menimbulkan kesan bahwa, ia sudah berpengalaman dalam menghadapi peserta pelatihan dan menguasai persoalan yang akan dibicarakan. Lebih-lebih apabila ketenangan itu diperlihatkan pada saat menghadapi pertanyaan-pertanyaan sulit atau mendapat serangan gencar dari para peserta pelatihan.

Dan memang, jika widyaiswara bersikap tenang ia akan melakukan ideasi (ideation) dengan mantap, yakni pengorganisasian pikiran, perasaan dan hasil penginderaanya yang terpadu, sehingga yang terlontar adalah jawaban yang logis dan argumentatif.

6.Keramahan (friendship)

Keramahan seorang widyaiswara akan menimbulkan rasa simpati peserta pelatihan kepadanya. Keramahan tidak berarti kelemahan, tetapi pengekspresian sikap etis. Lebih-lebih jika widyaiswara muncul dalam forum perdebatan. Adakalanya dalam sebuah pembelajaran timbul tanggapan dari salah satu dari peserta pelatihan yang memberikan kritikan tajam. Dalam situasi seperti ini, sikap hormat widyaiswara dalam memberikan jawaban akan meluluhkan sikap emosional si pengeritik dan akan menimbulkan rasa simpati kepada widyaiswara.

7.Kesederhanaan (moderation)

Kesederhanaan tidak hanya menyangkut hal-hal yang bersifat fisik, tetapi juga dalam hal penggunaan bahasa sebagai alat untuk menyalurkan pikiran dan perasaan. Kesederhanaan seringkali menunjukkan keaslian dan kemurniaan sikap. Dalam kehidupan sehari-hari kadangkala kita jumpai seorang widyaiswara meniru orang lain dalam hal gaya bicara dan juga gaya hidup. Pengungkapan kata-kata asing yang terkesan ilmiah tanpa memberi tahu artinya tentu saja akan membingungkan peserta pelatihan. Begitu pula dalam penampilan fisik, misalnya dalam berpakaian sebagaimana layaknya artis yang hendak manggung tentu akan menimbulkan kesan bahwa seorang widyaiswara kurang sikap  kesederhanaannya yang dicontohkan kepada peserta pelatihan.

Selamat Hari Widyaiswara Nasional yang ke- XX dengan kebangkitan Widyaiswara Indonesia menuju transformasi profesi dan organisasi yang handal untuk ASN yang unggul Indonesia Maju.

Wallahu a’lam bishshawab.

 

Diadaptasi dari buku Dinamika Komunikasi (Prof. Drs. Onong U Effendy, MA)  

 

Rapat Persiapan Diklat Penjenjangan Widyaiswara

Sobat Gemilang dan Insan berPIKIR

Upaya peningkatan kompetensi bagi ASN tidak hanya diperuntukkan bagi kalangan Manajemen semata namun pihak fungsional khususnya Widyaiswara pun harus terus dipacu.
Rencana persiapan penyelenggaraan Diklat berjenjang tinggi dan menengah jabatan fungsional Widyaiswara tahun 2020, yang akan diselenggaran pada bulan November 2020 ini adalah sebagai ihktiar untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme diri mulai dilaksanakan melalui rapat perdana yang diselenggarakan oleh penitia penyelenggara, Kepala BPSDMD dan Widyaiswara, pada tanggal 22 September 2020 yang lalu.

 


Beberapa point dihasilkan dari pertemuan tersebut diantaranya :
1. Koordinasi dilakukan dengan pihak LAN RI, terkait Izin Prinsip penyelenggaraan dan Rekomendasi, agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik.
2. Melihat jumlah animo peserta yang cukup besar, maka jika ini dapat dikelola dengan baik dan professional maka akan menjadi sebuah magnitude besar bagi NTB, yang memberikan impact terhadap pengembangan Pariwisata.
3. Pelaksanaan giat ini akan menggandeng pihak Universitas Mataram selaku Institusi Pelaksana, sehingga diperlukan komunikasi yang intensif dalam merumuskan Perjanjian Kerjasama (PKS), instrument – instrument yang diperlukan didalam pelaksanaan diklat sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar.
4. Sebagai agen transpormative, Widyaiswara dan Manajemen harus bersinergi untuk membuat produk –produk kediklatan yang gemanya bisa membahana ke Nusantara.
Di akhir pertemuan tersebut ada harapan Kaban yang disampaikan bahwa jika diklat ini bisa kita laksanakan, bukan tidak mungkin diklat penjenjangan yang lain juga akan bisa kita laksanakan.

 

BPSDMD NTB TELAH BERHASIL MENDIKLATKAN 878 ORANG PEJABAT LINGKUP PEMPROV NTB

Hallo Sobat NTB Gemilang & Insan BerPIKIR..

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan lembaga Pelatihan Pemerintah yang telah terakreditasi oleh Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), demikian  pengarahan disampaikan oleh Kepala BPSDMD Provinsi NTB  Ir. WEDHA MAGMA ARDHI, M.TP pada Apel pagi Selasa Tanggal 6  Oktober 2020, dengan demikian BPSDMD  Provinsi Nusa Tenggara Barat berhak melaksanakan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP), Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA), Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN), Diklat Latsar CPNS, Diklat Fungsional  maupun Pelatihan / Diklat lainnya.

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Nusa Tenggara Barat telah berhasil melaksanakan Diklat/Pelatihan Kepemimpinan sebanyak  878 orang  sejak  4 (empat)  tahun terakhir  sejak tahun 2016 sampai dengan tahun 2019 yang terdiri dari  PKP  564  orang, PKA  291  orang dan PKN sebanyak  23 orang.

Dari  878 orang Pejabat yang telah mengikuti Diklat  tersebut,  lanjut Kepala BPSDMD Provinsi NTB  sampai saat ini masih ada  67 orang  pejabat yang belum menyelesaikan kewajibannya yaitu membuat Laporan Aksi Perubahan (Proyek Perubahan) sehingga Surat Tanda Tamat Pelatihan (STTP) masih tertahan pada Bidang Pengambangan Kompetensi Manajerial (PKM) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagaimana telah tertuang nama-nama  pada surat kami Nomor : 800/705/BPSDMD/PKM/2020 tanggal 24 Agustus 2020.

Kepala  BPSDMD Provinsi NTB Ir. WEDHA MAGMA ARDHI, M.T.P menghimbau kepada Pejabat Eselon  III  dan Eselon  IV yang telah mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP), Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) agar segera menyelesaikan Laporan Aksi Perubahan (Proyek Perubahan) sebagai syarat untuk pengambilan Surat Tanda Tamat pelatihan (STTP)/ Sertifikat sebelum  mengambil  tindakan lebih lanjut, atau melaporkan kepada Gubernur NTB melalui Sekda, mengingat Anggaran Biaya Pelatihan tersebut telah menghabiskan dana APBD yang cukup besar.

Pada tahun anggaran 2021 Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Nusa Tenggara Barat Ir. WEDHA MAGMA ARDHI, M.T.P. menginformasikan bahwa BPSDM Provinsi NTB juga akan melaksanakan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP), Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA), Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) dan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS se Nusa Tenggara Barat

 

BPSDM Pemprov Riau melaksanakan STULA bagi Kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) di Provinsi NTB.

Hallo Sobat NTB Gemilang dan Insan Berpikir…

BPSDMD Pemprov Riau Melaksanakan STULA (Studi Lapangan) untuk pelaksanaan Kegiatan PKP (Pelatihan Kepemimpinan Pengawas) di Provinsi NTB pada tanggal 27 September sampai dengan 01 Oktober 2020. BPSDMD Pemprov Riau Melaksanakan  Giat PKP (Pelatihan Kepemimpinan  Pengawas) dengan Pola Blended Learning dan Provinsi NTB menjadi tujuan kegiatan STULA (Studi Lapangan) bagi Kegiatan tersebut. Adapun BPSDMD Provinsi NTB, BAPPEDA dan INSPEKTORAT  terpilih menjadi Lokus  kegiatan.Kegiatan Stula PKP ini menggunakan aplikasi zoom cloud meeting. Kegiatan ini dibuka oleh SEKDA Provinsi NTB pada hari Senin,tanggal 28 September  pukul 10.00 WITA, bertempat di ruang Kerja SEKDA NTB dengan aplikasi ZOOM Cloud Meeting.

kegiatan STULA di Inspektorat Pemprov NTB

 

kegiatan STULA di BAPPEDA Pemprov NTB

kegiatan STULA di BPSDMD NTB

Kegiatan STULA di BPSDMD Provinsi NTB, BAPPEDA dan INSPEKTORAT  ini dibagi dalam 3 kelompok kerja, yang masing-masing kelompok di wakili dari pihak manajemen BPSDM Provinsi Riau dan didampingi oleh ASN Bidang PKM BPSDMD Provinsi NTB.  Pelaksanaan STULA dimasing-masing LOKUS menggunakan aplikasi Zoom Cloud Meeting, pada tanggal 28 dan tanggal 30 September 2020.

 

SUKSESNYA PENYELENGGARAAN PELATIHAN DASAR MANAJEMEN BENCANA

Hallo Sobat NTB Gemilang dan Insan Berpikir..

Giat pelatihan dasar Manajemen Bencana ini merupakan kegiatan pelatihan yang terselenggara berkat Kerjasama antara Pusdiklat BNPB dengan BPSDMD NTB beserta BPBD NTB. Pusdiklat BNPB sebagai inisiator penyelenggara dipusat sedangkan BPSDMD beserta BPBD NTB sebagai penyelenggara di tingkat daerah. Giat ini diselenggarakan selama 5 hari. Dimulai pada tanggal 28 September 2020 sampai dengan tanggal 02 Oktber 2020 bertempat di Ballroom Garuda Hotel Golden Pallace Mataram.

Ditengah era adaptasi kebiasaan baru maka pelatihan ini mengusung metode blended dalam pembelajarannya. Dimana menggabungkan antara metode klasikal tatap muka dan metode daring melalui video conference maupun e-learning. Kegiatan pelatihan ini dibuka secara langsung oleh KALAK BPBD Provinsi NTB bapak I Gusti Sugihartha serta sambutan yang disampaikan oleh Kapusdiklat BNPB melalui video conference zoom meeting.

Sambutan pembukaan oleh KALAK BPBD NTB

 

Pelatihan dasar menajamen bencana ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar tentang bagaimana manajemen bencana dari Langkah pencegahan, saat terjadi bencana maupun pasca bencana. Sehingga diharapkan para peserta yang mengikuti diklat ini akan menjadi garda terdepan untuk bisa melakukan hal terkait dengan manajemen pada saat terjadi bencana pada setiap OPD atau Instansi masing-masing. Terhitung sebanyak 38 orang yang menjadi peserta pada pelatihan ini yang terdiri dari lingkup pemerintah Provinsi, Pemkot Mataram, Pemkab Lobar, Loteng, Lotim dan Lotara. Para peserta yang mengikuti DIklat ini sudah melalui tahapan Rapid Test sehingga dapat dipastikan seluruh peserta dalam keadaan Non Reaktif.

suasana pembelajaran

pembelajaran melalui media daring

Para Narasumber atau pengajar pada diklat ini terdiri dari Widyaiswara dari Pusdiklat BNPB, Widyaiswara BPSDMD NTB serta BPBD Kabupaten Lotim. Dalam kegiatan Diklat ini para peserta nampak antusias mengikuti kegiatan pembelajaran dengan metode e-learning ini menggunakan zoom meeting dan google class room. Para peserta mendapatkan pengamalan baru dalam mengikuti kediklatan yang mengusung e-learning di era adaptasi kebiasaan baru ini.

Penutupan Acara oleh Kepala BPSDMD NTB

Penutupan diklat ini diakhiri dengan kegiatan post tes yang diikuti oleh para peserta yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana pemahaman peserta selama mengikuti kegiatan diklat. Pada kesempatan ini juga Kepala BPSDMD NTB Bapak Wedha Magma Ardhi berkenan untuk menutup acara diklat yang telah diselenggarakan selama 5 hari ini.

 

Giat Rapat Bidang PKT Penentuan Materi, Kurikulum dan Narasumber Diklat BSC, A3 dan Perencanaan Penganggara LFA

Hallo Sobat NTB Gemilang & Insan BerPIKIR..

Giat Rapat Bidang PKT hari ini Rabu 23 September 2020 bersama Kepala BPSDMD Provinsi NTB, Sekretaris DISHUB Provinsi NTB, Widyaiswara BPSDMD Prov.NTB, Kepala Bidang, Kasubbid dan Staff PKTI BPSDMD Provinsi NTB.

Adapun Agenda Rapat yang dibahas adalah Penentuan Materi, Kurikulum dan Narasumber Diklat BSC, A3 dan Perencanaan Penganggaran LFA.

 

Rapat diawali dengan pemaparan singkat terkait Diklat BSC A3 berbasis LFA yang akan dilaksanakan pada tanggal 12 sampai dengan 16 Oktober 2020 dan Perencanaan Penganggara berbasis LFA pada tanggal 19 sampai dengan 23 Oktober 2020  oleh Kabid PKTI.  Alasan Pelaksanaan Diklat disampaikan oleh Sekretaris Dinas Perhubungan Ibu Suryani Eka Wijaya PhD, yakni  Keterbatasan Dana Pembangunan Daerah, Merumuskan Strategi Percepatan Pencapaian target kinerja  NTB Gemilang, Optimalisasi SDM dan lainnya dengan Permasalahan Kelemahan OPD dalam merumuskan narasi indicator pada berbagai level perencanaan, Analisis Penyusunan casecading program strategis dan program unggulan belum optimal, esensi dari program tersebut belum diterjemahkan dengan baik oleh OPD kemudian Target sasaran diklat BSC dan A3 berbasis LFA :  WIdyaiswara,Target Sasaran Diklat Perencanaan Penganggaran berbasis LFA : Kasubbag Program.

Adapun tema Diklat yang diangkat adalah : KEK MANDALIKA dimana yang menjadi pokok pembahasannya Pengembangan dan dampak terhadap keberlanjutan di NTB. Terakhir, HARAPAN dari terlaksananya Diklat ini adalah :

  1. Opd penanggung jawab program strategis dan program unggulan
  2. Narsum bappeda mampu menjelaskan a3 strategis, monev kinerja capaian
  3. Peran wi “dokter opd” untuk mendampingi bappeda, biro ap, biro organisasi, inspektorat dan bkd
  4. 3 substansi yang harus dikuasai oleh wi adalah ilmu/konsep, regulasi terkait, dan implementasi/aplikasi
  5. Disepakati tematik untuk latihan adalah kek mandalika
  6. Perlu mengintegrasikan konsep manajemen risiko dalam diklat
  7. Peran wi untuk melatih kasubag program secara optimal

 

 

 

Peraturan Gubernur tentang “Sistem Pengelolaan Pengembangan Kompetensi SDM di NTB” resmi di tanda tangani Gubernur

Hallo Sobat NTB Gemilang,

Insan BerPIKIR...

Rasa syukur yang di sampaikan kepala BPSMD Provinsi Nusa Tenggara Barat (Ir. Wedha Magma Ardhi.,MT) didepan seluruh pegawai BPSDMD Provinsi NTB pagi ini,Selasa, 22 September 2020 dimana syukur itu karna telah di tanda-tanganinya peraturan Gubernur tentang “Sistem Pengelolaan Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia di Nusa Tenggara Barat” yang mana ini merupakan hasil perkonsultasian dari Ibu Sri Wahyuni, M.Pd salah seorang peserta Pelatihaan kewidyaiswaraan berjenjang Tingkat Tinggi (Widyaiswara BPSDMD Prov.NTB) di BPSDM Provinsi Riau pada bulan januari 2020 lalu.

 

Kepala Badan Saat Memberikan Ucapan Selamat Kepada Hasil Perkonsultasian Ibu Sri Wahyuni

Dalam pidatonya Kepala badan menyampaikan; Alhamdulillah “Kabar baik hari ini“
Barang kali seluruh indonesia hanya kita yang bisa boleh dikatakan memberikan kado terbaik bagi lahirnya asosiasi Profesi Widyaiswara karna pergub ini betul-betul meletakkan eksistensi Widyaiswara sebagai sebuah profesi dan sosok ASN yang mempunyai kewajiban untuk melahirkan ASN bertalenta dalam rangka mengujudkan Indonesia maju,

Selamat kepada kita semuanya atas pencapai-pencapain ini, dan telah di tanda tanganinya peraturan Gubernur tersebut,
Bapak ibu sekalian sebagaimana yang sering saya menjadi logika pemikiran saya dalam merencanakan pembangunan ini, melaksanakan tugas tugas kita ini yaitu dengan konsep-konsep lokomotif gerbong dan penumpang itu yang mulai saya canangkan waktu saya di Bapedda dulu,maka di BPSDMD inipun saya seperti itu, lokomotipnya ini sudah ada sekarang ini bapak dan ibu sekalian, katanya, kacuali yang kita sudah siapkan pergub ini, ini akan menjadi penggerak kita semuanya kemudian gerbong-gerbongnya sudah kita siapkan dengan penugasan penugasan, kemudian tugas perkonsultasian lain dari pak Gusti lanang Rakayoga dengan yel-yel dan Marsnya, ini yang akan menyemangati kita semua dengan riang gembira di dalam gerbong kediklatan, pengembangan evaluasi kediklatan itu, kita bernyanyi bersemagat dengan yel-yel.

Dr. H. Lalu Sajim Sastrawan SH, MH Saat Memberikan Ucapan Selamat Kepada Hasil Perkonsultasian Ibu Sri Wahyuni

Marilah kita menjadi masinis,Kondektur dan penumpang yang baik di dalam gerbong kereta api Kediklatan kita ini.
Sekali lagi saya sampaikan selamat kepada kita semua Bapak Ibu sekalian, tugas-tugas kedepan sesungguhnya sangat menantang, menuntut dedikasi kita, loyalitas kita, dan yang paling penting adalah harga mati kita adalah kedisiplinan kita, disiplin adalah harga mati dan apa semua pencapain pecapain kita ini dikarnakan kita menerapkan dan menimplmentasikan apa yang namanya disiplin dan kerja kita di BPSDM ini bener benar kita niatkan sebagi ibadah.

Tugas paling berat kita adalah dengan adanya pergub ini maka selanjutnya kita akan upayakan yaitu perubahan pergub terkait dengan eksistensi balai-balai latihan lainnya yang ada NTB ini, dengan adanya pergub ini insya allah maka akan menjadi UPT dari BPSDMD dan ini akan membesarkan organisasi kita dan mudah mudahan besarnya itu bukan besarnya balon tapi besar luar dalam, punya kemampuan yang pasti. katanya Kepala Badan menutup pidatonya. Dalam kesempatan yang sama juga oleh kepala Badan memberikan waktu kepada Ibu Sri Wahyuni selaku peserta pelatihan Kewidyaiswaraan Berjenjang Tingkat Tinggi dan Dr Lalu Sajim Sastrawan selaku mentor.

 

 

Ibu Sri Wahyuni Saat Memberikan Ucapan Terima Kasih Kepada Seluruh Keluarga Besar BPSDMD Karena telah mendukung Kegiatan Perkonsultasian beliau

dalam pidatonya ibu Sri Wahyuni (WI BPSDMD NTB) menyampaikan;

terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga besar BPSDMD Provinsi NTB atas kerjasama yang sungguh-sungguh dan solid. Sesungguhnya ini adalah keberhasilan kolegial, hasil bersama dalam mewujudkan cita-cita besar BPSDMD Provinsi NTB baik dari teman-teman staf, kabid, kasubbid dan semua bahkan seluruh kita memiliki cita-cita yang sangat besar ini untuk bagaimana memperkuat kapasitas lembaga kita, sesungguh latar belakang dari impian ini sudah lama kami harapkan bisa teruwud. Yaitu bagaimana BPSDMD ini bisa lebih kuat memberdayakan kapasitasnya untuk tidak hanya melakukan hal hal biasa dan runititas dengan beberapa alasan:
1. Potensi SDM yang sangat luar biasa , dari Widyaiswara , dari manajemen kemudian fasilitas

2. Sumber Daya Manusia Provinsi NTB sebagai kostumer kita sangat potensial, baik dari ASN dan non ASN untuk dikembangkan kompetensinya baik Teknis, Manajerial, fungsional maupun sosio kulturalnya sesuai dengan PP No 11 Tahun 2017 ttg Manajemen ASN yang diubah menjadi PP No 17 Tahun 2020.

3. Adanya Peraturan Pemerintah Nomor 33 tahun 2018 tentang Pelaksanaan Tugas dan Wewenang Gubernur sebagai wakil Pemerintah di Daerah serta PP No 38 tahun 2017 tentang Inovasi, dimana BPSDMD sebagai Perangkat Daerah salah satu fungsinya adalah menjadi tink tank yang berkaitan dengan penyusunan kebijakan pengembangan kompetensi SDM dalam dalam mewujudkan Visi NTB Gemilang khususnya Misi ke 2 yaitu “NTB Bersih dan Melayani” melalui birokrasi yang berintegritas, berkinerja tinggi, bersin dari KKN dan berdedikasi. Dan Misi 3 : “NTB cerdas dan sehat” melalui peningkatan kualitas SDM dan Daya saing daerah

 

Kegiatan Seminar Perkonsultasian 

Itulah sebabnya ide mengapa perkonsultasian kami mengarah kepada Penguatan Regulasi sebagai slah satu strategi Penguatan Kapasitas BPSDMD, melalui Penyusunan Peraturan Gubernur berkaitan dengan Sistem Pengelolaan Pengembangan Kompetensi Sumber Daya manusia di NTB, jadi ternyata mimpi kita sama,mimpi saya pribadi,mimpi mentor saya ,ternyata juga terconnecting dengan mimpi pak kaban dan teman-teman sehingga ini menjadi mimpi kita bersama,

Isi dari Perturan Gubernur ini  adalah cita-cita kita bersama sehingga harapannya kedepan kita semua akan terus belajar, berupaya optimal untuk mengembangkan potensi kita masing-masing, menjadikan lembaga kita sebagai tempat belajar sehingga bisa bertumbuh dan bersinergi sesuai tugas dan fungsi kita untuk membesarkan lembaga kita ini.

Terima kasih sebesar-besarnya atas diskusi yang sangat panjang kepada mentor Bapak Lalu Sajim Sastrawan yang selama ini sesungguhnya kita impikan lama dari dua tahun lalu berhasil.

Kepada Bapak Kaban, Ibu Sekban, Bapak dan Ibu Kabid, Bapak Ibu Kasubag, Bapak dan Ibu Kasubid yang selama ini sama sama berjibaku dalam proses tersusunnya Peraturan Gubernur ini, saya sampaikan terima kasih tak terhingga atas dukungan dan komitmen kita bersama. Dan kepada teman-teman semua keluarga besar BPSDMD Provinsi NTB..saya bangga berada diantara orang orang baik dan hebat seperti Bapak dan ibu, sebagai ungkapan rasa bahagia, sesungguhnya saya ingin memeluk anda semua tapi di dalam hati saja ya..

Dan sebagai harapan tertinggi, semoga niat baik dan upaya baik ini bisa diterima sebagai sesuatu yang baik dan bermanfaat. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa meridhoi dan merahmati kita semua, serta segala kebaikan yang kita lakukan menjadi amal jariah fii dunia wal akhirah...ibu sri menutup pidatonya.

 

Kepala Badan BPSDMD NTB Saat Acara Seminar Perkonsultasian 

Sementara Dr H. Lalu Sajim Sastrawan yang dalam hal ini berkesempatan yang sama menyampaikan;
Mimpi kita, mimpi BPSDMD mimpi provinsi NTB, yang sudah lama menginginkan manajemen pengelolaan kediklatan SDM di Nusa Tengggra barat ini dapat dikelola dalam satu pintu, melalui diskusi yang sangat panjang banyak orang yang ragu,dan memandang sebelah mata,tapi saya katakan sama bu sri wahyuni maju saja terus karna apa yang akan anda lakukan ini kelak di kemudian hari akan merubah warna dan rona penyelenggaraan pemerintahan kediklatan di Nusa Tengggara Barat. Bahkan maaf pada waktu itu kaban yang dulu saja ragu karna yang di angkat ini adalah peraturan gubernur yang ini tidak mudah. saya bandingkan pak kaban, di perikanan itu pak yudi mencoba mengakat pergub untuk memudahkan pengelolaan Sumber Daya kelautan dan perikanan di NTB itu membutuhkan waktu satu tahun ,itu kerja dinas semetara ibu Sri untuk melaksanakan tugas yang sangat mulia ini membutuhkan 3 sampai 4 bulan, dan alhamdulillah kemeren kira -kitra jam 12 kami di informasikan bahwa pergub itu sudah di tanda tangani,terus terang saya sedih,bahagia dan gebira,bahawa apa yang kita selama ini kita idam-idamkan, kehendaki yang kita ingin wujudkan di BPSDM ini ternyata sudah berhasil,sehingga dalam waktu yang bersamaan saya informasikan keada Kepala Badan bahwa ini kita tidak bisa berlama lama ,bapak harus melakukaan pendekatan kepada bapak sekda kemudaian kita bikin map stonenya dan kapan kita bergerak untuk mengujudkan cita cita itu, sekali lagi saya sampaikan kepada ibu Sri wahyuni dan bapak kaban yang telah memberikan dukungan yang sangat luar biasa sehingga apa yang kita niatkan dapat kita wujudkan bersama dan husus trima kasih kepada kaban yang telah memberikan ruang yang sangat luas bagi kami untuk berexpresi.’katanya.

ArthaBudi 22.sept 20

 

GIAT E-SEMINAR ANALISIS JABATAN DAN ANALISIS BEBAN KERJA RUMAH SAKIT MANAMBAI SUMBAWA

Hallo sobat NTB Gemilang dan Insan BerPIKIR,

Hari ini kamis 17 September 2020 BPSDMD NTB menggelar seminar Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja pada Rumah Sakit Manambai. Penyampaian Hasil analisis jabatan dan analisis beban kerja pada Rumah Sakit Manambai langsung disajikan oleh Direktur Utama Rumah Sakit Manambai. Kegiatan seminar dilakukan melalui media daring video conference dan dihadiri oleh Kepala BPSDMD NTB sekaligus menjadi moderator,Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi NTB, Kepala Bagian Anforjab serta Widyaiswara BPSDMD NTB selaku pendamping Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja Rumah Sakit Manambai yang diwakili oleh Dr. H. Lalu Sajim Sastrawan, Syarif Lutfim, Seridana dan Ibu Ratnah.

Hasil seminar yang disampaikan oleh Dirut Rumah Sakit Manambai dapat disimpulkan bahwa keadaan dilapangan jumlah pegawai honor atau kontrak masih mendominasi dibandingkan dengan jumlah ASN. Jika dilihat dari jumlah ketersediaan ASN saja maka Rumah Sakit Manambai masih membutuhkan tambahan sejumlah 439 ASN. Kendala RS Manambai adalah ketersediaan tenaga dokter spesialis, sehingga pelayanan RS Manambai harusnya merupakan rumah sakit pusat rujukan se-pulau Sumbawa tidak berfungsi maksimal karema kekurangan dokter-dokter spesialialis. dan mutasi PNS yg keluar tidak sebanding PNS masuk.

 

GOWES BARENG WIDYAISWARA DALAM RANGKA HUT IWI KE XX

Hallo Sobat NTG Gemilang, Insan BerPIKIR..

 

Diawali oleh sambutan Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs HL. Gita Aryadi, MSi, yang menyebut tugas widyaiswara sangat strategis ke depannya, acara Gowes Bareng Widyaiswara NTB dan masyarakat pada acara Peringatan Hari Widyaiswara Nasional dan HUT Ikatan Widyaiswara Indonesia ke 20 dimulai dari halaman Kantor Gubernur NTB, Minggu pagi 13 September 2020.

Dikatakan oleh L. Gita Aryadi, pada keberadaan Widyaiswara saat ini diharapkan bisa menjadi transformer untuk menghadirkan ASN unggul untuk Indonesia Maju. Dengan era kebangkitan widyaiswara semangat untuk menggelorakan eksistensi widyaiswara sebagai sebuah lokomotif perubahan bagi lahirnya ASN yang unggul untuk Indonesia Maju harus terus dikembangkan untuk membuat widyaiswara menjadi lebih baik di masa mendatang.

Pelapasan Peserta Gowes Oleh Bapak SEKDA Provinsi NTB

Potensi yang dimiliki oleh widyaiswara adalah kekuatan yang kompleks dan paripurna untuk bisa menjadikan lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) dan para widyaiswara di dalamnya tidak terjebak hanya pada kegiatan mendidik, mengajar, dan melatih para ASN di daerahnya, lebih dari itu diharapkan bisa juga mengembangkan lembaga diklat tempatnya bernaung sebagai laboratorium dimana widyaiswara tampil dalam peran sebagai konsultan bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mengoptimalkan kinerjanya. “Jadi widyaiswara bisa menjadi tempat untuk bertanya bagi kesulitan yang dihadapi oleh OPD,” ujar L. Gita. Karenanya, kata L. Gita, untuk mendukung maksud ini para widyaiswara harus membekali dirinya dengan kemampuan pengetahuan analisa statistik dan sebagainya, peningkatan kapasitas dan kompetensi bagi widyaiswara secara menyeluruh.

“Belajar tiada henti adalah keharusan. Karena untuk memilih  jabatan widyaiswara seseorang  tentunya telah membekali diri dengan pengetahuan yang dimiliki, pengalaman dan birokrasi. Sesuai dengan tema yang diangkat dalam kegiatan peringatan HUT IWI kali ini, kita semua berharap keberadaan  widyaiswara bisa sebagai problem solving bagi permasalahan yang ada di NTB,” pungkas L. Gita dengan optimis.

Acara sepeda santai yang diikuti oleh ratusan orang peserta ini merupakan rangkaian dari kegiatan IWI NTB. Beberapa hari sebelumnya telah dilaksanakan kegiatan Seminar Online (daring) yang membahas tentang Peningkatan Mutu dan Pelayanan Publik, dengan menghadirkan berbagai narasumber, salah satu diantaranya dari Ombudsman RI, Alvin Lie, yang secara khusus membahas tentang pelayanan publik.

Pembagian Doorprize kepada pemenang Undian

 

Pemenang undian Doorprize Utama 

Acara sepeda santai diakhiri dengan sajian hiburan dan pembagian doorprize berupa sepeda, kulkas dan lainnya yang disponsori oleh Bank NTB, Dinas PUPR Provinsi NTB, Dinas Pertanian Provinsi NTB, dan lainnya.