Home / Admin : Winuantara (page 11)

Admin : Winuantara

DINAMIKA KELOMPOK AWAL PEMBELAJARAN DAN AWAL KEKOMPAKAN DIKLATSAR

DINAMIKA KELOMPOK AWAL PEMBELAJARAN DAN AWAL KEKOMPAKAN DIKLATSAR

 

BPSDMN NTB 17/9/2019.

Materi pertama dalam kelas yang diterima oleh para siswa Diklatsar Angkatan XIII Golongan II dan III Lingkup Pemerintah Kabupaten Kota tahun 2019 hari ini adalah materi Dinamika Kelompok. Sebanyak 230 siswa yang terbagi dalam 7 kelas mendapat materi tersebut secara bersamaan di ruang kelas masing-masing dengan diampu oleh tim pengajar untuk setiap kelasnya

Dinamika Kelompok ini diberikan agar para peserta dapat saling percaya satu sama lain, memiliki sikap keterbukaan, memiliki rasatanggung jawab dan merasa bahwa dirinya bagian integrasi dari yang lainnya.
Tingkat kesiapan peserta untuk memulai proses pembelajaran sangat di tentukan oleh Dinamika Kelompok ini, yang pada akhirnya menentukan keberhasilan program Diklat secara keseluruhan.
Melalui mata diklat ini peserta Diklat Dasar ini diajak untuk lebih mengenal diri sendiri dan orang lain dengan lebih baik, membina kerja sama dalam kelompok, berkomunikasi efektif, mengambil keputusan dengan tepat, mengendalikan diri, berdisiplin, dan bertanggung jawab.
Untuk mencapai itu semua, para peserta disuguhi berbagai macam permainan yang berkaitan dengan tujuan dari mata diklat tersebut.

Karena didominasi dengan permainan, suasana kelas tidak seperti kondisi kelas ideal yang dilingkupi ketenangan.
Keterbukaan, keceriaan.
Disini kehebohan diperlukan di sini. Para siswa tampak dan langsung antausias dengan Dinamika kelompok ini dan tentunya bagi Semua ASN akan selalu terkenang masa-masa ini.

 

 

 

H BACHARUDDIN: “KALAU MAU JADI ASN YANG TENANG, JANGAN BEREKSPETASI TERLALU MULUK”

H BACHARUDDIN: "KALAU MAU JADI ASN YANG TENANG, JANGAN BEREKSPETASI TERLALU MULUK."

Kenapa kita merasa diperlakukan tidak adil, itu salah kita sendiri.
Kenapa Salah sendiri karena sebenarnya Perasaan perlakuan tidak adil terjadi karena itu adalah ekspektasi, harapan kita berlebih untuk mendapatkan pekerjaan tambahan yang terdorong adanya insentif Ekonomi itu menjadi penyebab kita terbelenggu Bapak Ibu sekalian, kata bapak ( Drs. Bacharudin.M.Pd )Wisyaiswara BPSDMD Provinsi NTB yang kebetulan menjadi pembina Upacara pagi ini 16 September 2019 didepan Seluruh ASN BPSDN dan peserta Diklatpim III serta peserta diklatsar CPNS.
Merasa tidak adil diperlakukan karena didalam penugasan itu ada Insentif Ekonomi jadi inner Drive dorongan dalam tubuh kita itu selalu berorientasi kepada insentif ekonomi katanya
Kalau itu Anda pertahankan maka anda akan tewas menjadi pegawai Negeri sipil. Tewas anda, jujur Tewas ! katanya tegas karena perilaku anda akan selalu Berorientasi pada insentif ekonomi.
Tidak mungkin anda merasa diperlakukan tidak adil kalau pekerjaan tambahan itu tidak ada honornya.Pasti anda bertepuk tangan
untuk tidak ditugaskan melakukan pekerjaan itu,itu pasti
Yang kedua Bapak Ibu sekalian
Kita merasa diperlakukan tidak adil Karena kita menilai bawa tugas perjalanan dinas itu melekat sebagai hak milik Pegawai Negeri Sipil, padahal itu bukan hak bapak ibu sekalian sebenarnya, bapak ibu sekalian yang saya hormati itu akan menjadi hak kita, ketika ada surat perintah tugas, selama surat perintah tugas tidak ada maka itu bukan hak kita.
Seharusnya kita bersyukur, tidak ditugaskanpun harus bersyukur
Dengan begitu bisa menikmati kehidupan, sementara orang yang ditugaskan itu dia sedang mencari kehidupan, Terus dia cari kehidupan.
anda meMilih menikmati kehidupan atau terus mencari kehidupan itu harus kita eCamkan kata beliau karna sekarang adalah dunia adalah dunia yang memebelenggu kita untuk mengejar sesuatu tindakan yang didasarkan pada pada insentif ekonomi.

Terjadi pada beberapa negara maju.
Terutama di kalangan milenial.
Disebut sebagai penyakit Maniak kerja.

Dia bekerja terus karena mengejar insentif ekonomi tapi dia tidak pernah mempertimbangkan
bawa pekerjaannya itu menyita kapasitas tubuhnya.
Sebenarnya tubuhnya membutuhkan relaksasi, tubuhnya membutuhkan Istirahat, tubuhnya membutuhkan udara yang yang segar dipinggir laut
Nyanyi-nyanyi dan berteriak-teriak
tapi dia tidak pernah lakukan itu karena dia mengejar kehidupan kehidupan yang dilandasi oleh insentif Ekonomi, itu hindari Bapak Ibu sekalian.
Bekerjalah dengan niatan bahwa saya sebagai ASN untuk melaksanakan pekerjaan itu,

Selanjutnya untuk temen-temen Bapak ibu peserta Diklat pim III, saya mengucapkan selamat Bertugas kembali untuk melaksanakan Tugas di kantor tapi jangan sampai melupakan habituasi.
Tugas-tugas Bapak Ibu itu adalah
Melaksanakan proyek Perubahan
yang sudah diseminarkan proposalnya kemarin.

Jadi di tempat tugas bapak dan ibu tetap melaksanakan tugas pokok dan fungsi tapi jangan abaikan untuk melanjutkan Pekerjaan-pekerjaan habituasi usulan-usulan proyek perubahan yang sudah dsetujui.
Jika itu tidak dilakukan, maka kita lupa tugas dan tanggung jawab kita. Sebagai Aparatur Sipil Negara.
Apa yang akan dipertanggungjawab kan nanti Ketika kita kembali lagi Masuk melanjutkan kegiatan diklat pim III, yakni mempertanggungjawabkan proyek perubahan yang sudah dilaksanakan.
Itu pesan untuk temen2 yang sedang melaksanakan diklat pim III dan
untuk Untuk bapak-bapak ibu-ibu, temen temen atau Junior junior. Yang masih baru diterima menjadi ASN dari kabupaten Lombok Utara, Kampus BPSDMD mengucapkan Selamat datang di kampus BPSDMD provinsi Nusa Tenggara Barat yang untuk melaksanakan diklatsar ASN,
yang kebetulan pada minggu ini berasal dari Kabupaten Lombok Utara.

Sulitkah diklatsar? kata beliau dalam pidatonya, itu tidak sulit.
Bisakah Saya mengikutinya? pasti bisa, lalu bagaimana kiatnya kiatnya? Kiatnya hanya satu kata beliau Laksanakan dengan ritme yang sudah diatur oleh organisasi,patuhi semua aturan aturan, perintah-perintah dan pembelajaran pembelajaran yang dilaksanakan di kelas maupun di luar kelas.
Jangan pertanyakan, jangan kritisi ! kok Diklat ini begini? kok diklat ini tidak memberikan sesuatu yang bermamfaat bagi saya? nah ini jangan dikritisi ikuti saja karna anda sudah terikat oleh aturan.
Setiap ASN wajib mengikuti diklat sar CPNS atau semua ASN itu
Semua kita yang berdiri di sini pernah melakukan yang namanya diklat Prajabatan
Saya ucapkan selamat anda terpilih untuk mengikuti diklatsar cpns pada tahun 2019 ini.

Saya menceritakan 3 tahun yang lalu. Saya didebat oleh peserta diklatsar tidak dari lingkungan pemerintah Provinsi tetapi dari instansi vertikal yang kebetulan menyerahkan diklatnya itu ke bpsdm kerjasama dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat dari Kemenkumham kalau tidak salah kata beliau, saya di debat bahwa dia memberikan argumen tidak ada mamfaatnya diklat seperti ini pak! katanya, seharusnya saya diberikan tentang strategi bagaimana saya melaksanakan pelayanan publik Karena saya bekerja di imigrasi, bagaimana saya harus memenuhi ketentuan-ketentuan, Bagaimana teknik saya untuk mengurai persoalan persolan itu, alasannya itu, ya karna dia masih muda masih berpikir fresh, idealis gitu, Saya jawab, ya itu ideal menurut saudara tapi tidak ideal menurut saya lalu kenapa bapak mengatakan tidak ideal karna sesuatu yang ideal menurut anda belum tentu ideal menurut orang lain, supaya ideal menurut anda dan menurut saya maka konsep anda harus didasri oleh Dasar hukum yang mengikat Saya bilang.
Mampu tidak anda melahirkan keputusan untuk melaksanakan Diklat sesuai dengan apa yang Anda gagaskan, harus anda sadari temen2 sekalian jangan merasa ideal menurut kita ideal juga menurut orang lain,
wah Tidak ideal diklat ini, tidak bisa! dan saya jawab lagi anak-anak imigrasi yang kebetulan saat itu, saya ingat betul.
Anda tau tidak yang mendisain diklat ini saya bilang, itu Profesor-Profesor yang mungkin sudah melanglang buana ke seluruh dunia, yang tulisan-tulisannya dalam bentuk buku buku di Gramedia sudah banyak saya bilang, bukunya ditunggu sama pembeli tulisan bukunya, anda bikin buku saja, coba anda bikin buku, mungkin anda jual dengan memberi hadiah i phone ndak ada orang beli, itu saya bilang sudah mengatakan tidak ideal saya bilang.
Jadi kita harus menyadari bahwa sesuatu yang kita ikuti itu tidak selamanya, tidak bermanfaat untuk diri kita, saat ini mungkin tidak bermanfaat tapi next time itu akan bermanfaat untuk bapak ibu sekalian.
Selamat melaksanakan diklatsar, dan mudah-mudahan semuanya 100% lulus, begitu juga bagi teman-teman diklat Pim III yang akan menjadi kepala-kepala dinas, yang akan menjadi kepala Badan, mudah-mudahan Bapak Ibu lanjut untuk mengikuti Diklat Pim II, itu adalah ekspektasi saya, tetapi semua ekspektasi tidak akan menjadi pasti, dan itu harapan-harapan yang tidak pasti tapi ada kemungkinan peluangnya untuk menjadi Kenyataan.
Katanya menutup sambutanya di upacara rutin Senin 16 September. 2019

 

 

LATSAR CPNS LINGKUP PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA RESMI DIBUKA

PELATIHAN DASAR (LATSAR) CPNS LINGKUP PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA RESMI DIBUKA

Senin 16 September 2019 bertempat di Aula Rinjani Bpsdmd Provinsi NTB dibuka secara resmi pelatihan paling Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil atau disingkat Latsar CPNS atau Latsar adalah syarat bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk di angkat menjadi Pegawai Negeri Sipil atau (PNS). dimana diklat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan untuk pembentukan wawasan kebangsaan keperibadian dan etika Pegawai Negeri Sipil, pengetahuan dasar tentang sistim penyelenggaraan pemerintahan Negara, bidang tugas dan budaya organisasinya supaya mampu melaksanakan tugas dan perannya sebagai pelayan masyarakat.
Diklatsar kali ini merupakan Formasi 2018 Pemerintah Kabupaten Lombok Utara yang mana teknis pelaksanaanya dengan pola Kemitraan dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi NTB. Kegiatan ini diawali dengan laporan Pantia penyelenggara Bapak kepala Bidang PKMF Drs. Surya Bahari

dalam laporannya menyampaikan tujuan dan sasaran Diklat ini, dasar hukum pelaksanaan Diklat dan laporan kegiatan lainnya
Dalam laporannya Surya Bahari juga menyampaikan jumlah peaerta sebanyak 230 orang yang mana pormasi ini terdiri dari tenaga guru sebanyak 106 orang, tenaga kesehatan 87 orang dan tenaga lainnya sebanyak 37 orang.
Sementara pelaksanaan kegiatan ini akan berlansung sebanyak 51 hari mulai tanggal 15 September s.d 05 November 2019 dengan tahap pertama pelaksanaan in class sebanyak 18 hari kedepan, selanjutnya tahap kedua kembali ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebanyak 30 hari, dan tahap ketiga kembali in Class selama 3 hari.

Sementara Kepala BPSDM  Tri Budiprayitno dalam sambutannya membuka kegiatan tersebut menyampaikan, semua kegiatan ini semua ada aturannya, baik dalam penyampaian materi ataupun kegiatan lainnya.
Kaban menyampaikan ketika Disiplin itu dijadikan Hobi itu akan menjadi enak, tetapi ketika disiplin dijadikan sebuah beban semua akan menjadi sulit kata Tri Budiprayitno, lebih jauh kaban menyampaikan Diklat ini adalah diklat pola baru, yang juga menginginkan menuntut anda mempunyai Kreatifitas anda, mempunyai inovasi untuk memberikan pembaharuan, nanti adik- adik akan di ajarkan oleh widyaiswara BPSDM bagaimana merumuskan sebuah kegiatan aktualisasi yang kemudaian menggugah daya kreasi anda, inovasi anda untuk memberikan pembaharuan di tempat kerja anda.Anda punya besic pendidikan yang bagus dan setau saya anda dipilih melalui sebuah metodelogi yang betul betul obyektif, maka anda adalah sosok-sosok yang akan membanggakan Kabupaten Lombok Utara, 10 tahun, 15 tahun kedepan Kabupaten Lombok Utara di tangan adek adek, tetap disiplin, jaga terus kesehatan, katanya menutup sambutannya hari ini.

(ArthaBudi)

 

 

KEPEKAAN, CIKAL BAKAL HILANGNYA KESOMBONGAN

KEPEKAAN, CIKAL BAKAL HILANGNYA KESOMBONGAN

Dalam keseharian kita sering menjadi saksi bagaimana sebuah perasaan paling hebat menghinggapi diri seseorang. Sebuah perasaan untuk menempatkan diri lebih penting, lebih utama dari orang lain. Seolah-olah orang lain itu kecil dan remeh karena tak memiliki otoritas yang patut dibanggakan. Hanya diri sendiri yang hebat dan kuat karena sedang memiliki sesuatu yang orang lain tak memilikinya. Kenapa perasaan itu harus kita cegah bila seandainya menghinggapi diri kita? Karena kita semua tahu dan itu  telah terbuktikan, yang berhak atas kehebatan itu sudah ada, dan memang hanya DIA yang paling berhak untuk disebut hebat.

 

Bila ungkapan “hindarkan diri dari perasaan paling hebat” adalah sebuah peringatan, maka peringatan itu biarlah untuk diri kita saja, biar menjadi keharusan yang kita ikuti karena kebaikan yang dikandungnya. Terhadap kesombongan orang lain, biarkan itu menjadi urusannya sendiri. Sebab setiap urusan itu kembali pada masing-masing. Di dunia ini untuk urusan hati sudah ada yang mengurus, ialah Dzat yang Maha membolak-balikkan hati. Dan masing-masing kita hanya bisa bermohon untuk senantiasa ditetapkan di ketetapan hati yang baik.

Kebersediaan diri untuk terus belajar akan membuahkan tambahan ilmu. Sebagaimana halnya dengan ilmu tentang kepekaan atau sensitivitas, tak akan bisa seseorang peka dengan apa yang terjadi di sekitar bila ia tak melatih refleks kepekaannya. Kepekaan itu melahirkan rasa malu untuk yang melakukan yang tak pantas dilakukan, rasa bersalah karena telah menyinggung perasaan orang lain, rasa belum berbuat apa-apa karena masih asyik dengan diri sendiri, rasa kurang ilmu karena merasakan betapa maha luasnya ilmu-Nya. Kepekaan adalah cikal bakal dari hilangnya rasa sombong.

 

Sebaliknya, ketidakpekaan akan membuat perasaan yang semula biasa dengan cepatnya berubah menjadi luar biasa. Oleh kesempatan dan otoritas yang dimilikinya, seseorang yang dulunya biasa saja tiba-tiba berubah perangainya. Yang dulu bersahaja dan mengalah tiba-tiba menjadi besar kepala. Oleh kepalanya yang membesar seolah-olah orang lain jadi terasa kecil dan tak sepadan dalam pandangan. Jabatan, kekuasaan, harta, dan ilmu adalah bahan kehebatan yang bisa membuat orang bersikap sombong, menolak kebenaran dan bahkan sampai merasa bahwa dirinya setara dengan Tuhan. Tidakkah mereka belajar dari kesombongan Firaun, dimana hidupnya berakhir dengan tragis dan penuh kehinaan, sampai-sampai usaha tobatnya tidak diterima oleh Allah? Naudzubillahi mindzalik!

 

Semoga pagi ini kita dicerahkan oleh cara Tuhan memilih hamba-hamba yang dikehendaki-Nya untuk menjadi pribadi yang menyenangkan karena kerendahan hati dan kepekaannya terhadap sekitar. Kepekaan untuk bersedia melakukan kemanfaatan bagi orang lain.

 

Kopajali-Mapak, Senin 16 September 2019.

 

SEMINAR PPR  PIM III TAMPILKAN BANYAK INOVASI OPD

SEMINAR PPR  PIM III TAMPILKAN BANYAK INOVASI OPD

Dilaksanakan di Wisma Tambora, Minggu 14 September 2019, yang oleh Drs Tri Budiprayitno, MSi, Kepala BPSDMD NTB dikatakan, “Suasana seminar serasa terselenggara di hotel berskala Bintang 2,5,” ujarnya dengan nada berpromosi. Seminar Rancangan Proyek Perubahan Diklat Kepemimpinan Tk.III Angkatan I dengan peserta berjumlah 40 orang itu dibagi menjadi 4 kelompok.  Narasumber dan coach dalam seminar itu, terbagi sebagai berikut:

  1. Dra. Hj. Baiq Eva Nurcahya Ningsih, M.Si dan Coach Drs. H.L Sajim Sastrawan,SH, M.Si
  2. Drs. Tri Budiprayitno,M.Si dan Coach Drs. H. Bachrudin,M.Pd
  3. Ibnu Salim, Sh., M.Si dan Coach Ir. H. Maulana Razak., M.Si
  4. Ir. Wedha Magma Ardhi., M.Tp dan Coach Ir. H. Akhmad Makchul.,M.Si

 

Pelaksanaan proyek perubahan dimulai dengan menyusun Rancangan Proyek Perubahan yang dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada peserta dalam menganalisis permasalahan atau peluang yang terkait dengan tugas dan fungsi masing-masing. Selanjutnya peserta mengkondisikan idealnya pelayanan dengan membuat batasan-batasannya seperti apa, yang pada akhirnya menuntut para peserta menyuguhkan inovasi dalam rangka menyelesaikan permasalahan yang ada.

 

Kemampuan peserta dalam merancang proyek perubahan sangat menentukan keberhasilan peserta dalam memperoleh kompetensi yang ingin dibangun dalam penyelenggaraan Diklat Kepemimpinan pola baru. -TY-

 

CERMIN BAGI DIRI SENDIRI

CERMIN BAGI DIRI SENDIRI

Bila hendak dimaksudkan untuk kebaikan yang terencana, sesungguhnya kita bisa menjadi cermin bagi diri sendiri. Cermin yang merefleksikan seluruh kesanggupan dan ketidaksanggupan kita. Cermin yang akan mempertontonkan  kebaikan dan keburukan tanpa bisa kita sendiri membantahnya, karena hanya kita sendirilah yang tahu sementara orang lain tak mengetahuinya. Orang lain hanya tahu bahwa kita sedang tersenyum sebagai tanda kegembiraan hati atau sebaliknya manyun dengan otot wajah yang runyam sebagai ekspresi adanya masalah.

Namun begitu jarang orang yang bersedia memanfaatkan cermin dirinya untuk menjadi kepatutan langkah kebaikan. Alih-alih untuk mewujudkan koreksi atas kekeliruan untuk menjadi tindakan baik yang semestinya, yang terlihat justru hasrat untuk  bersiasat agar keburukannya tertutupi seperti topeng yang menyembunyikan wajah aslinya.

Tak ada yang lebih bisa mengetahui apa yang tersembunyi kecuali yang menyembunyikannya. Tak ada yang lebih tahu mana yang asli dan mana yang palsu kecuali yang memang memiliki jawaban atas salah satunya. Maka untuk menjawab bagaimana bisa mewujudkan kebenaran tindakan, mau tidak mau kita membutuhkan cermin diri yang setiap saat bisa kita gunakan sebagai alat koreksi. Dengan cermin itu pula kita bisa belajar bagaimana mengkreasi langkah-langkah elegan berikutnya. Bila kita renungkan, tak ada yang lebih baik dari apapun selain kesanggupan diri untuk menjalani hidup ini dengan lebih jujur. Selain menyenangkan karena membuat  otot-otot tubuh tak lelah dipakai bersiasat, kejujuran juga membuat pikiran tenang dan tentram.

Selamat berkontemplasi di awal terbukanya hari dengan memanfaatkan cermin diri bagi kebaikan dan kemanfaatan yang diperlukan orang lain. Semoga kita makin tawadhu oleh kesungguhan diri menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Kopajali, Senin 15 September 2019

 

MEMAKNAI INSPIRASI YANG DIKANDUNG PAGI

MEMAKNAI INSPIRASI YANG DIKANDUNG PAGI

Oleh : Cukup Wibowo

Tubuh kita cuma jasad yang kasat. Ia akan mengalami perubahan dalam kepastian yang tak bisa dicegah. Pun juga pada kemenarikan atau ketidakmenarikan yang dihasilkannya, itu juga pasti. Perubahan pada tubuh adalah keniscayaan, dan oleh sebab itulah kebaikan pikiran dan tindakan harus terus menjadi keselarasan dalam ikhtiar kita. Berbeda halnya dengan pagi, ia adalah ketetatapan sebuah waktu yang harus kita lewati dalam keberadaannya yang tak pernah berubah. Kisahnya saja yang berubah. Kisah yang menyertakan kita. Seperti itulah kita dalam gambaran perjalanan waktu.

Kemudian tivi, koran, majalah, ragam berita di internet, dan obrolan hari demi hari melintas seperti slide show, memenuhi benak tanpa kita bisa mencegahnya. Ada kebaikan dan ada keburukan yang membuat kita memilih salah satunya sebagai kepatutan yang kita sendiri sesungguhnya tahu konsekwensi dan implikasinya saat kita membuat keputusan atas pilihan itu. 

Dan bila kita menganggap pagi adalah inspirasi awal bagi perjalanan satu hari penuh kita dengan kandungan pesan yang kita tahu manfaat dan mudaratnya, maka tubuh ini memang harus diselaraskan agar tetap mengikuti pikiran baik kita. Karena pikiran baik adalah pedoman bagi tercapainya jawaban untuk semua harapan yang menyenangkan.

Selamat menghayati dan melakoni perjalanan hari ini. Semoga kita senantiasa dimudahkan oleh-Nya untuk tetap berhimpun di golongan yang tak merugi memaknai hari.

Kopajali, Sabtu 14 September 2019.

 

BJ Habibie – Sang Inspirator Kecerdasaan dan Kesetiaan

BJ Habibie, Sang Inspirator Kecerdasaan dan Kesetiaan

 

Oleh : Haeli., SE., M.Ak

Rintik hujan perlahan membasahi bumi yang sepertinya juga turut berduka dengan berpulangnya “Mr. Crack” bapak Demokrasi Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie. Beliau menghembuskan nafas terakhir pada hari Rabu, 11 September 2019 dalam usia 83 tahun akibat penyakit jantung,  ini adalah kehendak Allah SWT . Kontribusi beliau untuk bangsa dan negara sungguh luar biasa, terutama di bidang dirgantara dan teknologi.

Di era Habibie rupiah mampu berbalik keadaan dari 17.000 menjadi 6.500 per Dollar AS,  dan hampir disemua jejak beliau menghasilkan torehan prestasi yang gemilang sejalan dengan prinsip beliau bahwa kerja beliau menggunakan MENTALITAS SEPEDA. Filosofinya jika menggunakan sepeda ketika berhenti maka akan jatuh, begitupula ketika berhenti bekerja maka kita akan mati. Umur 80 tahun jiwanya 17 tahun tidak akan pernah ada bedanya karena sebuah motivasi yang didorong oleh semangat atas keyakinan dan kesadaran diri bahwa  sebagai manusia  yang lahir dari produk masyarakat dimana manusia hidup, diri dan keluarga adalah merupakan bagian terpadu dari sebuah masyarakat, kontirbusi terbaik adalah tujuannya.

Bicara tentang cinta dan kesetiaan antara Ainun dan  Habibie maka Bu Ainun pernah mengatakan bahwa “Pak Habibie adalah manusia tersulit di muka bumi. Tetapi sekiranya saya mati dan sempat hidup kembali, saya akan mencari Habibie lagi,

”  ungkapan ini seakan menegaskan bahwa Habibie adalah sosok yang sangat sulit tergantikan. Cinta keduanya dinilai sebagai salah satu perjalanan cinta yang sejati, bersama selama 40 tahun keduanya tak pernah terpisahkan. Pun ketika  ainun menjalani perawatan Habibie setia mendapingi, hingga wafatnya makam beliaupun berdampingan. Seakan sangat khawatir akan terpisahkan,  beliaupun berwasiat harus ada tempat kosong untuk dirinya nanti saat meninggal  untuk dimakamkan persis  di samping makam Ainun,  Yang cemerlang telah terbang menghadap sang Pencipta, semoga Allah memberikan kehidupan yang gemilang “Selamat jalan Pak Habibie, kami semua menunggu giliran,”

  • Dikutip dari beberapa sumber.


Back To Home

 

PENERAPAN APLIKASI E-DATABASE KEBUTUHAN JFT DAN UJI KOMPETENSI

PENERAPAN APLIKASI E-DATABASE KEBUTUHAN JFT DAN UJI KOMPETENSI

BPSDMD-NTB  [2019/09/13 11:15:17]

Bidang Sertifikasi Kompetensi dan Pengelolaan Kelembagaan (SKPK) BPSDMD Prov.NTB saat ini sedang merancang aplikasi E-Database kebutuhan Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) dan Uji Kompetensi. Aplikasi ini diharapkan dapat menginventarisir kondisi Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) yang ada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi saat ini dan kondisi Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) yang dibutuhkan kedepannya.

Berdasarkan Hasil rapat Teknis dengan Kepala BPSDMD provinsi NTB di ruang Rapat Utama kepala Badan tersebut diperoleh beberapa masukan dari Bapak kepala Badan Tri Budiprayitno untuk penyempurnaan Aplikasi tersebut sebelum nantinya dirilis ke website BPSDMD Pemerintah Provinsi NTB untuk digunakan.
Aplikasi ini diharapkan nantinya dapat digunakan sebagai instrumen Monitoring secara berkala dalam menginventarisir kebutuhan JFT baik pada OPD di lingkup Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah kabupaten/ Kota se-Nusa Tenggara Barat untuk rentang waktu 5 tahun ke depan. Keluaran (output) dari Aplikasi ini dapat menghasilkan data base kebutuhan Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) dan Uji kompetensi yang terintegrasi sehingga dapat dijadikan sebagai input untuk Penyusunan program kegiatan bidang Sertifikasi Kompetensi dan Pengelolaan Kelembagaan (SKPK), terutama kegiatan uji kompetensi yang dapat difasilitasi pelaksanaannya oleh BPSDMD Provinsi NTB. Disamping itu, data keluaran dari aplikasi ini juga dapat digunakan oleh bidang Pengembangan Kompetensi Teknis (PKT)dan Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Funsional (PKMF) untuk kebutuhan perencanaan pengembangan kompetensi teknis dan fungsional dalam menunjang pengembangan profesi Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) tersebut.