Home / Admin : Winuantara (page 12)

Admin : Winuantara

MENOLAK KETERSESATAN

MENOLAK KETERSESATAN

Berbeda dengan rasionalitas dan emosionalitas yang kita miliki, spiritualitas justru lebih membutuhkan ketekunan dengan ujian yang tidak remeh bila ingin berhasil mendapatkan hadiah yang bernama ketenangan dan ketentraman jiwa.

Dunia dengan pesona kesenangan dan godaan-godaan artifisialnya yang tiada habis-habisnya justru akan makin menguat membenamkan kita dalam ketersesatan diri saat spiritualitas tak kita jadikan keutamaan dalam hidup kita. Kesenangan dan artifisialisasi dalam wujud harta, pangkat, jabatan, kekuasaan, kehebatan diri dan kebendaan lain yang mengikat pikiran dengan pesonanya adalah ragam tawaran yang ampuh untuk membuat siapapun sulit untuk mengelak, kecuali karena kesadaran diri yang kuat.

Begitulah proporsi tubuh ini menggambarkan orientasi dengan kebebasan tawarannya untuk kita pilih sesuai kecenderungan yang menguasai diri kita. Kecenderungan pada urusan yang tampak memuaskan namun sejatinya menyesatkan atau tampak menyengsarakan namun terbukti bisa membuat hati tenang dan bahagia tak terkira. Semua itu akhirnya akan menuju  pada kesimpulan apakah kita akan berada di jalan ketenangan atau sebaliknya di kesungsangan batin yang menyedihkan.

Selamat menghayati dan memaknai ruang waktu di awal terbukanya hari, yang dengan kesetiaannya senantiasa menyediakan energi kontemplasinya yang dahsyat bagi siapapun yang merindukan kebaikan di jiwanya.

 

Kopajali, Jum’at 13 September 2019.

 

 

BKPSDM LOTIM ADAKAN SEMINAR RANCANGAN AKTUALISASI

BKPSDM LOTIM ADAKAN SEMINAR RANCANGAN AKTUALISASI

Pelaksanaan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan III Angkatan III 2019, Pola Kemitraan dengan Kabupaten Lombok Timur bertempat di BKPSDM Lombok Timur, sudah sampai pada tahap seminar rancangan aktualisasi, dan apa itu seminar aktualisasi? Kegiatan aktualisasi dimaksudkan untuk mendidik peserta menerapkan nilai-nilai dasar ASN dalam menjalankan tugasnya sebagai sebagai pelayan masyarakat yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi atau yang kerap disebut ANEKA.
Peserta Latsar CPNS diwajibkan membuat rancangan kegiatan yang akan dilakukan dengan menerapkan nilai-nilai ANEKA yang mereka dapatkan selama 21 hari mengikuti kegiatan on campus, kemudian dipersentasikan dalam seminar rancangan aktualisasi di hadapan penguji dan didampingi coach beserta mentor, sebelum peserta memasuki tahap off campus untuk mengaktualisasikan ANEKA dalam pekerjaan di instansi tempat mereka bekerja selama 30 hari.

Rancangan aktualisasi ini dimulai dengan menganalisis isu-isu, dilanjutkan dengan menetapkan isu utama yang akan diangkat dalam laporan Aktualisasi, membuat rencana dan tahapan kegiatan yang akan dilakukan, dan membuat timeline kegiatan. Dan akhirnya pada tanggal 12 September 2019 setelah selesai 30 hari mengaktualisasikan Nilai-nilai Dasar ASN (ANEKA), peserta Latsar sukses mempersentasikan laporan pelaksanaan aktualisasinya dihadapan penguji saat itu Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi NTB, Tri Budiprayitno, Coach H. Supran, dan masing-masing mentor, dengan penuh kegembiraan terbukti dengan foto kebersamaan setelah selesai melaksanakan seminar akhir.

-ty-

 

PELAKSANAAN PEMBIMBINGAN RANCANGAN AKTUALISASI

PELAKSANAAN PEMBIMBINGAN RANCANGAN AKTUALISASI

Pelaksanaan pembimbingan Rancangan Aktualisasi Nilai Dasar ASN pada Pelatihan Dasar (Latsar ) CPNS Golongan III Angkatan XI 2019, Pola Kemitraan dengan Kabupaten Lombok Tengah bertempat di BKPP Lombok Tengah, 12- September 2019 adalah merupakan kegiatan individual bagi peserta Latsar, tugas coach, yang bertugas hari ini :

  • Hj. Sri Wahyuni, M.Pd;

  • Dr. Muslihin, M.Pd;

  • I Gusti Lanang Rakayoga, M.Hum; dan

  • Kidi, S.Sos.,M.M,

adalah bagaimana membimbing dan mengarahkan agar peserta mampu mendisain kegiatan sesuai tupoksi, tugas tambahan dari atasan dan ide creatif atau inovasi yang peserta diklat miliki. Kegiatan ini sebagai muara dari pengejawantahan internalisasi teori teori yang sudah diterima sebelumnya yang terbagi dalam dua agenda yaitu Agenda I yang berisi ttg Peran ASN, terbagi dalam 3 materi yaitu: Manajemen ASN, Pelayanan Publik dan WoG. Dan Agenda II yang terdiri dari nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi). Rancangan Aktualisasi ini akan diseminarkan dg narasumber para birokrat ahli yang nantinya akan memberikan masukan, kritik, saran dan penguatan bagi rancangan tersebut sebagai pedoman bagi beserta dalam menjalankan habituasi dilingkungan kerja masing masing.


Lombok Tengah, 12- September 2019 | Tuti Aprianti., S.Sos., M.M.

 

SELAMAT JALAN PAK HABIBIE

SELAMAT JALAN PAK HABIBIE

Masih basah rasanya ingatan akan kemasyhuran dan kehebatanmu, yang membuat bangsa ini berbangga telah memilikimu. Sumringah senyummu serta wajah dengan gestur khas saat bertutur adalah gambaran optimisme, yang kini jadi rindu saja. Ingatan dan kenangan untuk semua kebaikan yang kau tinggalkan bagi bangsa ini akan menjadi catatan yang membekas, sejak kabar kematianmu berkumandang di seantero negeri ini, Kamis 11 September 2019 pukul 18.05 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta dalam usia 83 tahun.

Innalillahi Wainnailaihi Rojiun, sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada-Nya kita kembali.
Selamat jalan Bapak Bangsa, Presiden RI ke-3. Jasa-jasamu untuk kemajuan teknologi bangsa ini Insyaallah akan tercatat sebagai amal jariyah yang tak putus. Kami akan senantiasa menyebut semua kebaikan dan jasa-jasamu dalam lantunan doa kami.

Di keabadian perjumpaanmu dengan Pemilik Sejati jiwa-jiwa, sambutlah dengan gembira firmanNya:
"Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku." (QS Al-Fajr : 27-30)

Kopajali, Kamis 12 September 2019
 

Mentransformasi Semangat Bushido Jepang Ke Dalam Rumah Perubahan BPSDMD NTB

“Mentransformasi Semangat Bushido Jepang Ke Dalam Rumah Perubahan BPSDMD NTB ”

Penulis : Haeli., SE., M.Ak  - [20:25, 9/11/2019]

Siapa yang tidak mengenal Negeri Sakura, Negeri Matahari Terbit? Yes semua pasti akan menjawab Jepang. Saat ini Jepang menjadi salah satu negeri paling kuat dan maju dari segi perekonomian dan sain di dunia. Produk buatan negeri ini yang menguasai pasar otomotif internasional sebut saja merk Toyota, Honda, Suzuki, Yamaha, Kawasaki dan masih banyak lagi produk-produk yang terlahir dari negeri Para Ninja dan Jago Samurai.

Apakah yang membuat Jepang negara asalnya Naruto ini sangat sukses? Banyak ahli berpendapat bahwa kesuskesan bangsa Jepang tidak lepas dari kekuatan mempertahankan tradisi para leluhur yang hingga saat ini masih mereka pegang teguh secara turun temurun. Secara geografis Jepang adalah negara yang minim sumber daya alam, namun hal ini justru memotivasi untuk membuktikan bahwa negaranya tidak kalah hebat dari negara lain yang kaya dengan sumber daya alam. Bagi orang jepang, “hidup itu adalah bekerja dan belajar”, mereka selalu menyambut hari dengan semangat, kerja keras dan memberikan hasil yang terbaik.

Etos kerja Bangsa Jepang menganut prinsip “Pejuang Samurai” yang merupakan semangat pengabdian yang tercermin dari prinsip Bushido. Semangat Bushido melahirkan sebuah proses belajar tak kenal lelah, selalu melakukan perbaikan.  Bushido merupakan etika moral bagi kaum samurai. Bushido   lahir pada Zaman Kamakura (1185-1333) dan terus berkembang hingga zaman Edo  (1603-1867). Kemenangan seorang samurai ketika secara spiritual dia dapat menaklukkan dirinya sendiri, kekuatan timbul dari kemenangan melawan disiplin pada diri sendiri sehingga dia dapat menaklukkan orang lain.

Mentransformasikan semangat ini ke dalam lembaga  memiliki tugas dan fungsi utama sebagai Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah dengan Visi ”Terwujudnya Aparatur yang Kompeten dan Profesional” yang kami istilahkan sebagai rumah perubahan sangatlah wajar. Dibutuhkan kekuatan spiritual semua pihak yang terlibat didalamnya para manajer maupun staf pengajar/widyaiswara. Rumah perubahan sejatinya melahirkan agen-agen perubahan melalui giat kediklatan dan pelatihan yang dilakukan secara persisten. Para samurai atau pihak manajemen maupun pengajar patut belajar dari semangat Bushido melahirkan sebuah proses belajar yang tak kenal lelah, selalu melakukan perbaikan.

Pertanyaan adalah bagaimana upaya para kesatria pemilik rumah perubahan agar mampu memiliki jiwa bushido? Dalam semangat bushido tersimpan energy positif (Qi) dan semangat (Cing Sen) yang dapat diterjemahkan sebagai jiwa yang penyayang/welas asih, sopan santun, menghormati sesama manusia, memiliki jiwa pekerja keras , pantang menyerah dan bermental baja, atau pepatah jepang mengatakan “lebih baik mati daripada hidup tanpa bermartabat”.

Tujuh nilai yang senantiasa dijunjung oleh bangsa Jepang dalam menjalankan Bushido yang dapat ditansformasikan bagi para kesatria rumah perubahan yaitu :

  1. Gi (tepat dalam mengambil keputusan), yaitu pengambilan keputusan harus didasarkan pada prinsip kebenaran.
  2. Yu (keberanian) , berani dan kesatria artinya berani berubah menjadi pribadi yang lebih baik, seseorang harus berani mengambil inisiatif dan keputusan yang tepat, berani memanfaatkan peluang dan mampu mengerjakan sesuatu dengan cara yang berbeda, berani dengan situasi baru dan pantang menyerah.
  3. Jin (kebaikan) yang berarti harus memiliki rasa murah hati dan mencintai sesama, butuh sebuah kepakaan dan respek terhadap orang lain serta tidak menganggap remeh orang lain.
  4. Rei (kehormatan) yang ditandai dengan sopan santun dan bertindak benar.
  5. Makoto yaitu tulus setulusnya, sungguh sesungguh sungguhnya tanpa pamrih merupakan totalitas 100% yang bertujuan memberikan yang terbaik dan ditandai dengan perilaku jujur.
  6. Meiyo (menjaga kehormatan martabat dan kemuliaan), seorang yang berjiwa bushido tahu sepenuhnya cara untuk menepati janji hal ini dilakukan untuk mejaga kehormatan dan kemuliaan.
  7. Chugo (Loyalitas) yang ditandai dengan kesetiaan yang merupakan bentuk pengabdian kepada lembaga tempat seseorang bekerja.

 

Disiplin para samurai menjadikan bangsa Jepang menjadi bangsa yang kuat menghadapi segala persaingan maupun bencana, semoga kita bisa belajar dan mentransformasikan keberhasilan Bangsa Jepang di dalam Rumah Kita Rumah Perubahan yang bernama BPSDMD Provinsi NTB. Semoga bermanfaat. **

 

Daftar Pustaka :

Li Shi Guang “ Jatuh 2x…Berdiri 3x” The Amazing Passion and Successful Business Strategy of Japan, 2012.

 

Ilustrasi Bushido: Google

 

KEPALA BPSDMD NTB INGATKAN, TINGKATKAN DISIPLIN DAN LEBIH OPTIMALNYA PERAN PPID

KEPALA BPSDMD NTB INGATKAN, TINGKATKAN DISIPLIN DAN LEBIH OPTIMALNYA PERAN PPID

BPSDMD NTB | Rabu (11/9/2019).

Pelaksanaan apel pagi hari ini, yang langsung dipimpin oleh Tri Budiprayitno, Kepala BPSDMD Provinsi Nusa Tenggara Barat mengingatkan kembali akan pentingnya disiplin yang harus dilaksanakan oleh seluruh pegawai kantor BPSDMD Provinsi NTB tak terkecuali para petugas Cleaning Service (CS). “Apel pagi yang menjadi rutinitas untuk kita lakukan selain bermanfaat untuk melatih kedisplinan, juga untuk menunjukkan tanggung jawab dari kegiatan yang tampaknya sepele bagi ASN di lingkungan BPSDMD NTB,” ujar Tri Budi di hadapan para pejabat struktural, Widyaiswara, serta staf dan karyawan.
Ada pemandangan menarik pada apel kali ini ketika Kepala BPSDM meminta para Kasubbid yang kebetulan menjadi pelapor kehadiran bagi masing masing bidangnya untuk berbalik badan dan berdiri menghadap pada seluruh peserta apel. Kaban meminta seluruh staf untuk melihat kelengkapan atribut yang dikenakan oleh para Kasubbid, yang hari itu tampaknya memang tak lengkap dikenakan. “Saya minta ketidaklengkapan atribut yang semestinya dikenakan oleh ASN tidak lagi diulang ke depannya. Ini penting untuk terus saya ingatkan agar kedisiplinan benar-benar bisa dipraktekkan bahkan untuk hal-hal yang mungkin selama ini dianggap sepele seperti urusan lambang Korpri dan tanda pengenal diri yang sudah dibuatkan oleh kantor,” ujar Tri Budi lugas.
Selain menyoroti kedisiplinan dalam berpakaian serta atribut yang harus dikenakan, Kepala BPSDM juga menyinggung tim yang ada dalam struktur PPID untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan informasi. Sebagai lembaga yang memberikan layanan diklat tentu banyak hal yang harus diinformasikan ke masyarakat, khususnya kalangan ASN yang merupakan pemeroleh layanan diklat dari BPSDMD Provinsi NTB. Kaban juga meminta tim terus melakukan konsolidasi serta terobosan yang lebih kreatif serta inovatif untuk membuat produk PPID yang berupa website dan lain-lainnya makin menarik masyarakat untuk mengunjunginya. “Di era keterbukaan informasi, masyarakat tentu membutuhkan banyak informasi dari BPSDM Provinsi NTB. Karenanya, Tim PPID harus memberikan yang terbaik,” demikian Kepala Badan. (BA)

RAPAT KOORDINASI PPID

Rabu 11/09/2019  - Ruang Rapat Utama BPSDMD NTB
 

Dr. Muslihin, S.Pd., M.Pd

 

Dr. MUSLIHIN, S.Pd., M.Pd
196912311999031034
( IV/c ) [ 2017-10-01 ]

Fungsional Widyaiswara Ahli Utama
Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Daerah
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat

 

TENTANG RASA KEINDONESIAAN, CATATAN KECIL DARI JOGJA | by: Cukup Wibowo

TENTANG RASA KEINDONESIAAN, CATATAN KECIL DARI JOGJA

Di pojok Monumen Tugu Jogja, orang-orang berkumpul malam itu (Minggu, 1/9/2019). Digerakkan oleh kelompok seniman dan budayawan, perlahan tapi pasti tempat yang biasa dipakai sebagai tempat berhimpun (assembly point) itu kemudian ramai dihadiri oleh masyarakat dan mahasiswa. Tema pertemuan yang berisi ajakan untuk menjaga NKRI itu berlangsung dalam suasana yang menghibur. Ada orasi, baca puisi, musik, dan penampilan tubuh dalam kreativitas tari dan lainnya. Beberapa spanduk terbentang dengan pesan tulisan tentang ajakan menjaga NKRI dan persaudaraan sebagai bangsa. Jogjakarta selalu asyik dengan spontanitasnya yang penuh kelakar dan rasa guyub kulturnya. Malam itu saya merasakan sensasi kebersamaan dalam tempo singkat meski tubuh ini baru berbaur secara tak sengaja. Tak ada batas-batas keasingan saat tubuh bertemu tubuh dalam perjumpaan yang spontan. Berbagai suku bangsa berhimpun malam itu. Semangat untuk mengumandangkan solidaritas atas berkembangnya isu yang terjadi di Papua adalah tema kegiatan utama malam itu. Saya amat terkesan dengan spontanitas kalangan seniman, budayawan, mahasiswa, dan masyarakat yang ada di Jogja dalam urusan menjaga marwah kebangsaan. Sebuah acara yang saya bayangkan terencana dan dilaksanakan hanya dengan komitmen dan kesungguhan hati dalam mencintai Indonesia. Improvisasi ala Jogja sangat terlihat sekali dengan beberapa selebriti juga yang terlibat menyemarakkan acara malam itu. Di titik awal arah panjang jalan Malioboro saya merasakan keindonesiaan yang penuh rasa persaudaraan, menyenangkan sekaligus menentramkan.

 

CukupWibowo | Jogjakarta, Senin, 2 September 2019.