Home / Admin : Winuantara (page 8)

Admin : Winuantara

Peserta Latsar Harus Menjadi Agen Pembaharu yang “Out of the Box”

Peserta Latsar Harus Menjadi Agen Pembaharu yang “Out of the Box”

Nurhikmah, S.I.P.,M.Hum
Widyaiswara BPSDMD Provinsi NTB

Pada Jumat (1/11), bertempat di Hotel Graha Ayu, Mataram, Seminar Rancangan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar PNS telah digelar. Seminar ini menjadi bagian dari agenda Peserta Latsar CPNS Kota Mataram, yang akan melakukan habituasi dalam 30 hari kedepan (off campus). Peserta Latsar Angkatan II yang berjumlah 112 orang ini terbagi dalam 3 kelas. Sesuai Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil, mereka ditempa dengan 4 agenda, yaitu Nilai-nilai Bela Negara; Nilai-nilai Dasar PNS; Kedudukan dan Peran PNS; serta kompetensi teknis atau bidang.Dalam seminar rancangan kali ini, saya menjadi coach bagi peserta Kelas A kelompok 4, yang notabene adalah para guru SD dan SMP di Kota Mataram. Sebagai narasumber, yaitu Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Drs.Tri Budiprayitno,M.Si. Sedangkan para mentor adalah atasan langsung (Kepala Sekolah) dari para peserta.
Sebelum memulai pemaparan, Tri Budiprayitno menyampaikan arahan, yang mengingatkan kepada semua peserta Latsar, bahwa mereka adalah “agent of change”, yang harusnya membawa perubahan bagi unit kerja dan profesinya. Untuk itu, para peserta Latsar diharapkan bisa berpikir out of the box, kreatif dan inovatif melalui gagasan-gagasan dalam menyelesaikan isu yang dihadapi.

Sebagai pendidik, berbagai isu dimunculkan oleh para peserta. Ada yang berprofesi sebagai guru kelas di Sekolah Dasar, mengemukakan bahwa sebagian besar anak didik, walaupun sudah di kelas 4-6, masih banyak yang belum lancar dalam Calistung (Membaca, Menulis, dan Berhitung). Hal ini menjadi cukup miris mengingat kemampuan dasar ini harusnya dimiliki di tiap tingkatan, dan seharusnya menjadi syarat dalam kelulusan kenaikan kelas. Beberapa peserta Latsar melihat bahwa minat dan motivasi anak didik untuk belajar masih kurang karena beberapa faktor, antara lain terbatasnya media pembelajaran, kurangnya kreativitas guru dalam menyajikan pelajaran, dan minimnya perhatian orang tua atas perkembangan anaknya. Salah satu persoalan misalnya di sekolah yang sebagian besar anak muridnya berasal dari keluarga nelayan. Anak-anak terkadang memilih ikut melaut daripada harus ke sekolah. Oleh karena itu, para guru ini memakai berbagai metode yang merupakan replikasi dan modifikasi, untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa.


Selain itu, di tingkatan SMP, peserta Latsar melihat kemampuan menulis dan literasi masih sangat kurang. Ini ditandai oleh kurangnya minat baca dan menuangkan ide kreatif dalam bentuk tulisan. Berdasarkan data yang diungkap oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip NTB di media, bahwa secara nasional, NTB berada pada peringkat 31, yang artinya minat baca masih sangat rendah. Untuk itulah, para guru ini berusaha menggairahkan minat baca melalui beberapa aktivitas, antara lain menggerakkan Mading Kelas, Pekan Literasi, “Story Telling”, dan Pemilihan Duta Baca.

Isu lainnya adalah dari para peserta Latsar yang berprofesi sebagai Guru Olahraga. Isu pertama yaitu tentang minimnya minat anak didik terhadap cabang olahraga Atletik. Padahal atletik merupakan “mother of sport”, olahraga tertua di dunia. Selain itu, atlet yang mendunia dan mewakili Indonesia berasal dari NTB, seperti Lalu Zohri dan Iswandi, patutlah menjadi inspirasi. Untuk kota Mataram, permasalahan yang kerap muncul adalah minimnya anak didik yang bisa menjadi bibit-bibit atlet dari cabang Atletik tersebut. Gagasan kreatif yang dimunculkan melalui berbagai games dan aktivitas lari dengan memanfaatkan media sosial sebagai kampanye mengakrabkan olahraga ini.

Isu kedua adalah terkait kurangnya minat dan pengetahuan anak milenial dengan permainan tradisional. Gadget dan perkembangan saat ini membuat anak-anak terlena dan kurang bergerak untuk memainkan permainan tradisional, yang menjadi bagian dari kebudayaan Indonesia. Peserta Latsar menawarkan permainan Bola Kasti, yang juga terdapat dalam silabus pembelajaran Olahraga, untuk menjadi titik awal mengakrabkan siswa dengan permainan tradisional.

Atas berbagai isu tersebut, Tri Budiprayitno, selaku narasumber, mengapresiasi dan memberikan banyak masukan. Salah satunya, mengingatkan kembali peserta Latsar atas fungsinya sebagai guru. “Bagaimana para peserta didik akan menjadi termotivasi dan tertarik dengan pelajaran di sekolah atau kelas, apabila gurunya tidak mampu menawarkan sesuatu yang menarik”, tantangnya. “Choose your choice, and love your choice”, ujarnya kembali. Bahwa sebagai seorang yang sudah memilih jalan hidup sebagai ASN, maka kita harus all out dalam mencintai pekerjaan kita, sehingga hasil yang maksimal dapat dicapai.

Di setiap sesi Tanya jawab, Tri Budiprayitno juga meminta peserta menuliskan bukti dan hal-hal apa saja yang akan disajikan dalam seminar hasil 30 hari kedepan. Ini menjadi penting sebagai bukti tanggung jawab peserta Latsar dalam melaksanakan habituasi. Selain itu, narasumber juga berharap agar para peserta benar-benar menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, tidak hanya saat aktualisasi 30 hari kedepan, tapi juga seterusnya, menjadi ASN yang berkualitas dan kompeten.[]

 

ETIKA PUBLIK

ETIKA PUBLIK

Pembelajaran Mata Diklat Etika Publik selain bisa memberi pemahaman tentang apa itu kode etik dan perilaku pejabat publik, juga diharapkan bisa memberi bekal kepada peserta diklat untuk bisa menunjukkan sikap dan perilakunya sesuai dengan Kode Etik sebagaimana diatur dalam UU No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.

Dr HL Sajim Sastrawan, Widyaiswara Provinsi NTB saat menyampaikan materi Etika publik ke peserta Latsar CPNS
Pengalaman itulah yang diajarkan oleh Dr HL Sajim Sastrawan, Widyaiswara Provinsi NTB kepada 29 orang peserta Diklatsar Golongan III yang terdiri dari 13 guru, 14 tenaga kesehatan, serta 2 orang teknis dari Dinas Dukcapil dan Dinas Perumahan Pemerintah Kota (Pemkot) Bima pada Jum’at 1 Nopember 2019 sejak pukul 10.00-18.15 Wita. Pelaksanaan kegiatan diselenggarakan di Hotel La Illa Kota Bima.

 

Hari ini digelar Seminar Rancangan Aktualisasi Latsar CPNS Kab.Sumbawa dan Sumbawa Barat di BPSDMD Prov.NTB

| 26 oktober 2019

 

Sebanyak 230 orang peserta Diklat Dasar Calon Pegawaia Negeri Sipil ( CPNS ) Angkatan Ke V Lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tengara Barat hari ini melaksanakan Seminar rancangan  Aktualisasi di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Nusa Tenggara Barat. 26 oktober 2019

Selama dua hari ini peserta di jadwalkan melakukan seminar Rancangan Aktualisasi Dalam seminar rancangan aktualisasi peserta  terbagi dalam 10  kelompok  dan di bagi kembali dalam dua season yakni hari jum’at dan sabtu dikarenakan jumlah peserta mencapai 230 orang dan seminar ini dimulai sejak pukul  7.30 wita s.d 17.45 wita

Kriteria penilaian rancangan aktualisasi, peserta ditentukan dari kualitas penetapan isu, jumlah kegiatan, kualitas rencana kegiatan, relevansi rencana kegiatan dengan aktualisasi, dan teknik komunikasi

 

 

Dihadapan para penguji, dan masing masing mentornya seluruh peserta Latihan Dasar CPNS Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat ini dituntut mampu memaparkan dan menyakinkan para penguji apa yang menjadi rancangan aktualisasi yang menjadi prasyarat kelulusan latsar CPNSnya.

Selanjutnya peserta setelah menyelesaikan seminar ini mereka akan kembali ke instansinya masing-masing guna pelaksanaan aktualisasi oleh peserta latsar di tempat tugas masing-masing selama 30 hari kedepan nanti.

 

AB 26 okt 2019》

 

Mashuri Duta Zero Waste – Biopori sebagai alternatif membuang sampah yang bermanfaat

Mashuri Duta Zero Waste BPSDMD Provinsi NTB

 

-  25 Oktober 2019

 

Diklat Duta Zero Waste yang sudah diklaksanakan satu bulan yang lalu di BPSDMD Provinsi NTB dimaksudkan sebagai upaya untuk membentuk SDM Khususnya Aparatur Sipil negara (ASN) dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelola sampah dan setiap peserta akan menjadi wakil/Duta dalam mensosialisasikan Program Zero Waste dalam rangka Mewujudkan NTB Zero Waste 2023 dengan upaya alternatif dalam pengelolaan sampah yang dapat diterapkan dan berdaya guna serta bernilai ekonomis.

Hal  inilah yang membuat kepala Badan Pemgembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Tri Budiprayitno) lewat Duta Zero Waste Bapak Mashuri untuk BPSDMD Provinsi NTB mengajak turun seluruh pegawainya sekalikgus memberikan contoh kepada seluruh pegawai di BPSDMD Provinsi NTB untuk tau bagaimana cara membuat lubang Biopori sebagai alternatif membuang sampah agar bisa dimanfaatkan sebagai kompos setelah diolah melalui proses yang sederhana.

dengan harapan bisa mereka terapkan di rumah mereka masing masing dan menjadi inisiator bagi warga sekitar akan mamfaat lubang biopori ini.

Lubang Biopori ini bisa menjadi solusi, karena sampah yang dihasilkan dalam rumah tangga 45 sampai 60% adalah sampah organik, jadi ketika 60% sampah itu masuk ke dalam lubang biopori ini maka diharapkan 60% sampah sudah berkurang sejak dari sumbernya, sedangkan sisanya sampah anorganik diambil oleh Bank Sampah.

Selain upaya mengurangi dampak negatif akibat sampah, kini mulai sekarang kata Pak Mashuri, mari kita bersama-sama menjalankan program Biopori ini, membuat lubang biopori sebanyak banyaknya mulai dari rumah kita masing-masing hingga tempat kita bekerja, ditempat kerja pegawai hanya diminta kesadarannya untuk menaruh dan memisahkan sampah-sampah mereka di tempat yang telah disiapkan, mana sampah organik dan anorganik selanjutnya pekerjaan temen-temen Cleaning servicelah yang akan menindaklanjuti sampah ini ke lubang biopori, dan ini akan menjadi Kompos bagi tumbuhan disekitar sehingga bisa dipergunakan untuk kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman,” baik dirumah mau di kantor kita jelasnya.

AB 25/10/19》