Home / Admin : Winuantara (page 9)

Admin : Winuantara

LATSAR CPNS di BPSDMD NTB masuk pada Materi Aktualisasi

 | 23oktober2019

 

Hari ini peserta diklatsar Kab/Kota di BPSDMD Provinsi NTB masuk pada Materi Pembelajaran Aktualisasi

dimana setiap peserta diklatsar CPNS sebnayak 6 kelas ini dibimbing oleh masing-masing widyiswara disetiap kelasnya dan nantinya peserta dituntut untuk mampu mengaktualisasikan substansi materi pembelajaran yang telah dipelajari melalui proses pembiasaan diri yang difasilitasi dalam pembelajaran agenda Habituasi.

Pembelajaran Agenda Habituasi memfasilitasi peserta melakukan kegiatan pembelajaran aktualisasi mata-mata Pelatihan yang telah dipelajari (mata pelatihan Wawasan Kebangsaan dan Nilai-Nilai Bela Negara, Analisis Isu

Kontemporer, Kesiapsiagaan Bela Negara, Akuntabilitas PNS, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi, Manajemen ASN, Pelayanan

Publik, serta Whole of Government).

 

Melalui agenda pembelajaran ini, peserta akan dibekali dengan konsepsi dan tahap aktualisasi, penyusunan dan penyajian rancangan aktualisasi, pelaksanaan aktualisasi di tempat kerja dan penyajian hasil aktualisasi di tempat kerja dengan menyajikan berbagai bukti belajar yang relevan.

AB

23 oktober 2019

 

Meriahnya Pelepasan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II (PKN II) di BPSDMD Provinsi NTB

Meriahnya Pelepasan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II (PKN II) di BPSDMD Provinsi NTB

 

 | 19 Okt 2019

 

BPSDMD Provinsi NTB menyambut Kepala Lembaga Adminstrisi Negara(LAN RI) di Lapangan Wisma Tambora, dengan tarian-tarian dan lagu lagu selamat Datang oleh Peserta Diklatsar CPNS yang berjumalah 230 orang.

Kehadiran Kepala LAN RI yang hari diwakili Deputi bidang Kajian dan Inovasi Manajemen ASN (Bapak DR Agus Sudrajat,S.Sos MA) ini dalam Rangka Melepas Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk.II yang telah dilaksanakan di BPSDM NTB bekerjasama Dengan Puslatbang PKASN LAN Jatinagor.

Peserta yang berjumlah 51 oarang ini berasal dari Provinsi NTB, Papua dan Nusa Tenggara Timur.

Selanjutnya laporan kegiatan oleh Bapak Hari Nugraha,SE.M.PM Kepala Pusat Pelatihan dan Pengembangan PKASN LAN, yang mana beliau menyampaikan beberapa hal tentang pelaksanaan kegiatan dan kondisi peserta selama dalam pelaksanaan pelatihan.

Dalam acara ini disampaikan juga Pesan kesan peserta pelatihan yang diwakili oleh peserta dari Nusa Tenggara Timur (Bapak Thomas Tip Des Lelangrian) dalam kesan pesannya beliau menyampaikan

bahwa pesan dan kesan ini, saya berkesimpulan lebih baik disampaikan oleh temen peserta dari provinsi tamu, biar lebih berkesan buat NTB dan kita semua katanya. Lebih Jauh ia menyapaikan kepada penyelenggaraan yakni pak Tri budi yang sebagai Kepala BPSDM NTB katanya kalau Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II di BPSDM Provinsi NTB ini sangat luar biasa atau boleh dikatakan the best/ terbaik NTB, soal apa? Soal bagaimana tata kelola kediklatan yang tidak pernah kami alami pada diklat-diklat sebelumnya katanya, semua hal yang menjadi kebutuhan peserta terlayani dengan baik, baik di dalam kampus maupun diluar kampus,kami mengalaminya! beliau mengaskan, hal ini tentunaya karena kerja aktif kerjaan apik kolaboratif antara dua lembaga hebat yakni puslatbang Jatinangor dengan Provinsi NTB.katanya, NTB Selalu menyajikan nuansa ke pariwisataan, kami mendapat syapaan,senyuman manis sudara-saudara kami di tanah NTB ini, lebih jauh ia menambahkan kalau narasumber juga berkompeten dalam sajian materi-materi yang beragam dan terupdate yang bisa dibawa pulang dan dilaksanakan di tempat tugas kami masing-masing sebagai pemimpin pemimpin strategis,dan inovatif ,kebersaman dalam proses pembelajaran sangat komunikatif seolah tak ada sekat, antara widyaiswara dan peserta, antara peserta Papua dan Nusa Tenggara Barat, peserta NTT dengan NTB, disini kami menjadi satu keluarga besar di kampus BPSDM NTB ini dengan berbagai dinamika yang kami alami karena kami menjadi anak-anak Nusa Tenggara untuk Nusantara katanya dalam kesan nya.

Pesan kami pertama, pertahankan semua hal baik,profesionalitas dalam tugas dan pelayanan ketika di masa-masa yang akan datang yang kedua kita semua sudah menjadi satu keluarga besar bukan 51 orang peserta lagi tapi kita sudah satu keluarga dalam pemerintahan, kami ingin sekali kepala Kepala LAN RI,Kepala BPSDM NTB,dan lainnya hadir ke papua dan NTT katanya, mengahiri pidato pesan kesannya diiringi tepuk tangan dari undangan dan peserta.

Selanjutnya Asisten Administrasi dan Umum (Ibu Ir Hj Hartiana.,MM) dalam sambutan atas nama Gubernur NTB menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada keluarga besar Lembaga Adminstrasi Negara yang telah mempercayakan NTB untuk menjadi lokasi PKN II ini, yang sudah ketiga kali dilaksanakan di NTB ini, dan yang lebih utama ucapan terima kasih kami yang tidak bisa kami nilai untuk kepercayaan menunjuk kembali BPSDM Provinsi NTB guna Melakukan Diklatpim II Mandiri kata ibu Hartina, jd tidak salah Gubernur kami ini, dalam hal ini menunjuk kepala BPSDM kali ini katanya, yang baru 5 bulan ini, namun sudah punya punya prestasi,namun yang lebih penting katanya bagaimana temen kita yang 51 orang ini bisa berkolaborsi dengan kawan kawan di disini Guna Mendukung BPSDM dalam rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia Kedepannya ini katanya menutup sambutannya.

Lima nilai istimewa dari hasil peserta PKN 2 ini disampaikan bapak Deputi bidang kajian dan inovasi Manajemen ASN Lembaga Adminstrsi Negara, yang di antaranya adalah:

  1. Najamuddin Amy (pemerintah Provinsi NTB),
  2. Amar Nurmansyah (Kab.Sumbawa Barat),
  3. Kawit Sasmito(Kab.Lombok Utara )
  4. Wismaningsih Drajadiah (Pemerintah Provinsi NTB) dan yang terakhir
  5. L. M. Faozal( Pemerintah Provinsi NTB).

Selanjutnya beliau dalam pidatonya menyampaikan Selama 15 Minggu lamanya telah terbangunlah kompetensi pemimpin itu, dengan adanya perubahan ini mau tidak mau dipaksa harus meningkatkan kompetensi menggerakkan tim, atau tim efektifi itu, Kompetensi yang dibangun pada pelatihan PKN ini adalah pembinaan strategis dalam rangka menghadapi dinamika Lingkungan organisasi, supaya kita lincah,cerdas dalam berbirokrasi.

Lebih jauh bapak Deputi LAN menyampaikan kalau kita udah masuk di era digital 4.0, di jepang sudah 5,.semua diganti dengan mesin, bapak ibu sekalian kalau kita dilingkungan birokrasi eselon satu dua tiga dan empat lalu kalau kita tidak ikut perkembangan itu, kita akan ketinggalan oleh temen temen melenial.

Kami berharap sebagian inovasi-inovasi ini terus dikembangkan karna beragai inovasi yang sudah memperoleh penghargaan dari pemerintah itu adalah dari hasil proyek perubahan seperti ini katanya sembari mengalungkan tanda penghargaan kepada 5 pesrta dengan Nilai istimewa tersebut dan di ahiri dengan photo bersama dan tarian Joget Lombok.

Mataram,Sabtu 19 okt 2019 | AB

 

 Serunya Kesiapsiagaan Bela Negara Diklatsar CPNS di BPSDM Prov.NTB

 Serunya Kesiapsiagaan Bela Negara

Diklatsar CPNS di BPSDM Prov.NTB

 

BpsdmdNews, 12 oktober 2019,

Sebanyak 230 peserta Pelatihan Dasar (Latsar) Golongan III Angkatan XIV tahun 2019 Lingkup pemerintah Kab/Kota di BPSDMD Provinsi NTB mengikuti materi kesiapsiagaan bela negara yang dilaksanakan selama 3 hari (10-12 Oktober 2019). Pelaksanaan materi ini merupakan perwujudan dari pasal 5 Ayat 1(poin a.), Peraturan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2018, Tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil.

 

 

Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebagai calon aparatur pemerintahan sudah seharusnya mengambil bagian di lini terdepan dalam setiap upaya bela negara sesuai bidang tugas dan tanggungjawab masing-masing. Kesiapsiagaan bela negara bagi CPNS adalah kesiapan untuk mengabdikan diri secara total kepada negara dan bangsa dan kesiagaan untuk menghadapi berbagi ancaman multidimensional yang bisa saja terjadi di masa yang akan datang.

 

 

 

Kesiapsiagaan bela negara bagi CPNS menjadi titik awal dari langkah panjang pengabdian yang didasari oleh nilai-nilai dasar negara. Ketangguhan mental yang didasarkan pada nilai-nilai cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, yakin Pancasila sebagai ideologi negara, kerelaan berkorban demi bangsa dan negara akan menjadi sumber energi yang luar biasa dalam pengabdian sebagai abdi negara dan abdi rakyat.

 

Melalui penyelenggaraan Pelatihan Dasar bagi CPNS, para peserta akan diberikan wawasan kebangsaan dan nilai-nilai yang mendasari sikap perilaku bela negara. Menjelaskan dan mampu menganalisis isu kontemporer, seperti terorisme, pergaulan bebas, dan narkoba. Serta melakukan praktik yang mencerminkan kesiapsiagaan fisik dan mental dalam suatu kegiatan yang melatih kedisiplinan, kepemimpinan, kerjasama, dan prakarsa agar dapat mewujudkan kesiapsiagaan bela negara.

 

 

Selama tiga hari pelaksanaan Mata diklat Bela Negara peserta Latsar CPNS ini diberikan Materi oleh instansi terkait yang telah ditunjuk yakni dari Lanal Mataram, Korem 162 Wirabakti dan satpol PP Provinsi NTB

terkait kewaspadaan dini( fungsi fungsi intelijen dan  Badan Pengumpul data) yang bisa melatih kecermatan dalam mencari maupun menerima informasi,teori dan praktek tentang Keprotokolan dan TUS serta

melatih ketangkasan peserta dengan latihan baris-berbaris, kecerdasan mental dan uji ketahanan fisik yakni dengan melintasi sungai Jangkuk menuju kantor Gubernur Provinsi NTB.

《AR.12.10.2019》

 

BPSDMD Prov.NTB Mengadakan Diklat Duta Zero Waste

BpsdmNews 11 Oktober 2019

BPSDMD Prov.NTB Mengadakan Diklat Duta Zero Waste

Hari ini Diklat Duta Zero Waste ditutup Ibu Sekretaris BPSDMD Provinsi NTB,(Gusti Ayu Pariatni) setelah dibuka 7 oktober lalu oleh Kepala BPSDMD Prov NTB.(Tri Budiprayitno)

Dalam Visi Pemerintah Provinsi NTB “Membangun Nusa Tenggara Barat Gemilang’ dengan Misi pada point ke empat yaitu : “NTB ASRI dan LESTARI melalui pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang berkelanjutan” yang ditindak lanjuti dengan Program Unggulan “ NTB Bersih dan Berkelanjutan”, maka muncullah program NTB Zero Waste 2023.

Diklat Duta Zero Waste ini dimaksudkan sebagai upaya untuk membentuk SDM Khususnya Aparatur Sipil negara (ASN) dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelola sampah dan setiap peserta akan menjadi wakil/Duta dalam mensosialisasikan Program Zero Waste dalam rangka Mewujudkan NTB Zero Waste 2023 dengan upaya alternatif dalam pengelolaan sampah yang dapat diterapkan dan berdaya guna serta bernilai ekonomis.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB selaku penanggung jawab program NTB Zero Waste harus memutar otak untuk mewujudkan rencana tersebut. Bagaimana tidak, berdasarkan data milik Dinas LHK NTB sendiri pada tahun 2018 saja sekitar 80% sampah di NTB masih belum bisa dikelola. NTB potensi sampah yang dimiliki per hari adalah sebesar 3.388,76 ton. Dari jumlah tersebut, yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hanya sekitar 641,92 ton per hari, dan yang berhasil didaur ulang di bank sampah hanya sekitar 51,21 ton per hari berdasarkan data per juni 2019.

BPSDMD Provinsi Nusa Tenggara Barat selaku Perangkat Daerah sebagai fasilitator kediklatan maka memandang perlu untuk mendukung dan mewujudkan program unggulan tersebut dan setelah melakukan koordinasi dengan Dinas LHK Provinsi NTB dan merumuskan langkah tersebut maka perlu dirasa dibentuk Duta Zero Waste yang akan membantu dan mendukung program Zero Waste melalui pengelolaan sampah yang baik dan mampu bernilai ekonomis.hal itulah yang menjadi inisiasi penyelenggaraan Diklat Duta Zero Waste .

Harapan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) terbentuknya Duta Zero Waste ini maka Dinas LHK selaku leading sektor program unggulan ini dapat terbantu baik dalam melakukan sosialisasi ke depan, karena kita juga perlu memahami bahwa keterbatasan SDM pada Dinas LHK juga menjadi kendala, dengan terwujudnya Duta Zero Waste dapat dilakukan

pembinaan lanjutan dan memperdayakan mereka sebagai salah satu corong publikasi, sosialisasi dan praktek dalam penerapan program Zero waste dimanapun berada, Duta Zero Waste dengan pembinaan dan pemberdayaan berkelanjutan dapat terlibat langsung menyuarakan pengelolaan sampah yang baik dikalangan instansi masing-masing, sekolah maupun masyarakat umumnya.

Besar harapan Pemerintah Provinsi NTB Lewat diklat ini kepada seluruh Duta Zero waste ini nantinya memapu merubah pola pikir masyarakat sekitarnya minimal dilingkungan instansi masing-masing sehingga Sampah tidak lagi menjadi barang yang menjijikkan tapi bagaimana pengelolaan sampah yang baik dan efektif bisa menjadikan sampah bernilai ekonomis dan bermanfaat dengan daur ulang yang tepat.

Oleh karena itu dengan lahirnya Duta zero waste, Dinas LHK memiliki kekuatan tambahan, memiliki satgas tambahan dan harapan kami tetap dilakukan pembinaan dan berkelanjutan serta dapat dilibatkan dalam kegiatan Lingkungan Hidup khususnya sosialisasi Zero Waste.

Harapan kami bahwa dengan terbentuknya Duta Zero Waste ini maka adanya satgas berkompetensi dalam mensosialisasikan program NTB Zero Waste 2023.

《AR 11.10.19》

 

Tri Budiprayitno membuka Diklat Pengadaan Barang /Jasa Pemerintah Tingkat Dasar (Model Blanded Learning)

BpsdmNews | 10 Oktober 2019

Tri Budiprayitno membuka Diklat Pengadaan Barang /Jasa Pemerintah Tingkat Dasar (Model Blanded Learning)

Diklat Pengadaan Barang /Jasa Pemerintah Tingkat Dasar (Model Blanded Learning) hari ini resmi di buka Kepala BPSDMD (Tri Budi Prayitno) Diklat yang berlansung mulai hari ini, tanggal 10 s.d 22 Oktober 2019 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dengan pola E-Learning ini, oleh Tri Budi Prayitno menyapaikan akan harapannya kepada peserta diklat setelah ini bisa Lulus 100% dari jumlah peserta yang saat ini yang tercatat berjumlah 65 orang yang 60 orang berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemerintah Provinsi, dan 5 orang dari unsur Vertikal , mengingat begitu kurangnya pejabat Pengelolaan Barang/jasa di pemerintah Provinsi NTB.

(Kepala BPSDMD Provinsi - Tri Budiprayitno )

Tri Budiprayitno lebih jauh dalam sambutannya menyampaikan selama saya menjadi pejabat dari eselon V yang waktu itu masih ada, katanya, eselon IV dan Eselon III, saya sama sekali menjauhi atas hal-hal yang terkait dengan proses proses pengadaan barang dan jasa, saya tidak pernah mau membaca atau bahkan ketika solusi untuk menjadi tenaga atau petugas pengelola pengadaan barang jasa, saya selalu menghindari tapi rupanya prinsip saya selama itu adalah salah, saya pernah Kepala Dinas Dikpora yang atasnya begitu banyak sumber pendanaan baik dari APBD apalagi APBN yang ternyata harus betul-betul saya kawal atas prinsip-prinsip pengadaan barang jasa yang sebenar-benarnya, saya salah sekali dan saat ini saya baru baru merasakan bahwa setelah salah dan keliru,artinya apa? teman-teman ibu-bapak tidak bisa dihindari bahwa diera kekinian bahwa setiap pejabat itu harus memahami tentang proses pengadaan barang dan jasa.

Bayangkan 11 tahun yang lalu saya teringat, Astagfirullahal azim ya katanya, ternyata seperti in, karna sayapun termasuk termasuk orang yang tidak cukup paham atau mengetahui secara detail proses Pengadaan Barang dan Jasa katanya, saya terimakasih sekali hari ini terdaptar hanya 1 orang Pejabat eselon II yang mau mengikuti Diklat hari ini bersama Pak Yusron dari Kepala Biro Organisasi.

Kemarin hari senin kata Tribudi melanjutkan ada rapat pimpinan langsung dipimpin oleh bapak gubernur ibu wakil gubernur pejabat sekda dan dihadiri seluruh kepala OPD, lagi-lagi hal seperti tetap mengemuka bahwa untuk menjadi pejabat dalam skala yang terus bertingkat dari empat tiga dua itu dimohon kepada pak Gubernur untuk memastikan terkait Kompetensi pengadaan barang dan jasa katanya dan tadi saya sempat berdiskusi dengan salah seorang Calon sekda kita,yang kebetulan lagi pansel saat ini lagi lagi menitip pesan katanya untuk maemastikan dan harus segera didesain ulang mengenai standar syarat jabatan, harus dipastikan kompetensi Pengadaan barang jasa harus dimiliki.

Informasi berikutnya 14415 pegawai Negeri lingkup Pemerintah Provinsi NTB hanya 12 orang yang kemudian menjadi pejabat fungsional pengadaan barang dan jasa, bayangkan kalau kemudian kita itung-itungan bahwa 1 OPD minimal 1 PPK kemudian 1 pejabat pengadaan barang jasa untuk setiap OPD diluar OPD OPD tertentu yang besar yang lebih dari itu seperti PU, PR, pertanian perkebunan, Perikanan kelautan Dikbud dan beberapa lainnya, tentunya bisa lebih dar 2.

Kalau ada 46 OPD maka setidak tidaknya ada 92 kemudian tambahan lagi maka paling tidak di atas 100, sementara bayangkan kita baru punya 12 orang.

Kenapa justru kemudian menarik pejabat Fungsional tertentu ini, karna banyak hal yang bisa di dapat minimal ibu bapak bisa naik pangkat dalam durasi dibawa 4 tahun atau 2 tahun bs naik, tunjangan fungsional untuk level yang pertama saja atau yang paling bawah itu Rp800.000, berikutnya apalagi kemudian meningkat- meningkat belum lagi ada honor dari sebagai tim dan sebagainya. Katanya kaban memberikan suport

Kami sendiri di bpsdm provinsi Nusa Tenggara Barat memang ada punya PPK bahkan hitungan-hitungan saya sebetulnya ada lebih dari 3, Namun sayang hal yang kerap mengemuka model-model diklat seperti ini justru yang ikut tidaklah berupaya untuk meloloskan diri, mohon maaf saya sangat berharap dan tadi saya juga diskusi dengan penjabat Sekda pastikan bahwa yang ikut adalah yang memang benar-benar yang punya ketangguhan dan memang pada saat nanti akan menjadi pejabat pejabat baik secara struktural maupun pejabat fungsional ataupun sebagai petugas pengelolaan barang dan jasa, nah artinya apa teman-teman ibu-bapaìk ada durasi yang kemudian memasukkan kita bahwa pola ini hanya berlangsung sampai 2023 setelah tahun 2023 harus dipastikan ada uji kompetensi, jadi mamfaatkan ruang-ruang waktu ini. Teman-teman yang 60 dan 5 dari instansi vertikal yang ikut untuk memastikan mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya

Kondisi terakir di awal tahun 2019 kami ada menggelar kegiatan yang serupa seperti ini tingkat kelulusannya pada waktu itu 60%, kemudian saya bertanya kepada beberapa teman yang memahami tentang fenomena ini ternyata disebut kelulusan 60 % sudah bagus.

saya berharap yang ikut seperti ini sekarang bisa lulus 100%.

kalau saya melihat ini adalah tingkat dasar maka seyogyanya yang saya coba pahami secara sederhana dengan pemahaman yang standar atas Perpres yang ada Insya Allah ibu bapak bisa lulus, ini model baru lagi modelnya jadi tadi sudah disampaikan oleh Kepala Bidang bahwa polanya ini e-learning, jadi nanti setelah ini akan ada pemberian pembahasan terkait hal hal apa yang akan bapak/ibu lakukan setelah itu selama seminggu kembali ke OPD masing-masing mengerjakan berbagai hal tentunya dengan teknologi IT yang ada kemudian setelah itu ada proses tatap muka yang kemudian akan ujian dan segalanya,

saya berharap lagi kepada peserta ikuti dengan sebaik-baiknya kita akan segera rumuskan syarat jabatan dan saya meyakini ibu bapak adalah sosok yang tangguh dalam pengelolaan pengadaan barang dan jasa, Ibu Bapak mudah-mudahan tidak terkena oleh virus virus yang menyatakan ah bahaya menjadi pejabat pengelola, saya pikir kalau kemudaian atasnya kita mempunyai kompetensi kemudian melakukan sesuai SOP insya Allah aman.Tribudi menutup sambutannya.

《AR 10/10/19》

 

BPSDMD Provinsi NTB kehilangan Guru Bangsa

BpsdmdNews | 8 Oktober 2019

Innalillahiwainnailhirojiun.
Telah berpulang kerahmatulah pada hari ini Guru Bangsa BPSDMD Provinsi NTB
Bapak H. Abdul Aziz. SH.

 

 

Beliau Meninggalkan kita semua dalam Usia 63 Tahun pada hari ini 8 Oktober 2019 sekitar pukul 00.20 wita di Rumah Sakit Risa Mataram, Beliau meninggalkan satu orang istri dan 4 orang anak, dan saat ini beliau masih tercatat sebagai Fungsional Umum Widyaiswara BPSDMD Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan Pangkat terakhir sebagai Pembina Utama Madya (IV/d).
Almarhum H.Abdul Aziz SH.MH ini selama menjadi Guru Bangsa dikenal dengan sosok yang santai enjoy dan bisa membawa susana kelas menjadi hidup, lebih lebih saat mengajar beliau selalu bisa menyelipkan ace breaking saat atau sebelum kegiatan pembelajaran di mulai, sehingga suasana kelas bisa mencair seketika, inilah keahlian beliau yang mungkin tidak semua Widyaisawara memilikinya.

Menurut informasi,sekitar satu minggu sebelum meninggal, almarhum sempat berkomunikasi dengan bapak Kepala BPSDMD Tri Budiprayitno, .kalau beliau menyampaikan kondisi kesehatannya sudah pulih dan membaik pasca masuknya beliau ke rumah sakit atas Penyakit yang beliau derita, beliau menyampaikan kesiapannya mengajar kembali di jam-jam pelajaran yang sudah terjadwalkan mengingat kegiatan Diklat yang cukup banyak di BPSDMD kali ini,

(Sambutan Sekretaris Daerah Prov.NTB di acara Pemakaman)

Hari ini sesungguhnya Allah SWT berkehendak lain,.Beliau dilanggil mengahadap lebih awal, sehingga kita semua Keluarga Besar ASN Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Hususnya keluaraga BPSDMD Provinsi NTB sangat merasa kehilangan atas kepergian beliau. Semoga Amal Ibadah beliau diterima Oleh Allah SWT.Selamat Jalan Abah Aziz.

 

 

Guru Agama dan Tantangannya Mendidik Anak Bangsa

Guru Agama dan Tantangannya Mendidik Anak Bangsa [sebuah refleksi]

Nurhikmah, S.I.P.,M.Hum | Widyaiswara BPSDMD NTB

“Lombok Utara Darurat Guru Agama”, kira-kira begitu yang dilontarkan oleh Dr.Fauzan, M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lombok Utara, seusai menjadi narasumber pada Seminar Rancangan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar PNS pada Jumat (4/10) lalu. Pernyataan yang cukup dalam berdasarkan apa yang dialaminya di Kabupaten Lombok Utara. Namun, hal yang melegakan hatinya adalah dalam rekrutmen CPNS kali ini, banyak guru Agama dan guru Olahraga yang terjaring, untuk menjawab kebutuhan organisasi. Alhasil, dari 230 peserta Latsar Kabupaten Lombok Utara (KLU), hampir sebagian tenaga gurunya adalah guru Agama dan Olahraga.

Kabupaten Lombok Utara adalah salah satu dari Kabupaten/Kota yang melaksanakan Latsar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) melalui Pola Kemitraan dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi NTB.  Pelaksanaannya sudah dimulai sejak tanggal 16 September 2019 lalu. Sebanyak 230 peserta Latsar CPNS dari Kabupaten Lombok Utara memasuki agenda On Campus selama 18 hari. Mereka kemudian ditempa dengan berbagai agenda kegiatan, yang apabila merujuk pada Peraturan Lembaga Administrasi Negara  Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil, mereka harus mengikuti 4 agenda, yaitu Nilai-nilai Bela Negara; Nilai-nilai Dasar PNS; Kedudukan dan Peran PNS; serta kompetensi teknis atau bidang.

Pada Kamis-Jumat (3-4 Oktober) lalu, peserta Latsar KLU sudah melaksanakan Seminar Rancangan Aktualisasi. Selanjutnya, kegiatan dalam rancangan tersebut akan dilaksanakan selama 30 hari di tempat kerja, atau dinamakan proses habituasi. Setelah 30 hari menyelesaikan kegiatannya, mereka kembali On Campus untuk mempresentasikan seminar akhir atau yang sering disebut dengan Kertas Kerja Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar PNS.

Sebagai salah seorang yang ditunjuk sebagai coach, saya mendapat amanah untuk membimbing 10 peserta Latsar, yang seluruhnya adalah guru Agama, dengan komposisi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) 9 orang, dan 1 orang guru Agama Budha. Mirisnya, bahkan, ada salah seorang guru Agama di kelompok saya mengatakan bahwa di sekolahnya sudah 3 tahun tidak ada guru Agama.

Terkait guru, saya selalu merasa beruntung bertemu dengan para peserta Latsar dari berbagai bidang ini. Terkhusus guru Agama, ada yang menarik dengan para pesertanya. Sebagian besar dari mereka mengeluhkan kondisi keagamaan di sekolah sangat kurang, terutama dari sisi pemahaman siswa siswi mereka baik Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP). Para guru agama ini melihat tipisnya pemahaman siswa siswi terhadap Kitab Suci, misal dalam Islam yaitu Al-Quran, pun demikian dengan Agama Budha, Hindu, ataupun keyakinan lainnya. “Jangankan memahami Al-Quran, mengenal huruf hijaiyah saja banyak siswa yang tidak bisa”, ujar mereka. Para guru ini meyakini bahwa pemahaman agama berkorelasi dengan bidang kehidupan lainnya termasuk kehidupan akademik dan sosial.

Untuk menyiasati permasalahan tersebut, para guru Agama tersebut harus melibatkan teknologi informasi sebagai media pembelajaran. Mereka meyakini bahwa teknologi informasi merupakan salah satu kunci dan upaya untuk menjadi “Smart ASN”. Selain itu, mereka juga memanfaatkan beragam metode pembelajaran agar menarik minat siswa untuk belajar agama. Hal ini juga untuk mewujudkan fungsi ASN, yaitu pelayan publik, pelaksana kebijakan, serta perekat dan pemersatu bangsa.  Bahwa dengan berinovasi, apalagi di daerah yang terpencil, adalah suatu keharusan bagi ASN demi perbaikan pelayanan publik, dalam hal ini dunia pendidikan. Inovasi dan implementasi nilai-nilai dasar PNS itulah yang mereka rancang menjadi program.

Fauzan selaku Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga KLU salut pada kreativitas mereka. Hanya saja, dia berpesan agar semua kegiatan dapat dilaksanakan dengan integritas yang tinggi. Menjadi ASN di Kabupaten Lombok Utara merupakan tanggung jawab besar saat ini, di tengah kondisi KLU yang sedang bangkit dari keterpurukan pasca-gempa. []

 

By: Nurhikmah|Widyaiswara BPSDMD NTB

 

Selamat Datang di Kawah Candradimuka BPSDMD Provinsi NTB peserta Diklatsar CPNS

Salah seorang peserta Latsar CPNS menandatangani serah terima Perlengkapan kegiatan

BpsmdNews | 6 Oktober 2019

Sebanyak 230 orang peserta Diklat dasar Calon Pegawai Negeri Sipil CPNS, hari  ini  diterima di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Peserta Diklatsar yang berasal dari Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat ini rencananya akan dibuka besok pagi  senin 7 oktober 2019 oleh Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Muhammad Amir, Sos.MM selaku (Kasubbid Pengembangan Kompetensi Kepemimpinan dan prajabatan) pada BPSDMD prov.NTB  dalam pidato penerimaannya menyampaikan  Selamat Datang di Kawah Candradimuka Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi NTB dan mengucapkan Selamat anda menjadi orang terpilih untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil dan hari ini ada disini untuk mengikuti diklatsar ini

KaSubBAg Pengembangan Kompetensi Kepemimpinan dan Prajabatan : Muhammad Amir., S.Sos., M.M. memberikan pengarahan ke Peserta Latsar

Diklat Dasar ini adalah diklat yang wajib bagi para CPNS katanya, untuk menghilangkan huruf C alias untuk berubah menjadi seorang PNS. Ini merupakan salah satu syarat seseorang CPNS diangkat menjadi PNS adalah telah memenuhi persyaratan dengan lulus pendidikan dasar ini. Lebih jauh Muhamamd Amir  menyampaikan kalau Nilai kedisiplinan selama mengikuti diklatsar ini  sudah tidak termasuk dalam penilaian kuantitatif, tetapi kedisiplinan adik-adik peserta menjadi salah satu faktor yang sangat penting, bahkan penyelenggara diklat prajabatan bisa memulangkan peserta diklat jika dianggap melakukan pelanggaran  terhadap kedisiplinan.katanya.

untuk itu diawal hingga akhir nanti kami akan menitipkan adik-adik  kepada tim Displin dan para pelatih pelatih di depan adik-adik ini untuk memaksa adik-adik berdisiplin sehingga adik-adik  merasa terpaksa lalu akan menjadi terbiasa nantinya menjadi orang  orang yang disiplin dan berkarakter hingga ahir diklat ini nanti adik-adik dituntut menjadi orang-orang yang professional dan mampu melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai pelayan masyarakat.

Selanjutnya Untuk itu diawal kegiatan ini kami akan menyambut adik-adik dengan ciri khas kami disini yakni wellcome Bpsdm, yang pada akhirnya peserta akan tahu nanti seperti apa.

Selamat menjalani Diklatsar ini, patuhi semua atuaran aturan yang ada dan jaga kesehatan selama mengikuti Diklatsar ini.

"Welcome BPSDM"merupakan sambutan hangat kami kepada peserta diklatsar dan akan menjadi kenangan terindah nanti, seperti apa? nanti kita liat sama-sama katanya. mengakhiri pidato sore ini.

ArtaBudi | 6/10/19》

 

BPSDMD PROVINSI NTB MENGGELAR SEMINAR RANCANGAN AKTUALISASI DIKLATSAR CPNS KAB.LOMBOK UTARA

BPSDMD PROVINSI NTB MENGGELAR SEMINAR RANCANGAN AKTUALISASI DIKLATSAR CPNS KAB.LOMBOK UTARA

BpsdmdNTB News 3 Oktober 2019 Hari ini di BPSDMD Provinsi NTB, peserta Diklat Dasar CPNS Lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Utara sedang melakukan seminar rancangan aktualisasi,yang mana rancangan aktualisasi ini merupakan bagian dari tahap pertama dalam proses rangkaian pembelajaran dilaksanakannya diklat dasar ini.
Peserta Latsar CPNS diwajibkan membuat rancangan kegiatan yang akan dilakukan dengan menerapkan nilai-nilai ANEKA yang mereka dapatkan selama 21 hari mengikuti kegiatan on campus, kemudian dipaparkan dalam seminar rancangan aktualisasi di hadapan penguji dan didampingi coach beserta mentor, sebelum mereka memasuki tahap off campus untuk mengaktualisasikan ANEKA dalam pekerjaan di instansi tempat mereka bekerja selama 30 hari.

Rancangan aktualisasi ini dimulai dengan menganalisis isu-isu, dilanjutkan dengan menentukan isu utama yang akan diangkat, membuat rencana dan tahapan kegiatan yang akan dilakukan, dan membuat timeline kegiatan.

Kegiatan Latsar CPNS ini dibagi menjadi tiga tahapan yang pertama tahapan internalisasi yang kedua tahapan aktualisasi, dimana peserta pulang ke instansinya masing-masing untuk mengaktualisasikan apa yang dirancang sesuai dengan rancangan hari ini dan yang terakhir mereka kembali lagi ke Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah dihadapan Penguji Mentor dan Couchnya untuk melaporkan hasil dari aktualisasi tersebut, jadi tujuan seminar rancangan ini adalah bagaimana mereka memahami nilai-nilai aneka, dimana ANEKA itu adalah Ankuntabilitas, Nasionalisme Etika publik, Komitmen mutu dan Anti korupsi jadi mereka membuatkan laporan rancangan untuk kegiatan-kegiatan yang akan mereka lakukan di instansi masing-masing dan setelah mereka mengaktualisasikan dengan pemaknaan nilai nilai aneka yang di atas diharapkan peserta bisa menjadi pembaharu untuk PNS PNS yang di masa datang sebagai PNS yang lebih berkualitas profesional dan memiliki etika yang bagus.

[rainbow]《AB》[/rainbow]