Home / SUMBER BELAJAR / POSTINGAN PESERTA / BANK SAMPAH DESA SENGGIGI

BANK SAMPAH DESA SENGGIGI

BANK SAMPAH DESA SENGGIGI

Penulis: Muhamad Fathul Aziz, S.Pd

LATSAR CPNS Kabupaten Lombok Barat Tahun 2019

 

Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat telah mencanangkan program Zero Waste sebagai program prioritas. Semua pihak diminta untuk turut andil dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Termasuk pemerintah desa. Turunan kegiatan yang dapat dijalankan di desa dalam pelasanaan Zero Waste salah satunya adalah pembuatan bank sampah.

Sebelum melaksanakan kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Senggigi mempelajari beberapa kisah gagal dan kisah sukses yang ada terlebih dahulu sebagai referensi, karena sudah banyak pihak- pihak yang telah dahulu membentuk bank sampah. Tentu ada banyak kisah- kisah sukses pengelolaannya, baik di dalam maupun luar daerah. Sebagai contoh yang terdekat yaitu di Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Di sana, bank sampah telah berkembang menjadi sebuah badan yang mapan dengan beragam manfaat bagi masyarakat sekitar. Banyak kreasi dari sampah yang telah mereka hasilkan. Bahkan kreasi- kreasi tersebut sudah banyak menghiasi kantor-kantor pemerintahan ataupun dibeli oleh masyarakat sebagai penghias rumah.

Namun selain kisah sukses tersebut, tentu ada kisah gagal. Di beberapa tempat  misalnya, upaya-upaya penanganan sampah dengan membentuk bank sampah, banyak yang terhenti di tengah jalan. Ada banyak hambatan yang ditemukan. Mulai dari kurangnya partisipasi masyarakat, kurang profesionalnya pengurus dalam me-manage bank sampah, sampai pada ketiadaan sarana dan prasarana.

Terhentinya upaya penanganan sampah melalui bank sampah tersebut tentu sangat disayangkan. Mengingat bank sampah merupakan bentuk terorganisir yang cukup sederhana untuk mengurai permasalahan sampah lingkungan. Sehingga lembaga-lembaga di desa ataupun organisasi-organisasi pemuda yang paling awam pun dapat segera membentuk dan melaksanakannya dengan beberapa pelatihan dan pembimbingan yang memadai. Bahkan bank sampah dapat dibentuk dan dijalankan di sekolah- sekolah dalam bentuk mini Bank Sampah. Hal yang paling mendasar sebenarnya adalah keinginan dan keseriusan untuk membentuk dan kemudian mengelolanya. Tanpa dua hal tersebut, seberapa pun besar dukungan atau fasilitas yang tersedia tidak akan bisa memastikan terbentuk apalagi berjalannya kegiatan di bank sampah.

Jika kita hanya mengandalkan kegiatan gotong- royong warga, ataupun mengharapkan kinerja petugas kebersihan saja, tentu penanganan sampah tidak akan bisa optimal. Kegiatan gotong-royong paling sering sekali seminggu, sedangkan sampah terus diproduksi setiap hari. Kemudian jika menyerahkan sepenuhnya pada petugas kebersihan yang jumlahnya terbatas, dengan kondisi sampah yang terus meningkat maka mustahil masalah sampah dapat teratasi.

Dengan kesadaran tersebut, sekaligus sebagai bentuk pelaksanaan amanat pemerintah provinsi, maka pemerintah Desa Senggigi memulai upaya membentuk bank sampah. Langkah pertama yang dilakukan adalah mengundang seluruh pihak-pihak atau lembaga yang ada di desa pada tanggal 9 Januari 2019 kemarin, seperti para pemuda penuh semangat yang tergabung dalam Karang Taruna Desa Senggigi, Ibu- ibu kreatif dari kelompok PKK, anggota LPM Desa Senggigi, juga masyarakat-masyarakat yang peduli terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan dalam naungan POKDARWIS ( Kelompok Sadar Wisata) Desa Senggigi untuk merembukkan cara terbaik dalam membentuk dan mengelola bank sampah itu nantinya. Hal pertama yang didiskusikan adalah masalah-masalah yang mungkin akan dihadapi pada pelaksanaan kegiatan bank sampah serta menemukan solusinya. Beberapa masalah yang ditemukan adalah ketiadaan lahan, keterbatasan armada pengangkut, serta belum adanya sosialisasi ataupun pelatihan pemilahan sampah pada masyarakat. Kemudian didiskusikan sistem terbaik dan paling sederhana dalam pengelolaan Bank sampah dengan mempertimbangkan kondisi di desa. Terakhir, dirembukkan juga susunan kepengurusan yang akan ambil bagian dalam pengelolaan bank sampah tersebut.

Mengenai sistem, sebagai solusi terhadap permasalahan yang ada, maka dalam tahap awal disepakati bahwa Bank sampah dibagi menjadi tiga bidang kegiatan yaitu bidang kreasi yang akan fokus pada pelatihan dan pelaksanaan mengkreasikan sampah- sampah anorganik. Jika kegiatan telah berjalan dengan cukup baik, maka bidang ini juga akan menangani daur ulang sampah basah menjadi pupuk dan sebagainya. Bidang kedua difokuskan untuk mensosialisakan kepada masyarakat tentang tata cara memilah sampah, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan, dan mengkoordinasikan kegiatan gotong- royong desa. Bidang terakhir fokus untuk melaksanakan usaha- usaha sampah, seperti pembelian dan penjualan sampah serta menjalankan program tabungan sampah. Bidang ini nantinya akan membeli langsung sampah- sampah plastik dari masyarakat, kemudian memberi opsi kepada masyarakat untuk mengambil bayaran langsung atau menyimpannya dalam buku tabungan yang dibagikan sebelumnya. Sampah- sampah hasil pembelian dari masyarakat tersebut akan langsung dijual kepada mitra. Mitra tersebut yang akan menjemput sampah di masing- masing dusun di hari yang sama pembelian sampah dari masyarakat. Hal tersebut untuk menyiasati ketiadaan lahan dan keterbatasan armada.

Penyempurnaan sistem akan diserahkan kepada kepengurusan yang telah ditunjuk di akhir diskusi. Kepengurusan tersebut diambil dari perwakilan lembaga-lembaga yang ada. Ketua Karang taruna Desa Senggigi diamanatkan sebagai ketua Bank sampah, wakilnya adalah ketua POKDARWIS Desa Senggigi, Sekertaris Karang Taruna sebagai sekertaris Bank sampah, bendaharanya dari unsur LPM Desa Senggigi, kemudian bidang kreasi diserahkan kepada Ibu wakil ketua PKK Desa Senggigi. Sedang penentuan koordinator dua bidang lainnya diserahkan kepada pengurus yang telah terpilih. Pemilihan dengan cara tersebut sengaja dilakukan agar seluruh pihak bersinergi dalam memastikan keberlanjutan bank sampah.

Pemerintah Desa Senggigi berharap Bank sampah tersebut nantinya benar- benar dapat menjadi solusi terhadap permasalahan yang ada. Bukan sekedar badan yang hanya dibentuk kemudian terhenti di tengah jalan.

Semoga cita- cita pemerintah Desa Senggigi dalam mendukung program Zero Waste Pemerintah Provinsi tersebut benar-benar dapat terwujud demi Senggigi yang bersih, sehat dan nyaman untuk NTB Gemilang.

 

Profil Penulis

Nama : Muhamad Fathul Aziz, S.Pd

Tempat, tanggal, lahir : Senggigi, 19 Maret 1992

Alamat : Dusun Senggigi, Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar

Pekerjaan : Guru Bahasa Indonesia

Tempat mengajar : SMPN 2 Gunungsari

Hobi : Bertamu dan menerima tamu, menulis puisi narasi

Organisasi : Ketua Karang Taruna Desa Senggigi periode 2019-2024

 

 

Check Also

 Serunya Kesiapsiagaan Bela Negara Diklatsar CPNS di BPSDM Prov.NTB

 Serunya Kesiapsiagaan Bela Negara Diklatsar CPNS di BPSDM Prov.NTB   BpsdmdNews, 12 oktober 2019, Sebanyak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *