Home / BERITA / BERBELANJA ILMU DENGAN METODE PEMBELAJARAN “WINDOW SHOPPING”

BERBELANJA ILMU DENGAN METODE PEMBELAJARAN “WINDOW SHOPPING”

BERBELANJA ILMU DENGAN METODE PEMBELAJARAN “[blink]WINDOW SHOPPING[/blink]”.

Oleh : Haeli,. SE., M.Ak (Widyaisawara BPSDMD Prov. NTB)

 

Banyak jalan menuju Roma, pepatah tersebut menginsyaratkan bahwa banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencapai suatu tujuan. Pun dalam sebuah proses pembelajaran beragam cara atau metode dapat digunakan untuk sampai ke tujuan pembelajaran. Kemampuan widyaiswara dalam mengelola kelas pada saat jam kritis merupakan titik kulminasi proses pembelajaran sukses. Jam kritis adalah jam rawan yang dicirikan dengan keadaan atau kondisi dimana peserta mulai terlihat jenuh, menguap dan  mengeluarkan senjata rahasianya (permen, minyak kayu putih, dan minyak penghangat lainnya). Mengelola kelas dengan beragam metode pengajaran yang menyenangkan dan mengasyikkan  merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang widyaiswara masa kini saat berhadapan dengan generasi milenial, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan efektif, dinamis, dan menyenangkan. Moore (2005) berpendapat bahwa penerapan metode yang variatif akan membantu widyaiswara untuk mempertahankan perhatian peserta. Seperti sebuah vitamin setiap metode memiliki kekuatan dan tantangan dalam penerapan dan manfaatnya. Maka tuntutannya adalah widyaiswara  harus mampu untuk memilih secara cerdas dan strategis metode apa yang akan digunakan dalam mengelola kelas.

Memahami bahwa peserta pelatihan memiliki perbedaan gaya belajar maka sebuah tawaran menarik bagi seorang widyaiswara untuk mengelaborasi metode konvensional  atau yang sering diistlahkan sebagai CTM (Ceramah, Tanya jawab Melulu) dengan sebuah metode pembelajaran yang disebut Window Shopping.  Metode ini merupakan sebuah metode pembelajaran yang dapat diartikan sebagai kegiatan jalan-jalan di mall atau pusat pertokoan, dengan hanya melihat-lihat saja tanpa belanja sesuatu. Dalam metode ini peserta diarahkan untuk berjalan-jalan,  melihat-lihat atau menscanning hasil pekerjaan kelompok lain. Peserta yang berkunjung bukan berarti tidak mendapat apa-apa, peserta diarahkan untuk dapat menemukan sesuatu yang menarik saat berkunjung maka proses diskusi dilakukan dan peserta akan mendapat ilmu. Peserta tidak hanya melihat-lihat hasil pekerjaan kelompok lain tetapi juga mencatat hasil pekerjaan tersebut untuk saling berbagi dengan anggota kelompoknya persis seperti melakukan kegiatan berbelanja tepatnya Berbelanja Ilmu, sehingga setiap anggota yang berkunjung akan membawa ilmu untuk oleh-oleh anggota lainnya khususnya anggota yang bertugas sebagai “penjaga toko”.   

Model pembelajaan ini sangat menarik,  disamping adanya kerja kelompok juga terdapat kegiatan tutor sebaya (peer tutoring). Adapun langkah-langkah metode pembelajaran tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Seluruh Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kemudian widyaiswara membagikan kasus atau bahasan yang berbeda kepada tiap-tiap kelompok.
  2. Secara berkelompok peserta mengerjakan tugas yang telah diberikan widyaiswara, hasil penyelesaian tugas ditulis dalam selembar kertas manila atau flip chart, dalam kegiatan ini widyaiswara memberikan bimbingan seperlunya.
  3. Hasil penyelesaian pekerjaan tiap kelompok kemudian dipajang di dinding kelas, kegiatan ini ibaratnya membuka gerai atau toko di mall.
  4. Untuk masing-masing kelompok dilakukan pembagian tugas, ada 2 atau 3 orang anggota kelompok yang mempunyai tugas sebagai penjaga toko dan yang lainnya berjalan-jalan untuk mengunjungi toko kelompok lain.
  5. Peserta yang bertugas sebagai penjaga toko diharapkan mampu memberi penjelasan kepada anggota kelompok lain yang berkunjung dan membutuhkan penjelasan terkait penyelesaian tugas yang dipajang. Untuk itu setiap kelompok dianjurkan memilih penjaga yang mampu berkomunikasi dengan baik dan memahami hasil pekerjaan kelompok. Pada kegiatan inilah munculnya aktifitas tutor sebaya (peer tutoring).
  6. Bagi anggota kelompok yang bertugas berkunjung pada kelompok lain berhak mendapat penjelasan, memberi masukkan dan melakukan koreksi terhadap pekerjaan kelompok yang dikunjunginya. Kelompok yang berkunjung mencatat pekerjaan kelompok yang dikunjungi. Dalam tahap ini biasanya widyaiswara dapaat memodifikasi dengan meminta pengunjung memberikan reward berupa tanda bintang sebagai ungkapan rasa terima kasih ketika penjelasan yang diberikan oleh para penjaga toko memuaskan.
  7. Setelah waktu yang telah ditentukan selesai, masing-masing anggota yang berkeliling diminta untuk kembali ke kelompok asal, dan anggota kelompok bertukar informasi berdasarkan hasil kunjungan yang telah dilakukan.
  8. Selanjutnya widyaiswara berkeliling untuk mengecek hasil pekerjaan dan melihat hal-hal yang  perlu diperbaiki dan memberikan komentar terhadap hasil pekerjaan tiap-tiap kelompok, melakukan konfirmasi berupa umpan balik dan koreksi terhadap pekerjaan tiap-tiap kelompok secara klasikal. Dan terakhir memberikan kuiz kepada peserta secara individu dengan soal atau bahasan yang tipenya sama dengan tugas yang telah dikerjakan oleh seluruh kelompok.

Penggunaan meotde ini sangat jelas memperlihatkan keaktifan seluruh peserta,  mereka mudah memahami tujuan pembelajaran. Hal ini dapat dibuktikan dari cara peserta dalam menjelaskan hasil kerja kelompoknya kepada peserta lain yang bertanya. Kesabaran peserta yang bertugas menjaga “toko” juga diuji terhadap pertanyaan peserta lainnya yang memberikan pertanyaan dengan tujuan  menguji kemampuan penjaga. Silakan mencoba metode pembelajaran ini, sebagai bentuk varisasi dalam kegiatan pembelajaran. SEMOGA BERMANFAAT, SELAMAT MENCOBA !.**

 

Daftar Pustaka :

Lembaga Administrasi Negara (2011), Metode Pembelajaran.

Moore, Kenneth D (2005), Effective Instructional Strategies From Theory to Practice, Sage Publication, USA.

https://goeswarno.blogspot.com/2011/11/model-pembelaran-window-shopping.html

 

Check Also

Catatan di Penghujung Penyelenggaraan Diklat Manajerial Kabupaten Lombok Tengah

Catatan di Penghujung Penyelenggaraan Diklat Manajerial Kabupaten Lombok Tengah Oleh : Haeli, SE., M.Ak - …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *