Home / BERITA / DINAMIKA KELOMPOK AWAL PEMBELAJARAN DAN AWAL KEKOMPAKAN DIKLATSAR

DINAMIKA KELOMPOK AWAL PEMBELAJARAN DAN AWAL KEKOMPAKAN DIKLATSAR

DINAMIKA KELOMPOK AWAL PEMBELAJARAN DAN AWAL KEKOMPAKAN DIKLATSAR

 

BPSDMN NTB 17/9/2019.

Materi pertama dalam kelas yang diterima oleh para siswa Diklatsar Angkatan XIII Golongan II dan III Lingkup Pemerintah Kabupaten Kota tahun 2019 hari ini adalah materi Dinamika Kelompok. Sebanyak 230 siswa yang terbagi dalam 7 kelas mendapat materi tersebut secara bersamaan di ruang kelas masing-masing dengan diampu oleh tim pengajar untuk setiap kelasnya

Dinamika Kelompok ini diberikan agar para peserta dapat saling percaya satu sama lain, memiliki sikap keterbukaan, memiliki rasatanggung jawab dan merasa bahwa dirinya bagian integrasi dari yang lainnya.
Tingkat kesiapan peserta untuk memulai proses pembelajaran sangat di tentukan oleh Dinamika Kelompok ini, yang pada akhirnya menentukan keberhasilan program Diklat secara keseluruhan.
Melalui mata diklat ini peserta Diklat Dasar ini diajak untuk lebih mengenal diri sendiri dan orang lain dengan lebih baik, membina kerja sama dalam kelompok, berkomunikasi efektif, mengambil keputusan dengan tepat, mengendalikan diri, berdisiplin, dan bertanggung jawab.
Untuk mencapai itu semua, para peserta disuguhi berbagai macam permainan yang berkaitan dengan tujuan dari mata diklat tersebut.

Karena didominasi dengan permainan, suasana kelas tidak seperti kondisi kelas ideal yang dilingkupi ketenangan.
Keterbukaan, keceriaan.
Disini kehebohan diperlukan di sini. Para siswa tampak dan langsung antausias dengan Dinamika kelompok ini dan tentunya bagi Semua ASN akan selalu terkenang masa-masa ini.

 

 

 

Check Also

ETIKA PUBLIK

ETIKA PUBLIK Pembelajaran Mata Diklat Etika Publik selain bisa memberi pemahaman tentang apa itu kode …

One comment

  1. Betul sekali judul tayang hari ini bahwa dengan materi Dinamika Kelompok diberikan wawasan berfikir komprehensip dalam menyelesaikan tugas tugas sehari hari sehingga tidak terkotak dalam idialisme diri tapi hendaknya mengedepankan pencapaian visi lembaga sehingga tidak lagi berfikir tugasku yang paling penting tapi tugasku adalah bagian dari keberhasilan dari sebuah kebersamaan.

     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *