Home / SUARA WI / Guru Agama dan Tantangannya Mendidik Anak Bangsa

Guru Agama dan Tantangannya Mendidik Anak Bangsa

Guru Agama dan Tantangannya Mendidik Anak Bangsa [sebuah refleksi]

Nurhikmah, S.I.P.,M.Hum | Widyaiswara BPSDMD NTB

“Lombok Utara Darurat Guru Agama”, kira-kira begitu yang dilontarkan oleh Dr.Fauzan, M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lombok Utara, seusai menjadi narasumber pada Seminar Rancangan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar PNS pada Jumat (4/10) lalu. Pernyataan yang cukup dalam berdasarkan apa yang dialaminya di Kabupaten Lombok Utara. Namun, hal yang melegakan hatinya adalah dalam rekrutmen CPNS kali ini, banyak guru Agama dan guru Olahraga yang terjaring, untuk menjawab kebutuhan organisasi. Alhasil, dari 230 peserta Latsar Kabupaten Lombok Utara (KLU), hampir sebagian tenaga gurunya adalah guru Agama dan Olahraga.

Kabupaten Lombok Utara adalah salah satu dari Kabupaten/Kota yang melaksanakan Latsar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) melalui Pola Kemitraan dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi NTB.  Pelaksanaannya sudah dimulai sejak tanggal 16 September 2019 lalu. Sebanyak 230 peserta Latsar CPNS dari Kabupaten Lombok Utara memasuki agenda On Campus selama 18 hari. Mereka kemudian ditempa dengan berbagai agenda kegiatan, yang apabila merujuk pada Peraturan Lembaga Administrasi Negara  Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil, mereka harus mengikuti 4 agenda, yaitu Nilai-nilai Bela Negara; Nilai-nilai Dasar PNS; Kedudukan dan Peran PNS; serta kompetensi teknis atau bidang.

Pada Kamis-Jumat (3-4 Oktober) lalu, peserta Latsar KLU sudah melaksanakan Seminar Rancangan Aktualisasi. Selanjutnya, kegiatan dalam rancangan tersebut akan dilaksanakan selama 30 hari di tempat kerja, atau dinamakan proses habituasi. Setelah 30 hari menyelesaikan kegiatannya, mereka kembali On Campus untuk mempresentasikan seminar akhir atau yang sering disebut dengan Kertas Kerja Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar PNS.

Sebagai salah seorang yang ditunjuk sebagai coach, saya mendapat amanah untuk membimbing 10 peserta Latsar, yang seluruhnya adalah guru Agama, dengan komposisi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) 9 orang, dan 1 orang guru Agama Budha. Mirisnya, bahkan, ada salah seorang guru Agama di kelompok saya mengatakan bahwa di sekolahnya sudah 3 tahun tidak ada guru Agama.

Terkait guru, saya selalu merasa beruntung bertemu dengan para peserta Latsar dari berbagai bidang ini. Terkhusus guru Agama, ada yang menarik dengan para pesertanya. Sebagian besar dari mereka mengeluhkan kondisi keagamaan di sekolah sangat kurang, terutama dari sisi pemahaman siswa siswi mereka baik Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP). Para guru agama ini melihat tipisnya pemahaman siswa siswi terhadap Kitab Suci, misal dalam Islam yaitu Al-Quran, pun demikian dengan Agama Budha, Hindu, ataupun keyakinan lainnya. “Jangankan memahami Al-Quran, mengenal huruf hijaiyah saja banyak siswa yang tidak bisa”, ujar mereka. Para guru ini meyakini bahwa pemahaman agama berkorelasi dengan bidang kehidupan lainnya termasuk kehidupan akademik dan sosial.

Untuk menyiasati permasalahan tersebut, para guru Agama tersebut harus melibatkan teknologi informasi sebagai media pembelajaran. Mereka meyakini bahwa teknologi informasi merupakan salah satu kunci dan upaya untuk menjadi “Smart ASN”. Selain itu, mereka juga memanfaatkan beragam metode pembelajaran agar menarik minat siswa untuk belajar agama. Hal ini juga untuk mewujudkan fungsi ASN, yaitu pelayan publik, pelaksana kebijakan, serta perekat dan pemersatu bangsa.  Bahwa dengan berinovasi, apalagi di daerah yang terpencil, adalah suatu keharusan bagi ASN demi perbaikan pelayanan publik, dalam hal ini dunia pendidikan. Inovasi dan implementasi nilai-nilai dasar PNS itulah yang mereka rancang menjadi program.

Fauzan selaku Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga KLU salut pada kreativitas mereka. Hanya saja, dia berpesan agar semua kegiatan dapat dilaksanakan dengan integritas yang tinggi. Menjadi ASN di Kabupaten Lombok Utara merupakan tanggung jawab besar saat ini, di tengah kondisi KLU yang sedang bangkit dari keterpurukan pasca-gempa. []

 

By: Nurhikmah|Widyaiswara BPSDMD NTB

 

Check Also

SUARA KEBENARAN || Oleh : Widyaiswara BPSDMD Prov NTB

SUARA KEBENARAN Tak hanya aku, dirimu dan dirinya, tapi juga mereka pasti mendengar suara itu, …

2 Komentar

  1. Luar biasa bunda coach. Ijinkan saya untuk selalu mengikuti laman bunda coach. Mantap.

     
  2. Woow mnteep,,, smngt coach,,, kami dr guru agama kn brjuang tuk mnuntaskn sgla prmslhn trhdp psrta didik kami,,,,

     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *