Home / BERITA / H BACHARUDDIN: “KALAU MAU JADI ASN YANG TENANG, JANGAN BEREKSPETASI TERLALU MULUK”

H BACHARUDDIN: “KALAU MAU JADI ASN YANG TENANG, JANGAN BEREKSPETASI TERLALU MULUK”

H BACHARUDDIN: "KALAU MAU JADI ASN YANG TENANG, JANGAN BEREKSPETASI TERLALU MULUK."

Kenapa kita merasa diperlakukan tidak adil, itu salah kita sendiri.
Kenapa Salah sendiri karena sebenarnya Perasaan perlakuan tidak adil terjadi karena itu adalah ekspektasi, harapan kita berlebih untuk mendapatkan pekerjaan tambahan yang terdorong adanya insentif Ekonomi itu menjadi penyebab kita terbelenggu Bapak Ibu sekalian, kata bapak ( Drs. Bacharudin.M.Pd )Wisyaiswara BPSDMD Provinsi NTB yang kebetulan menjadi pembina Upacara pagi ini 16 September 2019 didepan Seluruh ASN BPSDN dan peserta Diklatpim III serta peserta diklatsar CPNS.
Merasa tidak adil diperlakukan karena didalam penugasan itu ada Insentif Ekonomi jadi inner Drive dorongan dalam tubuh kita itu selalu berorientasi kepada insentif ekonomi katanya
Kalau itu Anda pertahankan maka anda akan tewas menjadi pegawai Negeri sipil. Tewas anda, jujur Tewas ! katanya tegas karena perilaku anda akan selalu Berorientasi pada insentif ekonomi.
Tidak mungkin anda merasa diperlakukan tidak adil kalau pekerjaan tambahan itu tidak ada honornya.Pasti anda bertepuk tangan
untuk tidak ditugaskan melakukan pekerjaan itu,itu pasti
Yang kedua Bapak Ibu sekalian
Kita merasa diperlakukan tidak adil Karena kita menilai bawa tugas perjalanan dinas itu melekat sebagai hak milik Pegawai Negeri Sipil, padahal itu bukan hak bapak ibu sekalian sebenarnya, bapak ibu sekalian yang saya hormati itu akan menjadi hak kita, ketika ada surat perintah tugas, selama surat perintah tugas tidak ada maka itu bukan hak kita.
Seharusnya kita bersyukur, tidak ditugaskanpun harus bersyukur
Dengan begitu bisa menikmati kehidupan, sementara orang yang ditugaskan itu dia sedang mencari kehidupan, Terus dia cari kehidupan.
anda meMilih menikmati kehidupan atau terus mencari kehidupan itu harus kita eCamkan kata beliau karna sekarang adalah dunia adalah dunia yang memebelenggu kita untuk mengejar sesuatu tindakan yang didasarkan pada pada insentif ekonomi.

Terjadi pada beberapa negara maju.
Terutama di kalangan milenial.
Disebut sebagai penyakit Maniak kerja.

Dia bekerja terus karena mengejar insentif ekonomi tapi dia tidak pernah mempertimbangkan
bawa pekerjaannya itu menyita kapasitas tubuhnya.
Sebenarnya tubuhnya membutuhkan relaksasi, tubuhnya membutuhkan Istirahat, tubuhnya membutuhkan udara yang yang segar dipinggir laut
Nyanyi-nyanyi dan berteriak-teriak
tapi dia tidak pernah lakukan itu karena dia mengejar kehidupan kehidupan yang dilandasi oleh insentif Ekonomi, itu hindari Bapak Ibu sekalian.
Bekerjalah dengan niatan bahwa saya sebagai ASN untuk melaksanakan pekerjaan itu,

Selanjutnya untuk temen-temen Bapak ibu peserta Diklat pim III, saya mengucapkan selamat Bertugas kembali untuk melaksanakan Tugas di kantor tapi jangan sampai melupakan habituasi.
Tugas-tugas Bapak Ibu itu adalah
Melaksanakan proyek Perubahan
yang sudah diseminarkan proposalnya kemarin.

Jadi di tempat tugas bapak dan ibu tetap melaksanakan tugas pokok dan fungsi tapi jangan abaikan untuk melanjutkan Pekerjaan-pekerjaan habituasi usulan-usulan proyek perubahan yang sudah dsetujui.
Jika itu tidak dilakukan, maka kita lupa tugas dan tanggung jawab kita. Sebagai Aparatur Sipil Negara.
Apa yang akan dipertanggungjawab kan nanti Ketika kita kembali lagi Masuk melanjutkan kegiatan diklat pim III, yakni mempertanggungjawabkan proyek perubahan yang sudah dilaksanakan.
Itu pesan untuk temen2 yang sedang melaksanakan diklat pim III dan
untuk Untuk bapak-bapak ibu-ibu, temen temen atau Junior junior. Yang masih baru diterima menjadi ASN dari kabupaten Lombok Utara, Kampus BPSDMD mengucapkan Selamat datang di kampus BPSDMD provinsi Nusa Tenggara Barat yang untuk melaksanakan diklatsar ASN,
yang kebetulan pada minggu ini berasal dari Kabupaten Lombok Utara.

Sulitkah diklatsar? kata beliau dalam pidatonya, itu tidak sulit.
Bisakah Saya mengikutinya? pasti bisa, lalu bagaimana kiatnya kiatnya? Kiatnya hanya satu kata beliau Laksanakan dengan ritme yang sudah diatur oleh organisasi,patuhi semua aturan aturan, perintah-perintah dan pembelajaran pembelajaran yang dilaksanakan di kelas maupun di luar kelas.
Jangan pertanyakan, jangan kritisi ! kok Diklat ini begini? kok diklat ini tidak memberikan sesuatu yang bermamfaat bagi saya? nah ini jangan dikritisi ikuti saja karna anda sudah terikat oleh aturan.
Setiap ASN wajib mengikuti diklat sar CPNS atau semua ASN itu
Semua kita yang berdiri di sini pernah melakukan yang namanya diklat Prajabatan
Saya ucapkan selamat anda terpilih untuk mengikuti diklatsar cpns pada tahun 2019 ini.

Saya menceritakan 3 tahun yang lalu. Saya didebat oleh peserta diklatsar tidak dari lingkungan pemerintah Provinsi tetapi dari instansi vertikal yang kebetulan menyerahkan diklatnya itu ke bpsdm kerjasama dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat dari Kemenkumham kalau tidak salah kata beliau, saya di debat bahwa dia memberikan argumen tidak ada mamfaatnya diklat seperti ini pak! katanya, seharusnya saya diberikan tentang strategi bagaimana saya melaksanakan pelayanan publik Karena saya bekerja di imigrasi, bagaimana saya harus memenuhi ketentuan-ketentuan, Bagaimana teknik saya untuk mengurai persoalan persolan itu, alasannya itu, ya karna dia masih muda masih berpikir fresh, idealis gitu, Saya jawab, ya itu ideal menurut saudara tapi tidak ideal menurut saya lalu kenapa bapak mengatakan tidak ideal karna sesuatu yang ideal menurut anda belum tentu ideal menurut orang lain, supaya ideal menurut anda dan menurut saya maka konsep anda harus didasri oleh Dasar hukum yang mengikat Saya bilang.
Mampu tidak anda melahirkan keputusan untuk melaksanakan Diklat sesuai dengan apa yang Anda gagaskan, harus anda sadari temen2 sekalian jangan merasa ideal menurut kita ideal juga menurut orang lain,
wah Tidak ideal diklat ini, tidak bisa! dan saya jawab lagi anak-anak imigrasi yang kebetulan saat itu, saya ingat betul.
Anda tau tidak yang mendisain diklat ini saya bilang, itu Profesor-Profesor yang mungkin sudah melanglang buana ke seluruh dunia, yang tulisan-tulisannya dalam bentuk buku buku di Gramedia sudah banyak saya bilang, bukunya ditunggu sama pembeli tulisan bukunya, anda bikin buku saja, coba anda bikin buku, mungkin anda jual dengan memberi hadiah i phone ndak ada orang beli, itu saya bilang sudah mengatakan tidak ideal saya bilang.
Jadi kita harus menyadari bahwa sesuatu yang kita ikuti itu tidak selamanya, tidak bermanfaat untuk diri kita, saat ini mungkin tidak bermanfaat tapi next time itu akan bermanfaat untuk bapak ibu sekalian.
Selamat melaksanakan diklatsar, dan mudah-mudahan semuanya 100% lulus, begitu juga bagi teman-teman diklat Pim III yang akan menjadi kepala-kepala dinas, yang akan menjadi kepala Badan, mudah-mudahan Bapak Ibu lanjut untuk mengikuti Diklat Pim II, itu adalah ekspektasi saya, tetapi semua ekspektasi tidak akan menjadi pasti, dan itu harapan-harapan yang tidak pasti tapi ada kemungkinan peluangnya untuk menjadi Kenyataan.
Katanya menutup sambutanya di upacara rutin Senin 16 September. 2019

 

 

Check Also

SILATURAHIM KEPALA BPSDMD NTB DENGAN WIDYAISWARA

SILATURAHIM KEPALA BPSDMD NTB DENGAN WIDYAISWARA   Suasana Silaturahim Kepala BPSDMD NTB dengan Para Bapak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *