Home / SUARA WI / KARENA ENGKAU BAGIAN DARI URAT NADI ITU

KARENA ENGKAU BAGIAN DARI URAT NADI ITU

Setengah tiga dini hari. Terjaga dari tidur. Dalam hening seperti yang sudah-sudah. Seperti ada yang membangunkan. Engkaukah itu yang merambat di pikiran ini? Keheningan bocor oleh pertanyaan-pertanyaan batin, bergerak dalam kelembutan yang membuat udara pagi seperti tersapu dinding-dindingnya. Ya, percakapan dalam keheningan yang nyaris tak pernah jeda itu tak pernah tuntas, dan pasti akan selalu tak pernah tuntas rasanya. Dan percakapan dengan segenap isi yang dikandungnya bisa hilang seketika saat ia sudah menjadi bagian dari aliran urat nadi?

Terbayang kemudian waktu melintas dengan begitu cepat, dan membawa serta segenap kisah. Engkau adalah bagian dari kisah itu. Bergerak di pikiran dan membentuk pengalaman kebatinan yang tak pernah berkesudahan. Sebagaimana perjalanan hidup yang senantiasa bergerak dan menghadirkan hal-hal mencengangkan yang tak pernah terduga sebelumnya. Kita tak ubahnya seperti itu, seperti pembelajar yang harus terus memaknai setiap pelajaran hidup yang datang silih berganti. Kesanggupan dan ketidaksanggupan, kegembiraan dan kesedihan, keberhasilan dan kegagalan bagai dialektika yang berjejer dalam giliran pemaknaan. Kita sepertinya harus terus bersedia sabar, atau bahkan menyudahi pembelajaran kita oleh ketidaksanggupan yang diproduksi oleh kuatnya keputusasaan yang membuat kita terpelanting dan menyerah.

Atau, sesungguhnya kita adalah keasyikan diri yang melayang tanpa batas hingga tak merasakan perguliran waktu dengan segala pesan yang dikandungnya? Pertanyaan yang mungkin tak membutuhkan jawaban bila kesadaran tak menyertai tindakan. Bukankah sebuah jawaban hanya bisa diberikan seiring munculnya kesadaran dalam merumuskan alasan-alasan yang masuk akal?

Pagi makin menjelang dan Engkau seperti pagi itu sendiri. Melaburi seluruh kehendak yang tak bisa dicegah dalam kekuatan untuk menjadi cerita. Engkau bukan lagi pengandaian tapi sudah meniscaya dalam kisah-kisah yang berkepastian. Begitulah catatan ini tertulis. Catatan untuk seluruh penghayatan atas diriMu yang menjadi bagian dari urat nadi itu.

by:Drs. Cukup Wibowo

Kopajali-Mapak, Rabu 21 Agustus 2019

[One Day One Writing – Edisi: VIII/Agustus/2019]

 

Check Also

TENTANG MENULIS KREATIF || Catatan ringan Cukup Wibowo

TENTANG MENULIS KREATIF Catatan ringan Cukup Wibowo Selalu saja pertanyaan klasik itu muncul dan berulang, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *