Home / SUARA WI / KISAH ASA MENUJU PUNCAK KARIER WIDYAISWARA

KISAH ASA MENUJU PUNCAK KARIER WIDYAISWARA

KISAH  ASA  MENUJU PUNCAK KARIER

WIDYAISWARA

Oleh:

Drs. GUSTI LANANG RAKAYOGA, M.H
Fungsional Widyaiswara Madya
Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Daerah
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat

Layaknya semua  Aparatur Sipil Negara (ASN) yang  telah memilih jabatan, baik Jabatan Pimpinan Tinggi, Jabatan Administrasi   maupun jabatan fungsional, pastilah bermimpi  meraih puncak karier  jabatan  sebagai ASN. Tak terkecuali untuk Jabatan Fungsional Widyaiswara.

Sebanyak  6 (enam) orang Widyaiswara Ahli Madya Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Daerah Provinsi NTB  dengan pangkat dan golongan Pembina Utama Muda (IV/C)  sedang berjuang mengikuti  Pelatihan Kewidyaiswaraan  Berjenjang Tingkat Tinggi  yang difasilitasi oleh BPSDM Provinsi Riau di Pekan Baru. Nama nama mereka adalah: Ir. Maulana Razak, M.Si; Dra. Baiq Rusniyati, M.M; Drs. Gusti Lanang Rakayoga, M.H; Ir. Ahmad Machul, M.Si; Sri Wahyuni S.Pd, M.Pd, Prasetya Utama, SKM, M.Kes.

Pelatihan Kewidyaiswaraan Berjenjang Tingkat Tinggi merupakan salah satu syarat untuk menduduki Jabatan Widyaiswara Ahli Utama dengan Pangkat dan Golongan Pembina Utama (IV/D). Ada  oleh oleh menarik dari kisah perjuangan mereka, yang perlu dibagikan kepada ASN lainnya.

 

Pertama; Harap Harap Cemas

Ungkapan Frasa ini memang akan dialami oleh semua Widyaiswara yang hendak mengikuti pelatihan Kewidyaiswaraan berjenjang, baik untuk jenjang lanjutan, menengah maupun  tinggi. Apalagi untuk jenjang tinggi adrenalin harapan dan kecemasan berpacu lebih kencang lagi bagi widyaiswara yang memiliki batas usia kritis menjelang 60 tahun, karena: 1) Banyak Widyaiswara yang sudah mendaftar untuk pelatihan jenjang tinggi harus menunggu antrian mengikuti pelatihan sampai satu tahun lebih mengingat kapasitas Lembaga Administrasi Negara hanya mampu untuk menyelenggarakan pelatihan satu kali dalam satu tahun untuk satu angkatan yang jumlah peserta sekitar 30 orang. 2)Berdasarkan website Siwilan, jumlah peserta yang mendaftar mencapai angka lebih dari lima ratusan, yang dikategorikan dalam kelompok dapat diproses, dan konfirmasi mengikuti pelatihan. 3) Jika tidak memiliki sertifikan pelatihan jenjang tinggi, maka pupus sudah harapan untuk menjadi Widyaiswara Ahli Utama yang diimpi-impikan.

 

Kedua; Kerjasama Yang Baik Antara Widyaiswara Dan Jajaran Manajemen  Di Lingkungan BPSDMD Provinsi Riau.

          Memabaca, fakta dan informasi demikian, Widyaiswara BPSDMD Provinsi Riau tidak mau berdiam diri, mencari jalan keluar untuk menyelamatkan pengembangan karier widyaiswara menuju widyaiswara utama khususnya kepada widyaiswara yang ada di Provinsi Riau dan umumnya kepada Widyaiswara di Indonesia yang masih menunggu daftar antrian panggilan mengikuti Diklat Penjenjangan tinggi. Dengan dukungan manajemen di Lingkungan Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Provinsi Riau, Widyaiswara dan jajaran manajemen bekerjasama dengan baik untuk mengatasi persoalan penyelenggaraan Pelatihan Widyaiswara Berjenjang Tinggi agar dapat difasilitasi dan diselenggarakan oleh BPSDMD Provinsi Riau. Mereka bersama sama mendekati dan meyakinkan stakeholders utama dan kunci baik yang ada di internal Pemerintah Daerah Provinsi Riau, maupun stakeholders eksternal di luar Pemerintah Provinsi Riau Seperti: Universitas Negeri Riau yang sudah memiliki Badan Layanan Umum (BLU), dan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia untuk mendapatkan izin prinsip penyelenggaraan kegiatan. Hasilnya, Alhasil dapat diselenggarakan dengan baik dan lancar yang pada saat pembukaan dihadiri oleh Gubernur Provinsi Riau yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Dan Kesejahtraan Masyarakat, Rektor Universitas Negeri Riau, Kepala Lembaga Administrasi Negara yang diwakili Oleh Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi ASN, Dan Kepala Pusat Pengembangan Jabatan Fungsional Bangkom ASN.

Penyambutan dan pengantaran Peserta dari Bandara menuju tempat acara Jamuan Makan Malam sebelum acara pembukaan dimulai  serta menuju penginapan (hotel) ditangani dengan baik oleh jajaran manajemen dan widyaiswara yang terlibat. Pada saat acara jamuan makan malam yang diselingi dengan acara ramah tamah, setiap utusan dari Kementerian/Lembaga, dan Pemerintah Daerah diminta untuk menyumbangkan lagu untuk menyemarakan acara. Utusan BPSDMD Provinsi NTB diwakili oleh Ir. H. Ahmad Machul, M.Si, memberikan sentuhan terdalam kepada hadirin dengan membawakan lagu My Way dari Elvis Presly yang jaya pada masanya dan masih terasakan sampai saat ini.  

Ketiga, Kepedulian Koordinator Dan Jajaran Manajemen Untuk Pengembangan Karier Widyaiswara.

          Dengan  suatu komitmen yang kuat dan pola pikir jangka panjang terpatri secara mendalam pada coordinator dan jajaran Manajemen (Kepala BPSDMD Provinsi NTB, Sekretaris, Kepala Bidang SKPK, Kepala Sub Bidang Ketenagaan) yang memandang pengembangan kompetensi merupakan hak ASN, dan Widyaiswara sebagai ujung tombak yang akan mewarnai kinerja BPSDMD Provinsi NTB berhasil mengirimkan 6 (enam) Orang Widyaiswara Ahli Madya untuk mengikuti Pelatihan Penjenjangan Tinggi walaupun dihadapkan  pada situasi akhir yang kritis dari batas akhir pendaftaran. Mengapa? Karna persyaratan dari Penyelenggara Pelatihan meminta peserta untuk mengirimkan biaya kontribusi pada tanggal yang sudah ditetapkan, dan kondisi anggaran di BPSDMD Provinsi NTB belum mendukung untuk itu. Namun dengan pendekatan dan loby loby yang logis, manusiawi, dan meyakinkan dari Sekretaris, kepala Sub Bidang ketenagaan, Widyaiswara yang memiliki relasi dengan penyelenggara  maka persyaratan tersebut dapat dimudahkan untuk BPSDMD Provinsi NTB.

Keempat, Prinsip Manajemen Darurat Melahirkan Gerakan Spontanitas Dari Widyaiswara       

          Persoalan kontribusi sudah selesai. Bagaimana dengan pengurusan, Akomodasi, Penerbangan, SPT Dan SPPD?. Waktu kita pendek hanya hari ini saja, besok kita harus berangkat. Demikian gumam Widyaiswara baik secara verbal maupun dalam benak saja. Melihat situasi dan kondsi demikian para Widyaiswara mengatur diri masing masing, membagi penyelesaian urusan secara spontan. Ada yang bertugas mendekati manajemen untuk menyelesaikan SPT Dan SPPD; Ada yang mendekati relasinya untuk mendapatkan voucer Akomodasi dan Penerbangan yang dapat dibayarkan kemudian. Singkatnya dalam keadaan darurat ide ide kreatif dan semangat mereka muncul untuk mengatasi persoalan yang ada.

Kelima, Sambutan Dan Arahan Deputi Bidang Kebijakan Bangkom ASN Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

          Hal yang mendasar dari sambutan dan arahan Deputi Bidang Kebijakan Bangkom ASN Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia adalah bahwa, di era Pemerintahan Presiden Jokowi, salah satu pririoritas dari lima pririoritas yang dicanangkan dalam membangun Indonesia menyangkut pembangunan Sumberdaya Manusia. Kedepan penekanan daya saing bangsa tidak hanya berbasis pada sumberdaya alam, tetapi bertumpu pada sumberdaya manusianya. Peran sumberdaya manusia untuk menyatukan aspek teknologi dan aspek lainnya menjadi sentral. Oleh karena itu pembangunan sumberdaya manusia menjadi ujung tombak pembangunan bangsa yang dilakukan secara berkesinambungan.

          Berkaitan dengan Widyaiswara, widyaiswara harus mampu mengembangkan kompetensi untuk memenuhi standar kompetensi jabatan kewidyaiswara, antara lain kompetensi pengelolaan pembelajaran, kompetensi substantive/teknis, dan kompetensi social budaya. Dalam hal penguasaan teknologi computer dan informasi, Widyaiswara dituntut untuk mampu mengelola pembelajaran dengan metode E. Learning; Widyaiswara harus mampu membuat Video, Web Blog, dan karya karyanya dimasukan disana; Kemampuan menulis dan kemampuan digital harus terus dikembangkan oleh Widyaiswara sebagai guru bangsa. Pada kesempatan  yang sama saat  pengarahan, Kepala Pusat JF Bangkom ASN, menginformasikan perkembangan terakhir dari refisi Permenpan yang mengatur Jabatan Fungsional Widyaiswara. Bahwa BKN, Kemenpan RB, setuju dengan pemberian gelar Profesor untuk jabatan Widyaiswara Utama, dan mengenai persyaratan akademik pendidikan sedang digodok. Berkaitan dengan pengaturan orasi ilmiah bagi widyaiswara yang akan menduduki jabatan Widyaiswara Ahli Utama, pengaturannya mengalami perubahan. Pada pengaturan yang baru, proses orasi ilmiah widyaiswra dibagi kedalam dua tahap. Pertama, Tahap Pra Orasi. Dalam tahap ini setelah bimbingan oleh Tim Reviewer LAN Dan Instansi, Peserta Orasi Ilmiah akan diuji oleh  Tiga Tim Penguji dari Tiga Lembaga, yaitu: BKN, Kementrian PAN Dan RB, dan Lembaga Administrasi Negara. Hasil ujian, ada rekomendasi dari Tim berupa: 1)Kualified bisa dilanjutkan kearah publikasi di Jurnal; 2) Tidak kualified, bisa  melakukan perubahan kembali judul, substansi, atau sasaran penelitian sesuai dengan masukan dari Tim Penguji. 2) Kedua, Tahap Orasi Ilmiah. Dalam tahap ini Peserta orasi ilmiah hanya membacakan pidato orasi ilmiahnya dihadapan Majelis Orasi Ilmiah dan Undangan, tidak ada acara ujian atau Tanya jawab dari Majelis orasi Ilmiah.

 

 

Keenam, Mendapatkan Simulasi Pelatihan Menggunakan E. Learning

          Acara Simulasi Pelatihan menggunakan E. Learning dilakukan setelah acara pembukaan yang berlangsung dari pagi sampai sore hari. Peserta dibekali dengan pengetahuan penggunaan E. Learning dalam pembelajaran pelatihan dari Lembaga Administrasi Negara melalui Panduan E. Learning Pelatihan Kewidyaiswaraan Berjenjang.

  1. Learning Lembaga Administrasi Negara dikembangkan dengan menggunakan Aplikasi Modular Object Oriented Dynamic Learning Environment (Moodle) yang berarti tempat belajar dinamis dengan menggunakan model berorientasi object. Moodle itu sendiri merupakan platform E. Learning atau bagian dari Learning Management System (LMS).

 Proses penggunaan E. Learning Lembaga Administrasi Negara dijelaskan dan dilatihkan secara tahap demi tahap kepada peserta pelatihan, sehingga diharapkan nantinya peserta pelatihan akan dapat dengan mudah menggunakan E. learning ini sebagai pendukung proses pembelajaran di kelas.

          Sesuai dengan  jadwal yang dijanjikan oleh Lembaga Administrasi Negara , bahwa pengelompokan peserta pelatihan Kewidyaiswaraan Jenjang Tinggi, beserta jadwal Pelatihan dengan menggunakan E. Learning dapat diakses informasinya melalui website http://Dev.elearning.go.id pada jumat sore 17 Januari 2010. Penelusuran yang dilakukan pada jumat sore berhasil menemukan pembagian Angkatan Peserta serta Pengelompokan peserta dalam setiap angkatan dan Jadwal Pembelajaran. Peserta dibagi kedalam dua angkatan, yaitu Angkatan I dan Angkatan II. Setiap Angkatan dibagi kedalam Kelompok, yang terdiri dari Kelompok A, B, C. Setiap Kelompok terdiri dari 9 Peserta yang berasal dari berbagai Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah. Untuk Angkatan Pertama, Pelatihan dimulai pada senin 20 Januari 2020 Pkl. 08.00 Wib. Dan untuk Angkatan Kedua Pelatihan dimulai pada senin 27 Januari 2020 sampai dengan jumat 21 Februari 2020. Keenam Widyaiswara dari BPSDMD Provinsi NTB berada pada Angkatan Kedua dan Kelompok A. Jumlah anggota peserta Pelatihan Kelompok A sebanyak 9 orang, terdiri dari : 6 orang dari BPSDMD Provinsi NTB, 1 orang dari BPSDMD Provinsi NTT, 1 orang dari BPSDMD Provinsi Sulawesi Tengah, dan 1 orang dari BPSDM Kementrian ESDM.

          Masih ada waktu untuk menyiapkan diri dalam proses pembelajaran  pelatihan E. Learning Teman Teman Widyaiswara BPSDMD Provinsi NTB. Jaga kondisi fisik, mental, dan lainnya agar performance pada saat pelatihan dapat optimal. Selamat mengikuti Pelatihan Kewidyaiswaraan Berjenjang Tingkat Tinggi dan Selamat Berjuang Menuju Widyaiswara Ahli Utama. Semoga Kesuksesan menyertai anda semua.

 

 

 

 

Dari Rumah Pembelajaran, 19 Januari 2020

 

Check Also

SILATURAHIM KEPALA BPSDMD NTB DENGAN WIDYAISWARA

SILATURAHIM KEPALA BPSDMD NTB DENGAN WIDYAISWARA   Suasana Silaturahim Kepala BPSDMD NTB dengan Para Bapak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *