Home / SUARA WI / KISAH TENTANG GURU BIJAKSANA

KISAH TENTANG GURU BIJAKSANA

KISAH TENTANG GURU BIJAKSANA

Oleh:

Drs. GUSTI LANANG RAKAYOGA, M.H
Fungsional Widyaiswara Madya
Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Daerah
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat

          Kisah perjuangan guru bijaksana berhasil mengantarkan anak didiknya menjadi manusia jenius, ilmuwan besar , penemu terbanyak, pengusaha sukses dan berpengaruh  dimuka bumiamerupakan kisah yang menarik sepanjang masa untuk dibabarkan kepada anggota pembelajar. Kisah ini , juga dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi anggota pembelajar untuk terus belajar, berkarya dan juga   didalam membelajarkan pembelajaran kepada peserta didik.

          Banyak kisah sukses guru bijaksana  yang lahir pada jamannya, ada yang berhasil dituliskan dalam catatan catatan buku tertulis, tetapi ada pula yang luput dari goresan buku tertulis. Mereka semua layak mendapatkan julukan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

          Kali ini sang pembelajar ingin membagikan kisah menarik dan berarti  dari seorang Ibu Guru dan sekaligus sebagai ibu rumah tangga yang bertanggungjawab terhadap anak, yang mencintai anak, dan  sangat fenomenal. Dia adalah Ibu Nancy.

 Dimata Ibu Guru Nancy naluri kebijaksanaan tentang mendidik telah tumbuh mekar, sehingga semua hal hal yang “mustahil” bagi kita menjadi mungkin bagi “dia”; “tidak bisa bagi kita” menjadi “dapat” bagi dia, gagal bagi kita menjadi sukses bagi dia.

          Kita semua  tahu bahwa, Ibu Guru Nancy telah melahirkan dan berhasil mendidik   seorang anak  menjadi jenius, menjadi pengusaha besar. menjadi  penemu besar dan terbanyak dalam sejarah penemuan  umat manusia yang hasil karyanya sangat bermanfaat dan dapat kita nikmati sampai sekarang. Anak tersebut bernama Thomas Alfa Edison. Dia lahir dari seorang ayah bernama Samuel Edison, dan ibu bernama Nancy Elliot Edison. Edison merupakan anak bungsu ketujuh,  yang lahir pada 11 Februari 1847 dengan nama panggilan Tommy.

          Tommy  merupakan seorang anak yang kreatif, inovatif, disiplin, tekun, ulet,  pekerja keras, dan dari tangannya telah melahirkan sekitar 2.332 penemuan yang telah dipatenkan diseluruh dunia,  Di Amerika Tommy mempunyai paten terhadap 1.093 teknologi yang telah dirintisnya sejak tahun 1872.

          Dari ribuan penemuan Tommy, tercatat sebanyak 5 penemuan yang paling terkenal karena bermanfaat dan dapat merubah hidup umat manusia. Kelima penemuan Tomy adalah Fonograf, Kinotoskop, Lampu Pijar, Alat Voting Elektronik,dan mesin pemisah bijih besi.

Ketika masih belajar disekolah, Tommy dikelaim sebagai anak yang bodoh, anak yang tidak bisa berkonsentrasi, sampai akhirnya gurunya menyerah untuk mendidiknya dan bermaksud mengeluarkannya dari sekolah.

          Pada suatu hari guru sekolah Tommy memanggil Tommy dan memberikan sepucuk surat kepadanya. Guru tersebut berpesan: “jangan buka surat ini diperjalanan, berikan kepada ibumu”. Tommy kecil dengan gembira membawa surat itu pulang dan memberikan kepada ibunya.

Setelah membaca surat, ibu Tommy menangis dengan berurai air mata (karena isi surat sebagai berikut; “putra anda anak yang bodoh. Kami tidak mengijinkan anak anda bersekolah lagi”. Tetapi isi surat yang negative tersebut dirubah menjadi positif oleh ibu Tommy, dengan membaca surat tersebut dengan suara yang keras dan lantang. “Putra anda seorang yang jenius. Sekolah ini terlalu kecil untuk menampungnya dan tidak memiliki guru yang cakap untuk mendidikya. Agar anda mendidiknya sendiri.

Sambil menghampiri Tommy, ibunya berkata,” Kamu anak yang jenius nak, sekolah belum cukup baik untuk mendidik anak yang hebat seperti kamu. Mulai saat ini ibu yang akan mendidik kamu dirumah”.

Akhirnya Ibu Guru Nancy mengajari sendiri anaknya dirumah dengan menyediakan buku buku sastra, ilmu pengetahuan dan sains untuk dibaca Tommy, sampai Tommy menjadi manusia sukses dan berpengaruh di dunia.

Satu hal yang paling dikenang Toomy terhadap ibunya adalah dengan ungkapannya seperti berikut. "Ibu saya adalah yang menjadikan saya seperti ini. Dia mengerti saya, dia membiarkan saya mengikuti kemauan saya. Dia selalu benar, sangat yakin, dan saya merasa ada yang harus saya jalani. Dia adalah seseorang yang saya tidak boleh kecewakan.

Setelah beberapa lama ibunya meninggal dunia, suatu hari Tommy ingin melihat lihat barang lama keluarga dirumahnya. Tiba tiba dia melihat kertas surat terlipat di laci sebuah meja.  Dia membuka surat dan membaca isinya, “Putra anda anak yang bodoh. Kami tidak mengijinkan anak anda bersekolah lagi”. Demikianlah isi surat yang sesungguhnya yang dibawa Tommy dan diberikan kepada  ibunya.

Reaksi Tommy setelah membaca surat itu, “ Tommy menangis berjam jam. Dia kemudian menulis di buku hariannya, “ Saya Thomas Alfa Edison, seorang anak yang bodoh, yang karena seorang ibu (guru) yang luar biasa, mampu menjadi seorang jenius pada jamannya.

Dalam kegelapan malam di rumah pembelajaran yang diterangi oleh listrik dan lampu pijar hasil penemuan Tommy, Sang pembelajar bertanya dalam diri. Mengapa Ibu Tommy (Nancy) mengubah kata kata negative dari guru Tomy menjadi pernyataan positif dan disuarakan dengan lantang dan sekeras kerasnya?. Mengapa Ibu Nancy mengatakan kepada Tommy, bahwa Tommy adalah anak jenius dan sekolah tidak mampu untuk mendidik anak sehebat Tommy?. Mengapa Ibu Guru Nancy meyakinkan Tommy bahwa dia mampu untuk mendidik Tommy di rumah?, Bagaimana kalau kelaim dari pihak sekolah men cap Tommy sebagai anak yang bodoh, dungu, tidak mampu duduk tenang dan berkonsentrasi didukung oleh Ibu Guru Nancy dan bahkan menghakimi Tommy?. Semua pertanyaan tersebut terus berkecamuk dibenak sang pembelajar.

Rumah Pembelajaran, Jumat 9 Agustus 2019.

 

Check Also

SILATURAHIM KEPALA BPSDMD NTB DENGAN WIDYAISWARA

SILATURAHIM KEPALA BPSDMD NTB DENGAN WIDYAISWARA   Suasana Silaturahim Kepala BPSDMD NTB dengan Para Bapak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *