Home / BERITA / KNOWLEDGE SHARING ANTARA PIHAK BPSDMD RIAU dan BPSDMD NTB

KNOWLEDGE SHARING ANTARA PIHAK BPSDMD RIAU dan BPSDMD NTB

Knowledge Sharing antara Pihak BPSDMD Riau dan BPSDMD NTB
(Menyongsong Pembelajaran Jarak Jauh dalam
Pelaksanaan Pelatihan PKA/PKP dan Latsar)
 
 
Lubuk Bigau di Provinsi Riau
Benang Kelambu di Nusa Tenggara Barat
Bahagia sekali rasanya bertemu
Di ruang virtual bahas pelaksanaan diklat
Pada Rabu (12/8), BPSDMD NTB mengadakan knowledge sharing dengan BPSDMD Riau, khususnya terkait Pembelajaran Jarak Jauh dalam Pelaksanaan Pelatihan PKA/PKP dan Latsar. Di ruang Zoom Meeting, acara dimulai pada Pukul 10.00 WIB. Perwakilan dari BPSDMD NTB adalah Kabid PKM beserta jajarannya, Kabid SKPK, Kabid PKUF, Kabid PKT, dan para Widyaiswara. Sedangkan BPSDMD Riau dihadiri oleh Kaban, Joni Irwan, dan dua orang Widyaiswara, yaitu Embung Zamzam dan Andry Sukarmen.
 
Pertemuan virtual itu membahas pengalaman Riau yang telah melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan metode Pembelajaran daring (full non-klasikal). Metode daring ini berpedoman pada Surat Edaran Lembaga Administrasi Negara Nomor: 10/K.1/HKM.02.3/2020 Tentang Panduan Teknis Penyelenggaraan Pelatihan Dalam Masa Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) Pemerintah Indonesia. (2020), dan Surat Edaran Lembaga Administrasi Negara Nomor: 23/K.1/HKM.02.3/2020 tentang Panduan Teknis Penyusunan Perencanaan Pelatihan, Pemanfaatan Teknologi Informasi, Penyusunan Skenario Pembelajaran, serta Kehadiran Dan Partisipasi Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
 
Berdasarkan paparan Kaban BPSDMD Riau, pelaksanaan pembelajaran daring telah dilaksanakan sebanyak 4 angkatan di Kabupaten Meranti. Meskipun belum menggunakan Learning Managemenet System (LMS), tapi Riau sudah memulai sebagai upaya learning by doing, untuk tetap melaksanakan pelatihan di tengah pandemi COVID-19. Sedangkan pelatihan PKA/PKP tinggal menunggu izin prinsip dari Lembaga Administrasi Negara (LAN). Rencananya, untuk PKA/PKP akan dilaksanakan dengan full daring (e-learning) juga, mengingat kondisi wabah di Riau masih mengkhawatirkan, dan Wisma di BPSDMD Riau pun dipergunakan sebagai Rumah Sakit Darurat COVID-19.
 
Andry Sukarmen juga menambahkan bahwa sebagai penyelenggara bersama Widyaiswara, persiapannya meliputi pembuatan buku pegangan PIC, buku pegangan Coach, Mentor, Peserta, Substansi. Model pembelajarannya pun beragam, merujuk pada Surat Edaran LAN tentang Panduan Teknis Penyusunan Perencanaan Pelatihan, Pemanfaatan Teknologi Informasi, Penyusunan Skenario Pembelajaran, serta Kehadiran Dan Partisipasi Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).Dalam pembelajaran daring, BPSDMD Riau menggunakan Google Class Room sebagai wadah komunikasi setiap fasilitator dan peserta, yang berisi modul, video instruksi pembelajaran, bahan tayang, penugasan, dan learning journal. Selain itu, ada pula Widyaiswara yang membuat video pembelajaran dan kuis (dengan aplikasi Quiziz dan Kahoot).
 
Joni Irwan juga mengatakan bahwa untuk memulai pembelajaran daring ini harus memiliki komitmen dan keinginan untuk berkolaborasi. Baik penyelenggara maupun peserta menikmati proses pembelajaran dan semuanya menjadi menarik, karena begitu efisien dan efektif. “Memang semuanya learning by doing dan butuh komitmen”, tegasnya.
Proses diskusi berlangsung hangat bersama unsur manajemen dan Widyaiswara BPSDMD. Selain membahas pembelajaran daring, dua unsur lembaga ini juga ada yang membahas terkait Diklat Penjenjangan dan kemungkinan kerja sama yang lain. Selain itu, karena Riau adalah rumpun Melayu yang terkenal dengan pantun, maka berbalas pantun menjadikan suasana kekeluargaan tercipta.
Dari Sabang Sampai Merauke
Dari Miangas Sampai Pulau Rote
Hari ini Riau bertemu NTB
Bertekad Terapkan sistem PJJ []
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *