Home / DIKLAT / LATSAR / MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI BUDAYA 5 S (SENYUM, SALAM, SAPA, SOPAN, DAN SANTUN) DI SMAN 3 DONGGO KABUPATEN BIMA

MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI BUDAYA 5 S (SENYUM, SALAM, SAPA, SOPAN, DAN SANTUN) DI SMAN 3 DONGGO KABUPATEN BIMA

Budaya 5S adalah budaya untuk membiasakan diri agar selalu senyum, salam, sapa, sopan dan santun saat berinteraksi dengan orang lain. Budaya 5S ini terdiri dari: 1) SENYUM, menggarakkan sedikit raut muka serta bibir agar orang lain atau lawan bicara merasa nyeman melihat kita ketika berjumpa; 2) SALAM, salam yang dilakukan dengan ketulusan mampu mencairkan suasana kaku, salam dalam hal ini bukan hanya berararti berjabat tangan saja, namun seperti megucapkan salam menurut agama dan kepercayaan masing-masing; 3) SAPA, tegur sapa ramah yang kita ucapkan membuat suasana menjadi akrab dan hangat, sehingga lawan bicara kita merasa hargai. “apa kabar hari ini ? / ada yang bisa saya bantu”, atau dengan kata hangat dan akrab lainnya. Dengan kita menyapa orang lain maka orang itu akan merasa dihargai. Di dalam salam dan sapa akan memebrikan nuansa tersendiri; 4) SOPAN, sopan ketika duduk, sopan santun ketika lewat didepan orang tua, sopan santun kepada guru, sopan santun ketika berbica maupun ketika berinteraksi dengan orang lain; 5) SANTUN, adalah sifat yang dimiliki olah orang yang istimewa, yaitu orang-orang yang mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan dirinya, orang-orang yang mengalah memberikan haknya untuk kepentingan orang lain semata-mata untuk kebaikan. sopan santun, yaitu merupakan gerak, kata atau tindakan kita untuk menghargai orang lain. Dengan cara gerak tindakan dan ucapan yang sopan dan santun kita akan membuat orang lain merasa di hargai dan dihormati

Sebelum menerapkan kepada peserta didik di sekolah, tentu guru-guru harus memberi contoh terlebih dahulu dengan memperaktekkannya dengan sesama rekan guru tersebut. Dengan guru mempraktekkannya peserta didik akan melihat dan mencontohnya, dan tentunya guru juga harus mensosialisasikan budaya 5S ini cara mensosialisasikannya bisa dengan berbagai macam cara, mulai dengan mengatakan kepada peserta didk tentang budaya 5S ini, dapat juga membuat semacam poster yang diletakkan didekat taman tempat peserta didik bermain atau dalam kelas. Selain itu dapat juga ditulis ditempat duduk peserta didik tepatnya dihalama sekolah sehingga ketika peserta didik beristirahat mereka dapat membaca tersebut dan secara tidak langsung budaya tersebut dapat diinternalisasi kepada masing-masing peserta didik begitupun dengan warga sekolah lainnya.

Selain itu, wujud kongkrit pengimplementasian lima nilai ini yaitu ketika pegi hari ketika peserta didik masuk ke gerbang sekolah, semua guru sudah berjejer menyambut kedatangan peserta didik dengan memberikan senyuman, sapaan, salam, sopan dan santun kepada peserta didik ataupun orang tua/wali murid yang mengantar peserta didik ke sekolah. dengan demikian, melalui penginternalisasian nilai-nilai tersebut kepada seluruh warga sekolah secara tidak langsung karakter peserta didik dapat dibentuk kearah yang lebih baik lagi. Selain itu, budaya 5S ini akan mempengaruhi penilaian masyarakat terhadap sekolah. sekolah yang setiap warganya

 mempunyai etika, moral dan karakter yang berbudi pekerti luhur dengan sispa saja dan dimana saja akan mendapatkan simpatik yang tinggi dikalangan masyarakat. Selain itu dengan budaya 5S ini akan membuat peserta didik merasa lebih bahagia karane mereka merasa memiliki keluarga yang saling menyayangi.


  • MUHAMMAD ASHRI, S.PD
  • muhammadashri@gmail.com
  • LATSAR
  • Latsar CPNS Angkatan II Tahun 2019
  • II / A / 2019
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *