Home / BERITA / METODE PEMBELAJARAN SEMI E_LEARNING PADA PENYAMPAIAN MATERI AKUNTABILITAS

METODE PEMBELAJARAN SEMI E_LEARNING PADA PENYAMPAIAN MATERI AKUNTABILITAS

Oleh: Kidi,S.Sos, M.Pd

Sekilas pada judul di atas mungkin ada yang beda dari istilah yang sering kita baca atau kita dengar, hal ini dimaklumi karena yang kita baca dan kita dengaar adalah “Pembelajaran berbasis E_Learning”. Metode adalah cara dan cara sering kali diidentikkan dengan jalan yang ditempuh. Dari sisi ilmiah, maka metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi ilmu yang bersangkutan.

Penggunaan istiliah Semi E_Learning pada topik ini sebagai respon pribadi dalam menanggapi Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor: 12 Tahun 2018 Tanggal 31 Desember 2018 Tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil, bahwa jenis pembelajaran yang harus dilalui pada materi Aneka dilalui melalui klasikal dan e_learning, walaupun hanya 3 Jam Pelatihan dalam menerapkan E-learning  dari total 12 Jam Pelatihan untuk satu materi Aneka sehingga dari kondisi sesuai sarana dan prasarana yang terbatas dalam penerapan metode E-learning tersebut terdapat kendala-kendala teknis tapi saya berusaha mencoba walaupun dengan keterbatasan yang ada.  Memaknai metode tersebut dengan “Metode semi E_ Learning” artinnya menerapkan konsep E_Learning tersebut sebagaimana kondisi yang ada dari yang seharusnya ada. Pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan sistem elektronik atau komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran (Michael, 2013:27).

Menurut Nana Syaodih Sukmadinata (2007: 206-207), e pada e-learning tidak hanya singkatan dari electronic saja akan tetapi merupakan singkatan dari experience (pengalaman), extended (perpanjangan), dan expended (perluasan).

Kata electronic dalam e-learning artinya memanfaatkan adanya penambahan unsur teknologi pada proses belajar sehingga lebih melibatkan berbagai perangkat keras, perangkat lunak, dan proses elektronik yang lain. Maksud experience adalah membuka kesempatan yang luas dan variatif bagi seluruh siswa untuk belajar, disesuaikan dengan kesediaan waktu; tempat; cara; bahan; maupun lingkungan yang tersedia. Extended bermakna memperpanjang dan memperluas kesempatan belajar bagi siswa, tidak terbatas pada program-program tertentu tetapi merupakan proses yang berkelanjutan sepanjang hayat. Expanded memiliki arti pembelajaran terbuka bagi setiap orang, bahan dan topik yang dibahas kemudian menjadi lebih luas sehingga pembelajaran tidak akan terbentur pada ketersediaan dana.

Kelebihan E-learning

Kelebihan E-learning  ialah memberikan fleksibilitas, interaktivitas, kecepatan, visualisasi melalui berbagai kelebihan dari masing-masing media (Sujana, 2005 : 253 ). Menurut L. Tjokro (2009:187), E-learning memiliki banyak kelebihan yaitu :

  1. Lebih mudah diserap, artinya menggunakan fasilitas multimedia berupa gambar, teks, animasi, suara, video.
  2. Jauh lebih efektif dalam biaya, artinya tidak perlu instruktur, tidak perlu minimum audiensi, bisa dimana saja, bisa kapan saja, murah untuk diperbanyak.
  3. Jauh lebih ringkas, artinya tidak banyak formalitas kelas, langsung pada pokok bahasan, mata pelajaran sesuai kebutuhan.
  4. Tersedia 24 jam/hari – 7 hari/minggu, artinya penguaasaan materi tergantung pada semangat dan daya serap peserta, bisa dimonitor, bisa diuji dengan e-test.

Kekurangan E-learning

Kekurangan E-learning menurut L. Gavrilova (2006:354) adalah pembelajaran dengan model E-learning membutuhkan peralatan tambahan yang lebih (seperti komputer, monitor, keyboard, dsb). Kekurangan E-learning yang diuraikan oleh Nursalam (2008:140) sebagai berikut :

  1. Kurangnya interaksi antara pengajar dan peserta atau bahkan antar peserta itu sendiri;
  2. Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya membuat tumbuhnya aspek bisnis/komersial;
  3. Proses belajar mengajar cenderung ke arah pelatihan;.
  4. Berubahnya peran pengajar dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT (information, communication, dan technology);
  5. Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet ( mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon, ataupun komputer).
  6. Kurangnya sumber daya manusia yang menguasai internet.
  7. Kurangnya penguasaan bahasa komputer.
  8. Akses pada komputer yang memadai dapat menjadi masalah tersendiri bagi peserta diklat.
  9. Peserta didik bisa frustasi jika mereka tidak bisa mengakses grafik, gambar, dan video karena peralatan yang tidak memadai.
  10. Tersedianya infrastruktur yang bisa dipenuhi.
  11. Informasi dapat bervariasi dalam kualitas dan akurasi sehingga penduan dan fitur pertanyaan diperlukan.
  12. Peserta diklat dapat merasa terisolasi.

 

Daftar Pustaka:

 

  1. https://www.kajianpustaka.com/2014/06/pengertian-karaktiristik-dan-manfaat-elearning.html.
  2. Peraturan Kepala Lemabaga Administrasi Negara Nomor: 12 Tahun 2018 Tanggal 31 Desember 2018 Tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipi.
  3. https://www.google.com/search?q=Metode+E-learning+dalam+sebuah+buku
 

Check Also

INOVASI KARYA PRAJA 2021

Hallo Sobat Gemilang dan Insan berPIKIR.. Inovasi Karya Praja adalah sebuah kegiatan yang dinisiasi oleh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *