Home / SUARA WI / PENGEMBANGAN KOMPETENSI DAN KETERLIBATAN LINTAS SEKTOR ADALAH KOENTJI

PENGEMBANGAN KOMPETENSI DAN KETERLIBATAN LINTAS SEKTOR ADALAH KOENTJI

PENGEMBANGAN KOMPETENSI DAN KETERLIBATAN LINTAS SEKTOR ADALAH KOENTJI

Nurhikmah, S.I.P.,M.Hum - Widyaiswara BPSDMD Provinsi NTB

 

Salah satu poin penting dari keberhasilan organisasi pemerintah mencapai visi misinya adalah tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang handal dan berkualitas. Hal ini sesuai dengan program pemerintah Indonesia dalam 5 tahun kedepan yang akan fokus pada pengembangan SDM. Bahkan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) sudah menargetkan “Smart ASN” pada 2024 untuk menuju pemerintahan berkelas dunia (“World Class Government”). Berdasarkan data dari Badan Kepegawaian Negara (2019), sekitar 77 persen Aparatur Sipil Negara (ASN) berada di instansi pemerintah daerah, sedangkan 22 persen lainnya di instansi pusat. Melihat dari persentase ini, tentunya target “World Class Government” akan terwujud dengan adanya kesiapan khususnya dari pemerintah daerah membentuk SDM yang kompeten.

Para peserta Pelatihan Dasar (Latsar) Provinsi, maupun Kabupaten/Kota adalah calon-calon tenaga handal yang harus dipersiapkan sejak direkrut menjadi CPNS untuk mewujudkan hal tersebut. Dengan kurikulum Latsar saat ini, yaitu berdasarkan Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pelatihan Dasar CPNS, salah satu hal yang dinilai adalah kompetensi bidang sesuai dengan profesi para peserta, melalui kegiatan aktualisasi selama 30 hari.

Kegiatan ini bertujuan untuk melatih para peserta dalam merancang dan melaksanakan kegiatan aktualisasi dalam mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN, yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi. Muatan lain yang tak kalah pentingnya dalam aktualisasi ini adalah untuk mempersiapkan SDM yang handal, berkualitas, dan pada akhirnya kompeten, dengan mendorong peserta merumuskan kegiatan yang inovatif.

Ide-ide kreatif akan muncul apabila mereka mampu merumuskan isu yang terkait dengan kompetensi bidang di masing-masing unit kerja. Pada seminar rancangan yang dilaksanakan pada Sabtu (16/11), peserta Latsar gabungan dari Kabupaten Sumbawa dan Lombok Utara terdiri dari tenaga teknis dan kesehatan. Mereka membawa masing-masing isu yang terkait dengan tupoksinya.

Terdapat empat orang yang berasal dari instansi teknis, yaitu JFT Perencana dan Analis Statistik (Bappeda Kabupaten Lombok Utara), Pengelola Jasa Konstruksi (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sumbawa), Arsiparis terampil (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa).

Lima orang lainnya adalah tenaga di bidang kesehatan, yaitu Perawat Terampil dan Asisten Apoteker (Puskemas Orong Telu, Kabupaten Sumbawa), Fisioterapis Terampil dan Teknisi Elektromagnetik (Rumah Sakit Umum daerah Kabupaten Sumbawa, dan Pranata Laboratorium (Puskesmas Nipah, Kabupaten Lombok Utara). Beberapa masalah kesehatan yang muncul adalah TBC, penyakit tidak menular seperti hipertensi, dan geriatri (usia lansia), pemahaman atas penggunaan obat yang kurang dari masyarakat, hingga pemeliharaan alat-alat kesehatan. Berbagai inovasi pun dirancang untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Ali Wardana, SKM.,M.Si, Kepala Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi NTB, selaku narasumber mengatakan bahwa untuk mengatasi permasalahan yang ada di setiap OPD perlu adanya keterlibatan lintas sektor. “Tidak mungkin membincangkan masalah kesehatan tanpa keterlibatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya. Atau saat kita membincangkan Rencana Kerja atau dokumen lainnya di Bappeda tidak akan mungkin berjalan dengan baik apabila tidak adanya kesiapan dari semua OPD”, ujarnya.

Selain itu, Ali Wardhana juga menekankan perlu adanya pengembangan kompetensi bagi para ASN terutama yang di daerah. Para peserta Latsar ini notabene ditempatkan di daerah yang terpencil, tidak memiliki jaringan internet, bahkan sinyal untuk telekomunikasi. Salah satu contoh ASN yang jarang mendapatkan pelatihan adalah tenaga asisten apoteker. Untuk itu, narasumber mengingatkan agar para peserta Latsar juga turut aktif nantinya dalam pengembangan diri dan kompetensi agar menunjang tupoksinya di unit kerja masing-masing. []

 

Check Also

Learn and Relearn dengan Mengenal Karakter dan Pola Pikir 5 Generasi || Nurhikmah Widyaiswara BPSDMD Provinsi Nusa Tenggara Barat

Learn and Relearn dengan Mengenal Karakter dan Pola Pikir 5 Generasi Nurhikmah Widyaiswara BPSDMD Provinsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *