Home / SUARA WI / RIVALITAS BISNIS MINIMARKET DENGAN KIOS TRADISIONAL

RIVALITAS BISNIS MINIMARKET DENGAN KIOS TRADISIONAL

ILUSTRASI: Google Image

 

RIVALITAS BISNIS MINIMARKET DENGAN KIOS TRADISIONAL

Oleh : Haeli, SE., M.Ak

Selamat datang di ***mart, Selamat berbelanja..Salam, senyum dan sapa nan ramah para pejangga berulang-ulang terdengar sedetik setelah pintu gerai terbuka, udara sejuk menerpa, tatanan barang-barang yang memanjakan,  harga setiap produk jelas terpampang merupakan beberapa aspek preferensi dari konsumen mengapa mereka lebih memilih untuk berbelanja di minimarket (retail modern) dibandingkan dengan berbelanja di kios tradisional (retail tradisional).

Sebuah penelusuran yang menarik untuk dicermati bahwa rivalitas atau persaingan dalam bisnis retail modern dan tradisonal (minimarket dengan toko dan kios di sekitarnya) senyatanya mengundang banyak perhatian, penyebabnya adalah menempatkan satu pihak (retail tradisional) dalam posisi yang lemah. Salah satu indikator ketimpangan kekuatan antara minimarket dan kios atau toko dapat dilihat dari segi pertumbuhan kedua jenis ritel tersebut. Kondisi aktual menunjukkan pertumbuhan bisnis minimarket setiap tahun meningkat positif, berbanding terbalik dengan keberadaan kios atau toko tradisional yang semakin melemah dan menghadirkan berbagai permasalahan.

Minimarket termasuk dalam kategori ritel modern dilihat dari model pengelolaannya yang menggunakan metode penjualan dengan cara swalayan. Posisi strategis sebuah minimarket merupakan salah satu titik lemah bagi keberadaan kios tradisional, terakumulasi dengan ketidakjelasan regulasi terutama menyangkut jarak lokasi, menambah berat upaya melindungi pebisnis toko dan kios tradisional. Perubahan gaya hidup konsumen, kepastian jam buka, kecepatan dan keramahan pelayanan, jumlah produk yang tersedia, diversitas jenis produk dan merek, promosi     (pemberian hadiah dan harga diskon), luas outlet, dan tempat parkir nyaman adalah rentetan simbol lain dari sebuah minimarket semakin menambah kompleks bukti kekuatan dalam berkompetisi meraih hati pembeli.

Sederet permasalahan yang telah diungkap bukan serta merta menggiring pebisnis kios tradisional untuk melakukan serangan balik.  Mewakili konklusi beberapa hasil penelitian bahwa Ritel tradisional dapat melakukan strategi bersaing dengan ritel moderen selaiknya menerapkan model saling bersinergi atau saling menguntungkan, dalam bentuk: kolaborasi dalam akses pasar dan serta kolaborasi pemasok dalam mensuplai produk yang bermutu, peningkatan mutu pelayanan, mempermudah akses pemberian bantuan pinjaman modal bagi retail tradisional agar dapat melakukan perluasan bisnis, kebersihan yang  memadai, cahaya yang cukup dan kenyamanan, joint venture (dalam bentuk perjanjian kerja) antara pemda dan sektor swasta serta pembagian zona/kawasan untuk jenis ritel tertentu sehingga dapat mencegah persaingan yang tidak berimbang;

Simbol  persaingan yang berjibun antara minimarket dan toko/kios dengan masing-, membutuhkan spirit vitalitas yang besar untuk mengurai dan mencarikan solusi pemecahan. Strategi yang paling mungkin digunakan dalam persaingan ini justru bagaimana menjalin sinergi antara keduanya, bukan dengan saling berhadapan untuk saling menyerang. Semoga bermanfaat**

Refrensi :

  • Tri Joko Utomo : 2011,  The Competition of Retail Business: Traditional vs Modern

 

 

 

Check Also

LAPORAN KEUANGAN

LAPORAN KEUANGAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *