Home / SUARA WI / TOILET DAN CARA MEWUJUDKAN KOMITMEN || Catatan ringan Cukup Wibowo

TOILET DAN CARA MEWUJUDKAN KOMITMEN || Catatan ringan Cukup Wibowo

TOILET DAN CARA MEWUJUDKAN KOMITMEN
Catatan ringan Cukup Wibowo

Perubahan itu membutuhkan prakarsa. Ukurannya bukan pada besar atau kecilnya, tapi lebih kepada realitas yang dihasilkan oleh tindakan nyata yang bilapun sederhana tapi bisa membuat kemanfaatan dengan "nilai besar" agar ia tak dianggap sebagai cuma fantasi atau imajinasi belaka. Itu sebabnya sebuah perubahan -sekecil apapun- patut diapresiasi agar ia menghasilkan perubahan yang berkesinambungan (sustainable) di kemudian waktu.

Membayangkan BPSDMD Provinsi NTB kelak akan berkembang sebagai The Center of Excellence tak pelak membutuhkan sinergitas tindakan nyata sejak dari hulu ke hilir (dari atas ke bawah) atau sebaliknya dari hilir ke hulu (bawah ke atas). Pada istilah yang setara, sangat diperlukan perencanaan yang bersungguh sejak dari atas ke bawah (top down) dan juga bawah ke atas (bottom up). Akan hal ini, tak mungkin sebuah hasil bisa berwujud bila tak disertai oleh komitmen yang kuat dari berbagai lini.

Di banyak cerita, toilet sering dijadikan contoh untuk menggambarkan komitmen itu. Komitmen atas personafikasi kesanggupan ketika sesuatu yang tak terlihat di ruang permukaan terbukti bisa terawat dengan baik. Yang tersembunyi saja terawat apalagi yang terlihat.

Toilet, untuk simbol ketersembunyian itu karenanya, kerap dijadikan ilustrasi bagaimana sebuah perubahan itu bisa dilakukan dengan landasan ungkapan yang tak harus muluk, semisal think big do small (berpikir besar bertindak kecil). Dan ungkapan itu makin membenarkan pandangan, percuma berkeinginan besar bila tak pernah berbuat nyata bahkan untuk yang kecil sekalipun.

Kisah toilet yang terjaga bersih, tak pelak, menunjukkan kuatnya komitmen kebersamaan dalam bekerja dengan kesanggupan untuk senantiasa jujur dan ikhlas. Ini tentu jadi modalitas yang dahsyat bila pekerjaan dikerjakan oleh hati yang bersungguh. Bukankah profesionalitas adalah penjabaran tentang kesungguhan?

Sebagaimana bila kita melihat kehebatan sebuah gedung. Jangan dilihat pada kemegahannya, tapi lihatlah pada toiletnya: bersih atau tidak. Karena di toilet itu, kita bisa belajarbtentang sumberdaya manusia di dalamnya apakah sudah profesional atau tak lebih sebagai amatiran yang hanya mengundang tawa pihak lain

 

Check Also

STRUKTUR ORGANISASI BPSDMD PROVINSI NTB

Bagan Struktur Organisasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *