Home / SUARA WI / URGENSI MANAJEMEN WAKTU || Dr. H. PRASETYA UTAMA

URGENSI MANAJEMEN WAKTU || Dr. H. PRASETYA UTAMA

Sebulan lagi tahun 2021 akan berlalu dan tahun 2022 sebentar lagi insya Allah kita songsong dengan  cerah cemerlang. Bagi kita tidak ada yang beda dalam pergantian tahun. Yang harus beda adalah sejauh mana diri kita semakin baik dari waktu ke waktu. Memang pergantian tahun sangat baik untuk dijadikan instrospeksi atau evaluasi diri. Tetapi, alangkah lebih baik pula bila kita selalu melakukan instrospeksi  atau evaluasi diri setiap hari, bahkan setiap saat.

Waktu adalah kehidupan itu sendiri. Siapa yang menyia-nyiakan waktu seharusnya menyesal, karena berarti ia telah menyia-nyiakan kehidupannya. Dan sesungguhnya kewajiban itu lebih banyak dari pada waktu yang tersedia.

Ada  hal yang penting kita lakukan agar memiliki keunggulan dalam hidup ini yaitu masa yang akan datang harus lebih baik dari sekarang dan kemarin. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka termasuk orang-orang yang merugi” (HR Dailami)  

Karakteristik waktu

Waktu mempunyai karakteristik khusus yang istimewa. Kita wajib mengerti secara sungguh-sungguh dan wajib mempergunakannya sesuai dengan pancaran cahayanya. Di antara karakteristik waktu adalah sebagai berikut:

  1. Cepat habis. Waktu itu berjalan laksana awan dan lari bagaikan angin, baik waktu senang atau suka ria maupun saat susah atau duka cita. Apabila yang sedang dihayati itu hari-hari gembira, maka lewatnya masa itu terasa lebih cepat, sedangkan jika yang dihayati itu waktu prihatin, maka lewatnya masa-masa itu terasa lambat. Namun, pada hakikatnya tidaklah demikian, karena perasaan tersebut hanyalah perasaan orang yang sedang menghayati masa itu sendiri. Kendati umur manusia dalam kehidupan dunia ini cukup panjang, namun pada hakikatnya umur manusia hanya sebentar, selama kesudahan yang hidup itu tibalah saat kematian. Dan tatkala mati telah merenggut, maka tahun-tahun dan masa yang dihayati manusia telah selesai, hingga laksana kejapan mata yang lewat bagaikan kilat yang menyambar.
  2. Waktu yang telah habis tak akan kembali dan tak mungkin dapat diganti. Inilah ciri khas waktu dari berbagai karakteristik khusus waktu. Setiap hari yang berlalu, setiap jam yang habis dan setiap kejapan mata yang telah lewat, tidak mungkin dapat dikembalikan lagi dan tidak mungkin dapat diganti.
  3. Modal terbaik bagi manusia. Oleh karena waktu sangat cepat habis, sedangkan yang telah lewat tak akan kembali dan tidak dapat diganti dengan sesuatu pun, maka waktu merupakan modal terbaik. Modal yang paling indah dan paling berharga bagi manusia. Keindahan waktu itu dapat diketahui melalui fakta bahwa waktu merupakan wadah bagi setiap amal perbuatan dan segala produktivitas. Karena itulah, maka secara realistis waktu itu merupakan modal yang sesungguhnya bagi manusia, baik secara individu (perorangan) maupun kolektif atau kelompok masyarakat.

Suatu kerugian yang sangat besar bila kita tidak dapat memanfaatkan waktu dengan baik dan optimal apalagi dengan kondisi saat ini pandemi covid-19 yang tidak tahu kapan akan berakhir. Allah berfirman :

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran” (QS Al Ashr : 1-3)

Dari surat itu kita dapat mengambil  kesimpulan bahwa, sukses tidaknya seseorang sangat ditentukan oleh sejauh mana ia mampu memanfaatkan waktu yang dimilikinya.

Mendahulukan yang lebih utama (Put The First Thing First)

Berbicara tentang manajemen waktu, mari  kita semua mengingat kembali 7 (tujuh) kebiasaan manusia yang sangat efektif yang biasa dikenal dengan “The Seven Habits of Highly Effective People” yang ditulis oleh Dr. Steven R.Covey., salah satu kebiasaan tersebut adalah “Put The First Thing First” (mendahulukan yang lebih utama).

Matriks pada tabel di bawah ini menggambarkan beberapa sikap yang harus kita miliki dalam menggunakan waktu dan aktivitas kesehariannya.

  URGENT/MENDESAK NOT URGENT/TIDAK MENDESAK
IMPORTANT/PENTING CRISIS (Kuadran I) QUALITY (Kuadran II)
NOT IMPORTANT/TIDAK PENTING DECEPTION (Kuadran III) WASTE (Kuadran IV)

 

Quadran Crisis (Krisis), Mendahulukan atau mementingkan sesuatu setelah keadaan mendesak. Tindakan demikian dapat digolongkan tindakan represif atau reaksioner. Dalam banyak kasus tindakan demikian seringkali terlambat dan selalu dijawab dengan jawaban klasik “lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali”. Biasanya hasil tidak akan maksimal karena dilakukan dalam keadaan tergesa-gesa dan tanpa ada time schedule sebelumnya. 

Quadran Quality (berkualitas), kuadran ini merupakan kuadran ideal bagi seorang profesional  mementingkan sesuatu yang penting diperhatikan dan diprioritaskan meskipun saat itu berada diperlukan. Hal ini bisa dilakukan dengan membuat time schedule yang baik sehingga setiap kegiatan yang akan kita lakukan sudah terjadwal sehingga output yang dihasilkan optimal. Hal ini tentu sangat beda bila melakukan kegiatan penting tetapi dilakukan dengan tergesa-gesa atau ngegas kemungkinan besar ouput yang dihasilkan tidak optimal.

Quadran deception, dewasa ini banyak orang yang mengikuti kegiatan bermanfaat, tetapi kehadirannya tidak memberi manfaat terhadap kegiatan tersebut. Dengan sendirinya kegiatan itu sesungguhnya tidak bermanfaat bagi kegiatan itu dan bagi dirinya, ia tertipu dengan apa yang dilakukan selama ini.

Quadran waste, Kegiatan sampah. Sebagian besar orang pada sisi ini banyak melakukan kegiatan yang sesungguhnya membuang-buang waktu atau melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat. Misalnya : menonton tv secara berlebihan, bermain ponsel seharian, tidur seharian, dan lain-lainnya. Kebiasaan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat tersebut sebaiknya dikurangi dan dihilangkan karena masih ada banyak hal bermanfaat lainnya yang dapat kita lakukan.

Matriks di atas paling tidak bisa dijadikan panduan atau pedoman melakukan aktivitas yang penting dan tidak penting. Sebagaimana dalam Hadis Rasulullah SAW,

“Manfaatkan yang 5 (lima) sebelum datang yang 5 (lima) hal, yaitu: mudamu sebelum tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu senggangmu sebelum kesibukanmu dan hidupmu sebelum matimu (HR Al Baihaqi dari Ibnu Abbas)

Kiat mengelola waktu secara efektif

Dalam manajemen waktu, tentunya perencanaan merupakan salah satu hal yang penting, paling tidak ada 6 (enam) hal yang harus kita perhatikan, yaitu: :

  1. Niat yang Kuat

Niat sama artinya dengan motivasi yang kuat. Tanpa adanya niat, kita tidak akan pernah berhasil dalam beramal. Tahun, bulan, atau hari tidak akan pernah menjadi tahun, bulan, atau hari yang berprestasi, jika kita tidak berniat untuk mengisinya dengan amal terbaik dan niat seorang muslim adalah melakukan amal ibadah setiap waktu karena Allah swt. Jika itu yang kita lakukan, semuanya akan memiliki nilai ibadah.

  1. Memiliki Tujuan yang Jelas

Tanpa adanya tujuan yang jelas, kita tidak akan fokus melangkah. Makin tidak jelas tujuan dan waktu pencapaiannya maka peluang gagalnya rencana kita akan makin besar. Dan tujuan kita melakukan amal ibadah dalam mengisi waktu-waktu kita adalah berharap ridha Allah swt.

Pelajari pula teknik membuat rencana dan segera membuat rencana yang matang dan teruji. Buat program dalam bentuk rencana harian, mingguan, dan bulanan.

Di sini penting pula memahami skala prioritas, mana yang harus didahulukan, dan mana pula yang bisa ditunda, mana yang harus di kerjakan, mana pula yang tidak. Dr. Yusuf Al-Qardhawi dalam Fikih Prioritas, mengungkapkan urutan amal yang terpenting diantara yang penting. Patokannya :

-Sangat Penting dan Sangat Mendesak dikerjakan pada urutan Pertama.

-Tidak Penting dan Sangat Mendesak dikerjakan pada urutan Kedua.

-Sangat Penting dan Tidak Mendesak dikerjakan pada urutan Ketiga.

-Tidak Penting dan Tidak mendesak dikerjakan pada urutan Keempat.

  1. Buat Rencana Cadangan

Kita pun harus selalu siap dengan segala kemungkinan tak terduga. Kita merencanakan, tapi Allah yang menentukan. Karena itu, buat rencana B dan C sebagai rencana cadangan jika rencana utama mengalami kegagalan. Insya Allah kita tidak akan kehilangan waktu untuk panik.

  1. Rencana atau Program Harus Realistis, Terukur, dan Adil

Hindari membuat rencana yang terlalu tinggi, tidak realistis, dan terlalu sulit dicapai. Program kita pun harus adil dan seimbang. Sebab kita harus menunaikan banyak hak, di mana setiap hak menuntut pemenuhan. Ada hak Allah, hak keluarga, dan hak akal, hak tetangga, hak badan, hak diri.

  1. Disiplin dalam Rencana.

Sehebat apapun program dan rencana, tidak akan berarti sama sekali jika kita tidak disiplin melaksanakannya. Karena itu, jangan tergiur oleh kegiatan, kesenangan spontan, atau apa saja yang akan menjauhkan kita dari rencana yang telah disusun.

Dari penjelasan-penjelasan di atas terkandung hikmah  bagaimana kita sebagai muslim harus menata waktu dengan sebaik-baiknya. Allah swt. telah menunjukkan kepada kita dengan penataan waktu shalat, perjalanan siang dan malam yang sudah tertata dengan baik dan terencana. Itu semua menjadi petunjuk bagi kita bagaimana harus menata waktu ini dengan satu perencanaan dan pelaksanaannya dilakukan dengan sungguh-sungguh. Selain itu, melakukan introspeksi atau evaluasi diri sesudah pelaksanaannya, yaitu evaluasi diri atas apa yang telah kita lakukan.

Dan satu-satunya pilihan adalah hari ini harus lebih baik dari pada hari kemarin, bahkan kalau bisa sekarang harus lebih baik dari pada hari kemarin dalam hal apapun.

Wallahu a’lam bisshawab.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *